Tag Archives: ugm

Cerita Toga (1)

Cerita Toga – Mungkin hanya membutuhkan waktu tak lebih dari sepuluh menit untuk mengenakan toga. Namun kita tak pernah tahu, berapa lama waktu yang dihabiskan untuk mendapatkannya… Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Friends

Antusiasme dan Kerendahan Hati

Tak terasa, sudah hampir empat tahun saya tercatat sebagai mahasiswa kampus biru. Banyak suka dan duka yang sudah saya rasakan semenjak mengenakan jas kuning buluk, lambang kesederhanaan UGM yang semakin hari semakin terkikis. Banyak pengalaman tak terlupakan yang kadang membuat saya tersenyum sendiri saat mengingatnya. Dan sekarang, tiba-tiba saya sudah menjadi ‘mahasiswa tua’ di UGM. Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Sehari-hari

Finger Print Di Fisipol Sebagai Alat Presensi

Sejujurnya, saya agak tidak yakin dengan kata ‘finger print’ yang saya pilih sebagai judul. Pasalnya, saya tidak tahu apa bahasa Inggris dari Pengecekan sidik jari yang tepat digunakan dalam konteks presensi. Karena itu, jika ternyata memang salah, maka saya mohon maaf, saya benar-benar tidak tahu. Dan jika ternyata benar, ya, anggap saja saya hebat, haha! Baca lebih lanjut

7 Komentar

Filed under pendidikan

Hujan, Reshuffle Menteri, dan Perubahan

Para tertindas kalut. Mereka menunduk ke bumi, melihat tanah kering mereka yang tak kunjung basah, membiarkan tanaman bergelimpangan dalam kekeringan. Para tertindas terus bertanya, “Kapankah hujan turun?”

Hari ini, akhirnya saya dapat merasakannya kembali secara langsung, hujan yang sudah lama hilang. Saya jadi ingat, dulu waktu SD, kita akan diajarkan tentang musim hujan dan musim kemarau di Indonesia. Pada pelajaran itu, kita akan diberitahu bahwa musim kemarau berlangsung dari April sampai Oktober, sedang musim hujan sebaliknya. Biasanya dalam beberapa tahun terakhir teori itu tidak berlaku lagi. Namun untuk hari ini, teori itu kembali berlaku. Pada pertengahan bulan Oktober, hujan turun. Hujan yang telah lama dinantikan oleh masyarakat Gunung Kidul yang kekeringan. Hujan yang mungkin juga ditakuti oleh para mahasiswa yang senang jalan-jalan sore di bawah cerahnya langit Yogyakarta. Hujan itu telah tiba, dan mungkin, akan segera mengambil alih kembali kekuasaan musim yang dulu sempat dilepasnya.

Bagi saya, dan mungkin juga ribuan orang lainnya, hujan yang turun ini lebih penting daripada reshuffle menteri yang kemarin diumumkan oleh sang presiden, pak Beye yang masyhur. Penggantian 12 menteri dan pengangkatan 13 wakil menteri baru memang sangat penting, namun akan menjadi tidak penting apabila nanti tidak ada kinerja real dari para menteri baru itu sendiri. Hanya berubah nama namun prokernya mengikuti menteri sebelumnya, ya sama saja. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Sehari-hari

KKN Day 6 : The Big Day For Moslems

Hari ini, adalah hari pertama saya merasakan hari Jum’at di Desa Mantren. Hari Jum’at itu spesial, karena hari Jum’at adalah hari besar umat islam. Hari Jum’at itu spesial, karena pada hari itu, kami para lelaki berkewajiban untuk melaksanakan sholat Jum’at. Karena itulah, hari Jum’at pertama yang dirasakan di negeri orang adalah sesuatu yang luar biasa.
Hari luar biasa ini saya awali dengan bermain sepakbola bersama warga Mantren. Kami mencoba membangun keakraban bersama dalam dekapan ukhuwah untuk menjalin Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Freedom to speak, pendidikan, Sehari-hari