Tag Archives: Jogja

Pesona Cewek Jogja

cewek jogja

cewek jogja yang anggun

Sudah hampir empat tahun saya tinggal di Yogyakarta (tepatnya kurang 15 hari lagi, hehe), dan saya semakin kagum sama cewek-cewek di Jogja. Memang, tak bisa dipungkiri cewek jogja sekarang ini tidak semuanya baik. Ada beberapa yang tidak bisa disebut ‘baik’, tapi yakin deh, yang ‘baik’ itu juga jauuuuh lebih banyak. Nih, beberapa contoh tipe cewek jogja yang menurut saya pantas diacungi jempol: Baca lebih lanjut

11 Komentar

Filed under pendidikan

Energiku, Bertambahlah!!

Fiuh, lagi-lagi saya mengalami masa paceklik dalam menulis. Lagi-lagi blog saya tercinta ini harus kembali mengalami masa-masa dimana dia kosong tak terurus. Kasian banget, masak keren-keren gag ada yang ngurusin? Namun untungnya, sekarang saya kembali memaksakan diri untuk kembali mengetik huruf-huruf di layar komputer. Anehnya, pemaksaan saya kali ini berdasarkan pada satu kenyataan : saya merasa kehabisan energi!
Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Freedom to speak, Sehari-hari

Cantiknya Taman Sari

“Tak peduli ke mana kau pergi, asalkan itu bersama orang yang kau sayangi, pasti akan selalu menyenangkan.” Saya tidak tahu itu adalah kuota dari mana, tapi saya anggap kata-kata itu sangat benar. Itu terbukti pada tanggal 17 oktober kemarin. Di mana saya dengan si cantik pergi berkencan dan bermain bersama. Semuanya sangat menyenangkan, bahkan jika ditambahi dengan fakta ini : kita tidak mempunyai tujuan yang jelas untuk pergi!
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Freedom to speak, Gag jelas, Sehari-hari

Survey’s Diary Part Two : Mr. Consistent

Setelah satu hari yang lalu menyelesaikan misi di Brebah dan juga Gamping, kini tibalah aku pada hari kedua. Dengan misi baru yaitu Minggir, sebuah kecamatan yang lagi-lagi ternyata sangat pelosok. Karena bertempat dekat dengan Magelang, SHIT! Tapi aku sadar, mengeluh tidak akan memberikan apa-apa saat ini. Jauh lebih penting bagiku untuk segera berbuat sesuatu. Berdasarkan hal itulah, maka pada hari ini, kamis 29 oktober 2009, aku berangkat bersama teman-temanku.

Formasi kami masih tidak jauh berbeda, ada aku, IKhsan, Mahfita, Radit, dan Wiznu. Hanya saja, untuk saat ini wajah ganteng Dani digantikan oleh pesona dari Ariyatno. Salah satu mahasiswa terpintar di ilmu komunikasi UGM 08. Dan akhirnya perjalanan pun dimulai. 6 orang berangkat dengan 4 motor.

Dan seperti biasa, perjalanan panjang nan berliku di pinggir sawah harus kami lalui. Dengan kecepatan tinggi, kami akhirnya dapat sampai di tujuan dengan waktu setengah jam. Tanpa ba-bi-bu lagi, kami langsung menyusun strategi. Dan akhirnya, kenyataan menunjukan aku harus berjuang sendirian di desa Sendangrejo. Karena Fita yang seharusnya menjadi partnerku, memilih untuk jalan kaki sendiri. Well, what can i do? Aku nurut saja. Dan kini, tiba saatnya bagiku untuk berjuang sendiri, everyone for himself. Adapun kuesioner yang menjadi tanggung jawabku ada 6. Dan setiap kuesioner mempunyai cerita sendiri. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Freedom to speak, pendidikan, tugas