Kenangan Manis Rafting di Sungai Progo

blog post vacation

Orang bilang, saat kita meninggal besok, akan ada sekejap pijaran ingatan kita di dalam hidup dari lahir sampai meninggal. Saya tidak tahu itu benar apa tidak. Tapi, jika memang benar, saya berharap kenangan saat rafting di sungai Progo kemarin akan muncul. Berlebihan? Tidak juga. Tidak, kalau kamu pernah merasakan apa yang saya rasakan. Hehe.

Yap, jadi ceritanya pada tanggal 24 Januari 2016 kemarin saya baru saja rafting di sungai Progo atas, dekat hotel Puri Asri. Puri Asri sendiri merupakan hotel bintang lima yang lokasinya berdekatan dengan taman wisata Kyai Langgeng. Dekat. Sama dekatnya dengan kamu dan jodoh kamu.

Acaranya sendiri gratis berkat undangan dari progorafting.com yang difasilitasi oleh Mas Andi. Informasi ini perlu saya beritahukan, karena jarang-jarang saya dapat wisata gratis dengan status sebagai blogger, ngoahaha.

Pagi-pagi saya sudah berangkat dari Jogja. Maklum, jarak Magelang-Jogja bisa sampai 1 jam. Sementara jadwal kumpul adalah jam 8. Karena gratisan, saya pun harus tahu diri. Jangan sampai telat.

Sesampainya di Hotel Puri Asri, saya mupeng. Ternyata selain tempat rafting, ada banyak sarana lain yang disediakan di hotel. Ada kolam renang, bungalo (bener gitu nggak sih tulisannya?), lapangan basket, outbond, dan lain-lain. Suasananya juga tenang dan sendu. Bikin ngantuk. Jadi pengen nginep di hotelnya. Sama kamu. awwww (muka mesum)

Sebelum mulai arung jeram, seperti biasa kita harus mendapatkan brief awal dari pemandu, plus memakai alat keselamatan yang dibutuhkan juga tentunya. Pada brief kita diberitahu oleh pemandu cara memakai jaket pelampung yang benar. Cara memakai helm biar muka kita nggak ketutupan saat difoto nantinya. Dan yang paling penting, cara menggunakan dayung. Brief dari pemandu ini penting, karena akan memberi kita pengetahuan dasar yang penting untuk menjaga keselamatan selama di sungai. Sialnya, karena suasananya sendu, saya pun mendengarkan dengan muka ganteng ngantuk saya.

IMG_8769

muka ngantuk (tapi tetap menawan)

Setelah proses brief selesai, akhirnya tiba waktunya untuk naik ke perahu. Satu perahu bisa terdiri dari 5-6 orang, jadi saya memiliki beberapa rekan seperjuangan untuk mengarungi derasnya sungai progo.

Teman yang pertama adalah Pak Nuzul. Bapak yang satu ini pakai sarung sebelum berangkat. Saat di perahu? Dia pakai celana seksi dan sepatu pantopel slop-slopan. Bikin saya ndak fokus waktu dayung.

Teman berikutnya, ada mbak Atanasia Rian (Ya Allah, semoga saya nulisnya bener Ya Allah). Anggota paling cantik di rombongan kecil kita, dengan kata-kata andalannya: “kata mamah nggak boleh capek-capek.” Kalau udah gitu, kalah semua kita.

Lalu ada Bro Aji, teman seperjalanan dari Jogja dan di perahu. Dia sama seperti saya, nggak bisa berenang, tapi sok yes. Haha.

Di barisan terakhir dekat pemandu, ada mas Achmad Muttohar. Dia sukanya ngumpet di belakangnya mbak Rian, tapi begitu ada fotografer mak bedunduk langsung jadi yang paling keliatan. Sadar kamera level dewa.

Dan kami dipandu oleh Mas Deni yang suka ngerjain. Udah gitu aja. Saya masih dendam sama dia, hehe.

Akhirnya, jadilah kita berenam menelusuri sungai Progo atas yang memiliki grade 3, dalam dunia arung jeram. Saya nggak begitu paham soal grade dalam arung jeram, karena grade yang saya perhatikan hanyalah grade 18+. Tapi secara singkat, grade 3 ini nggak cemen-cemen banget, tapi juga nggak ngeri-ngeri banget. Pas banget lah buat pemula yang sok setrong kayak saya ini.

Oiya, dari tim progo rafting sudah menyiapkan fotografer-fotografer berkelas emezing untuk mengabadikan moment bersejarah kita. Jadi kita nggak perlu bawa-bawa kamera kita sendiri. Dan di setiap spot yang ada fotografernya, pasti akan segera diberitahu oleh pemandu, dan setiap kapal akan jalan satu per satu, agar momennya dapat semua.

IMG_0504

Sayangnya, meskipun sudah dikode sama pemandu, tetap saja saya tidak bisa mengatur ekspresi saya biar agak ‘mbois’ dikit. huft.

Arus sungai di Progo nggak begitu kenceng, tapi sudah cukup untuk bikin saya jerit-jerit kayak ABG ngeliat artis Korea. Di saat airnya tenang, mau nggak mau kita harus mendayung agar perahunya maju. Tapi adek jangan takut, abang sanggup kok kalau cuman kayak gitu we. *Padahal yang dayung kebanyakan pemandunya*

Nanti begitu sampai di tengah, tim dari Progo Rafting masih punya kejutan. Ada dua ‘atraksi’ yang bisa kita nikmati. Iya, atraksi. Kita lah yang melakukan atraksi itu. Yang pertama adalah melompat dari pinggir sungai, lalu di foto oleh tim. Hasilnya keren. Dan yang kedua adalah perahu terbalik.

IMG_7447

ekspresi saya yang paling jujur: ekspresi lompat sambil kebelet pipis.

IMG_9693

tolong temukan saya ada di mana…

Dua atraksi ini memiliki makna yang dalam. Lompat dari tebing, artinya seperti hidup, kadang kita harus percaya dan melakukan lompatan percaya (leap of faith) untuk mendapatkan sesuatu yang berarti. Yang kedua, perahu terbalik, artinya, kita harus sadar, bahwa zona nyaman itu tidak bagus, kita harus sadar kalau sewaktu-waktu keadaan kita akan berubah 180 derajat.

Maaf, yang di atas itu saya ngarang. *Piss

Jujur saja, Progo Rafting ini sangat cocok untuk menjadi entry point kita saat melakukan rafting. Mengapa? Karena saya tidak capek-capek amat saat rafting di sini. Sebaliknya, di sini sangat fun dan berhasil membebaskan saya dari rutinitas pekerjaan yang berat. Halah, gayamu sok kerja keras, yan.

Kita tentu pernah mendengar pepatah terkenal, ‘sekali mendayung, dua tiga pulau terlewati.’ Kali ini saya sudah mendayung ratusan kali, tapi tidak melewati satu pulau pun. But, i definitely cross some other things there. It all happen in here.

Terakhir, informasi ini harus diketahui oleh semua orang: malemnya tangan saya jarem. Ternyata saya lebih cemen dari yang saya kira.

Udah gitu aja.

IMG_9978

masih ingat ekspresi ngantuk saya sebelum berangkat tadi? Inilah ekspresi jantan saya setelah rafting

Untuk  informasi lebih lanjut soal rafting di Progo Magelang, langsung saja kunjungi http://www.progorafting.com.

It’s fun, it’s f*cking save!

 

15 Komentar

Filed under Sehari-hari

15 responses to “Kenangan Manis Rafting di Sungai Progo

  1. Hotelnya ademnya dipinggir sungai, banyak permainannya

  2. Yeah, dude. It’s fuckin save.

  3. Ayok, mas. Kapan2 lagi. Gimana kalo Progo Bawah?😀

  4. Kayanya aku ga berani deh… #fasyalemah hahaha

  5. tom

    Bang, aku gak bisa renang.. Kalau aku hanyut dan tenggelam dalam kenangan masa lalu gimana?

  6. Ho o Mas Dimas, kesannya jadi adem gimana gitu, hehe

  7. Haha, oke Koh! Langsung kabari aja kalau mau cus!😀

  8. Fasya: Halah, kalau sama mamasmu, pasti kamu jadi berani, Sya. :p

  9. Bu Astuti: Haha, makasih bu. Itu beneran takut sih sebenarnya, :p

  10. Bang Tom: Gaya lu kayak punya masa lalu aja bro, :p

  11. Gak punya mas mas. Ndak usah ngeledek😦

  12. Gak jadi komen ah, kagak ada aku di sini

  13. wkwkwk, kamu siiih, nggak satu grup sama aku😀

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s