Tag Archives: kenangan

Puisi: Kamu dan Matematika pada Jam Pelajaran Kedua

 

Matematika pada jam pelajaran kedua, seperti halnya kamu, adalah anomali dalam kehidupanku. Baca lebih lanjut

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Full fiksi

Kenangan dan Kumis Tipis Suamimu

ian siluet

Kenangan, ketika sebuah kisah bergerak menjadi bayangan. Harapan yang didambakan, perlahan terlewati dan berubah menjadi siluet ingatan yang dipelihara.

Mungkin benar kata orang bijak, jarak antara kenyataan dan kenangan itu layaknya mata dan telinga. Dekat, tapi tak nyata. Mata kita, tak akan pernah bisa melihat telinga secara langsung. Untuk melihat telinga kita sendiri, kita membutuhkan bantuan cermin, atau foto instagram yang tak lupa kita beri hashtag #selfie. Dekat, tapi tak nyata. Baca lebih lanjut

9 Komentar

Filed under Full fiksi

Story From Bogor : The Journey

Hari Selasa (25-01-2011) kemarin, saya memutuskan untuk pergi ke Bogor. Bukan untuk roadshow konser promo album saya yang terbaru tentunya. Lha wong saya gag punya album apa-apa kok kecuali album foto di fesbuk. Tujuan saya pergi ke Bogor kali ini sangatlah suci. Meskipun saya sebut kata ‘suci’, bukan berarti saya mengambil kitab suci lowh. Emang muka saya mirip Pat kay apa? Lalu, apa tujuan saya pergi ke Bogor? Bisa jadi, ini tidaklah penting bagi sebagian orang, namun sangat penting bagi saya.

Adapun tujuan saya pergi ke Bogor adalah untuk menjemput Ibu. Yap, menjemput ibu kandung, bukan ibu mertua, ibu tiri, apalagi ibunya anak-anak saya, tapi murni ibu saya. Ibu yang telah melahirkan saya, mengandung saya selama sembilan bulan, dan membelikan saya mainan saat saya masih kecil. Ehm ,sebenarnya, sekarang pun ibu saya masih membelikan mainan, seperti laptop misalnya, hehe.

Namun, ternyata perjalanan itu tidak semudah yang saya bayangkan. Dalam perjalanan itu saya menemui banyak rintangan. 33 cobaan dan 100 halangan, itu kalau saya Tong Sam Chong yang mengambil kitab suci. Maklum, di sana saya sendirian dan baru kali ini pergi ke Bogor naik bis. Untungnya, semua hal-hal teknis sudah diurus sama kakak saya. Sehingga saya tinggal take off saja. Akan tetapi, ternyata semua tidak semudah yang saya bayangkan.
Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Freedom to speak, Gag jelas, Sehari-hari