Tag Archives: Reshuffle

Hujan, Reshuffle Menteri, dan Perubahan

Para tertindas kalut. Mereka menunduk ke bumi, melihat tanah kering mereka yang tak kunjung basah, membiarkan tanaman bergelimpangan dalam kekeringan. Para tertindas terus bertanya, “Kapankah hujan turun?”

Hari ini, akhirnya saya dapat merasakannya kembali secara langsung, hujan yang sudah lama hilang. Saya jadi ingat, dulu waktu SD, kita akan diajarkan tentang musim hujan dan musim kemarau di Indonesia. Pada pelajaran itu, kita akan diberitahu bahwa musim kemarau berlangsung dari April sampai Oktober, sedang musim hujan sebaliknya. Biasanya dalam beberapa tahun terakhir teori itu tidak berlaku lagi. Namun untuk hari ini, teori itu kembali berlaku. Pada pertengahan bulan Oktober, hujan turun. Hujan yang telah lama dinantikan oleh masyarakat Gunung Kidul yang kekeringan. Hujan yang mungkin juga ditakuti oleh para mahasiswa yang senang jalan-jalan sore di bawah cerahnya langit Yogyakarta. Hujan itu telah tiba, dan mungkin, akan segera mengambil alih kembali kekuasaan musim yang dulu sempat dilepasnya.

Bagi saya, dan mungkin juga ribuan orang lainnya, hujan yang turun ini lebih penting daripada reshuffle menteri yang kemarin diumumkan oleh sang presiden, pak Beye yang masyhur. Penggantian 12 menteri dan pengangkatan 13 wakil menteri baru memang sangat penting, namun akan menjadi tidak penting apabila nanti tidak ada kinerja real dari para menteri baru itu sendiri. Hanya berubah nama namun prokernya mengikuti menteri sebelumnya, ya sama saja. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Sehari-hari