Ode untuk Gadis yang Sedang Mengabdi

blog post puisi 2

Tanggal 3 Juli 2015, terasa hitam dalam ingatan saya. Bukan karena saya adalah fans Inggris yang marah karena pada tanggal 4 Juli Amerika merayakan kemerdekaannya. Hanya saja, pada hari itu, adalah hari terakhir saya bertemu dengan gadis itu.

Setidaknya sampai hari ini. Sampai tulisan ini selesai dituliskan.

Dia berangkat KKN (Kuliah Kerja Nyata) dan jujur saja, tidak ada yang lebih mengerikan dibanding ditinggal KKN. Saya sudah pernah KKN, dan saya tahu betapa mudahnya kita (akan) jatuh cinta saat KKN. Sudah banyak teman saya yang mengalaminya. Yang pacarnya kecantol sama warga lokal ada. Yang pacarnya ditikung sama temen satu Unit juga ada. Bahkan, ada juga temen saya yang nikung di KKN waktu itu.

Sejujurnya saya sendiri, kalau bukan karena iman saya yang kuat, tak mustahil akan dapet pasangan waktu KKN.

em….

Bohong ding. Saya tetap gini-gini aja di KKN. Faktor wajah.

Ada banyak hal yang membuat KKN bagaikan taman cinta yang dirancang oleh pihak kampus. KKN berarti hidup bersama. Jika kamu sedang mencari pasangan dan ingin melihat dia dengan senyata-nyatanya dia, KKN adalah tempat yang sempurna.

Di KKN, kamu akan sering melihat cewek tanpa make up. Di KKN, kamu akan sering melihat teman cowokmu jalan-jalan setelah mandi dengan hanya ditutupi selembar handuk. Di KKN, kamu akan mengetahui kualitas pribadi survival level dari teman kamu itu secara live, nggak pake sensor.

Teman saya yang KKN di Kaliurang (dataran tinggi di Jogja, dekat Merapi) bahkan pernah cerita gini: “KKN enak banget bro. Gue dan 3 temen cowok gue tinggal serumah sama 3 cewek. Cakep-cakep lagi. Waktu tidur, kita sering ngeliat paha mereka. Awalnya sih ngaceng, tapi lama-kelamaan udah enggak. Bosen.”

Woa, easy cowboy.

Yap, sudah tak terhitung berapa banyak pasangan yang muncul (dan hancur) gara-gara KKN. Dan untuk itu, sudah sepatutnya kita mafhum jika akan ada perubahan status yang terjadi dalam kehidupan setelah kita melalui KKN. Percayalah, hal itu sangat mungkin.

Untung saja, saya dan si gadis tidak memiliki hubungan apapun. Sehingga tidak ada yang perlu saya khawatirkan.

Hanya saja, jika melihat bagaimana dia bisa bertahan dengan prinsipnya selama ini (dia tidak mau pacaran sebelum lulus kuliah), dan bagaimana dia menatap saya pada kesempatan terakhir kita bertemu (yang sialnya, karena ingin terlihat cool, saya memilih untuk pura-pura tak melihat), saya tahu, semua akan baik-baik saja.

Lagipula, bukankah hati saya sudah terlatih untuk patah hati?

Dan yang lebih penting, she never breaks my heart, all she ever did was nothing but beautiful things.

3 Komentar

Filed under Gag jelas

3 responses to “Ode untuk Gadis yang Sedang Mengabdi

  1. rizkiya maulida

    HMMM 😊

    terus gmn kelanjutannya abis kkn? Update dong!

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s