Tulisan Untuk Fans Senior

blog post football

Untuk yang mulia, fans senior yang sering menghina fans karbitan…

Saya tahu, menjadi fans senior adalah tentang pengorbanan bertahun-tahun yang sudah dilakukan sebelumnya. Saya tahu, fans senior adalah fans yang sudah mengikuti perjalanan berdarah-darah dari tim favoritnya selama bertahun-tahun. Saya tahu, fans karbitan yang sering kalian rendahkan itu adalah anak kecil yang tidak tahu apa-apa, tapi sok-sokan menjadi yang paling tahu.

Saya tahu, selamanya fans senior akan berada di atas fans karbitan.

Tapi, bukankah semua fans pada awalnya selalu berawal dari karbitan? Misalnya saya sendiri saja, tidak perlu jauh-jauh. Saya adalah fans Lazio. Sekarang, saat ini, pasti orang yang mendengar ini tahu bahwa saya masuk dalam jajaran fans senior yang sudah menyukai tim ini sejak dulu kala. Dan memang benar. Saya sudah menyukai Lazio sejak tahun 2000.

Sudah 16 tahun. Harusnya sudah bisa dibilang fans senior kan?

Tapi, ternyata semua bermula dari mental karbitan saya (dan mungkin fans Lazio lainnya). Mengapa? Karena awal mula saya menyukai Lazio adalah saat mereka sedang bagus-bagusnya. Ya, waktu itu saya melihat perjuangan tak kenal lelah dari pemain-pemain berkelas dunia yang dimiliki Lazio. Alesandro Nesta, Fernando Couto, Sinisa Mihajlovic, Diego Simeone, Juan Veron, Pavel Nedved, Simone Inzaghi, dan sederet bintang besar lainnya saling bahu-membahu untuk mengalahkan Juventus dalam perburuan Scudetto. Dengan perjuangan brillian mereka, akhirnya defisit 10 angka di 4 laga terakhir bisa dikejar hingga akhirnya, Lazio meraih Scudetto keduanya sejak lahir pertama di tahun 1900.

Karbitan bukan?

Saya yakin banyak fans lain di dunia ini yang juga mengalami fase karbitan pada awalnya. Baru tahu sepakbola, terus melihat sebuah tim bermain bagus dan menghidupkan mimpinya, lalu jatuh cinta pada tim tersebut. Sampai sekarang.

Ya, karbitan adalah fase yang harus dilalui oleh sebuah fans untuk kemudian menjadi die hard fans seperti yang kita lihat sekarang.

Pertanyaannya, kenapa banyak sekali fans senior (zaman sekarang) yang suka sekali merendahkan fans karbitan yang membela Manchester City, PSG, dan lain-lain? Apakah senioritas yang dari dulu kita kutuk keberadaannya di kampus terjadi juga di dunia fans sepakbola dan olahraga lainnya?

Jika sebelumnya kalian sudah menyukai F1 sejak lama, apakah sekarang, kami yang tiba-tiba jadi fans F1 dadakan karena Rio Haryanto ikut balapan di sana tidak berhak untuk ikut menikmatinya?

Atau mungkin itu bentuk ospek para fans senior terhadap anak bau kencur yang baru saja menentukan pilihan?

Menurut saya, fans karbitan seharusnya diajak agar terus semangat membela timnya. Satu-satunya yang harus disadarkan di dunia ini adalah fans AS R*MA agar segera bertaubat.

Terima kasih.

5 Komentar

Filed under Football

5 responses to “Tulisan Untuk Fans Senior

  1. Ping-balik: A Letter For Those Die Hard Fans | Agfian

  2. wahaa nggak ngerti deh soal sepak bola. Tapi saya juga jadi ikutan suka F1 gara gara Rio nih, jadi saya termasuk fans karbitan ya ?

  3. Saya dulu juga fans karbitan tahun 2004 setelah chelsea ditangani mourinho. Saat itu saya tahu bahwa chelsea akan menjadi tim besar di masa yang akan datang. Sekarang malah ngefans ama klub2 yg dilatih mourinho. Nglatih inter ngikut jadi fans inter. Nglatih madrid ikut jadi fans madrid. Pada akhirnya saya sangat menyukai mourinho dan akan menjadi fans klub yang dilatihnya. Artinya selamanya jadi fans karbitan ha ha ha……….

  4. enggak mbak Laili, kamu normal, haha

  5. Enggak bos Shiq4, kamu justru sangat militan. Militan sama Mourinho :p

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s