Alasan Barely Lethal (2015) Bukanlah Film Yang Saya Rekomendasikan untuk Kamu Tonton

blog post barely lethal review

Pertama-tama, lets cut the crap, film ini nggak jelek-jelek amat. Lumayan bagus dan lucu, malah. Tapi bagi saya, jika masih ada film lain yang belum kamu tonton sedang diputar di bioskop pada jam dan hari yang sama, mendingan pilih nonton film itu deh.

Yap, paragraf pembuka saya terkesan terlalu blak-blakan. Jadi, mari kita perlambat lagi temponya, supaya kamu yang baca nggak terlalu kesusu untuk segera menyelesaikan tulisan ini.

Sekarang, mari kita bahas sedikit tentang film Barely Lethal terlebih dahulu.

Barely Lethal adalah film chicklit Hollywood yang baru dikeluarkan di bioskop pada 29 Mei 2015 (di US tentu saja) lalu. Disutradarai oleh Kyle Newman dengan aktor-aktor pendukung yang terkenal, seharusnya film ini bisa cukup dinikmati. Dan benar saja, film ini memang dapat sedikit dinikmati. Sedikit.

Sinopsis Film Barely Lethal

Barely Lethal bercerita tentang sebuah sekolah pembunuh yang mendidik anak kecil unyu-unyu menjadi seorang pembunuh yang bikin orang jadi enye-enye. Di situ, terdapat seorang anak berbakat yang menjadi andalan skuad, sebut saja no.83. Lalu, seiring berjalannya waktu, dia merasa tidak cocok dengan kehidupan sebagai agen pembunuh. Pada satu kesempatan, dia akhirnya memutuskan untuk pura-pura mati dan mencari kesenangan sebagai seorang remaja cewek pada umumnya. Di sinilah cerita dan konflik bermula. Lihat saja sendiri deh. Tapi kalau ketiduran jangan salahkan saya ya. :p

Oke, saya sudah membahas sinopsis film dengan cara sesingkat-singkatnya. Sekarang, mari kita masuk ke alasan Barely Lethal (2015) Bukanlah Film yang Saya Rekomendasikan untuk Kamu Tonton. Saran saya, jangan lanjutin baca ini, kalau kamu adalah penggemar berat film ini. Takutnya kamu nggak tahan, gitu.🙂

Alasan Barely Lethal (2015) Bukanlah Film Yang Saya Rekomendasikan untuk Kamu Tonton

1. Premis Cerita dan Genre Filmnya tidak jelas

Setiap cerita yang kuat, pasti memiliki premis yang kuat pula, hingga akhirnya menimbulkan konflik cerita yang dahsyat. Sialnya, selama menonton Barely Lethal ini, saya sama sekali tidak dapat menemukan premis yang menurut saya sesuai.

Entahlah. Genrenya juga terasa nanggung. Di satu sisi, ingin menampilkan pertunjukkan yang girly seperti mean girls, tapi di sisi lain juga ingin menampilkan atmosfir kocak dan seru sepert Kick Ass. Tapi, sorry to say, standar film ini jauh di bawah dua film yang saya sebutkan di atas tadi.

Kamu berekspektasi untuk mendapatkan cerita cinta yang mengharu biru (sekaligus rusuh) seperti layaknya film remaja Amerika? Kamu nggak akan mendapatkannya di sini.

Kamu berekspektasi untuk mendapatkan cerita action yang menarik dan membuat nafasmu berhenti sejenak? Kamu nggak akan mendapatkannya di sini.

Tapi tenang saja. Saya janji ada hal yang bisa kamu dapatkan dengan nonton film ini. Akan saya beritahu di akhir tulisan.

2. Penggunaan aktor-aktor yang tidak maksimal

Film ini dibintangi oleh The Legend Samuel L. Jackson, dan si gadis tembus pandang super seksi, Jessica Alba. Tapi penampilan keduanya di sini menurut saya sangat disia-siakan. Sam (panggilan akrab saya untuk Samuel L Jackson waktu masih SD dulu), terlihat idiot di perannya kali ini. Yang dia lakukan cuma ngemeng sana-ngemeng sini. Mondar-mandir sambil marahin cewek-cewek (bayangin kalau film ini dibuat di abad 18, pasti Sam akan dianggap pedofil). Lalu pad akhirnya, di akhir film, he does… NOTHING.

Nah, kalau Jes sendiri, sebenarnya tidak boleh disalahkan. Dia diem aja juga udah cantik. Tapi masalahnya, peran dia di sini terlalu wagu. Apa yang dia lakukan di sini sampai membuat saya berpikir, seandainya tokoh Jessica Alba tidak ada, film ini juga akan tetep ada.

Pesona Sam dan Jes tidak dimanfaatkan dengan benar di sini. Atau, memang mereka yang kurang niat waktu akting? Saya nggak tahu. Intinya, penampilan mereka di film ini: JELEK.

3. Lelucon yang (really, sorry to say) garing

Seperti yang saya bilang, film ini nanggung mau dibawa ke mana. Apakah dibuat untuk ditonton oleh remaja zaman sekarang, atau remaja zaman 90an? Karena pembagian joke-nya pun menurut saya tidak relevan. Ada joke yang hanya dipahami oleh orang tua, dan ada juga joke yang kekinian banget. Dan sialnya, momentum yang dibangun, bagi saya kok terasa tidak terlalu tepat ya? Atau hanya perasaan saya saja?

Ah, gimana kalau kamu nonton sendiri, terus kasih tahu saya, lucu apa nggak? Menurut saya sih tetep nggak.😀

4. Logika yang berantakan

Sejak awal, saya tau kalau kualitas logika dalam film chicklit Hollywood tidak lebih baik dari FTV di SCTV. Bahkan, dalam beberapa kasus, saya melihat logika di chicklit Hollywood terasa lebih menjijikkan dibanding FTV SCTV. Untuk itu, saya sebagai orang Indonesia merasa bangga, kita memiliki FTV.

Tapi, dalam kasus film Barely Lethal yang terhormat ini, saya melihat logika dibuat semakin tak berarti di sini. Seakan-akan, (seakan-akan loh ya) orang yang bikin skrip film ini nggak pernah nyanyiin lagunya Agnes Monica, logika.

Cerita yang berantakan, ditambah keinginan untuk menambah bumbu “Boom-boom” sebanyak-banyaknya (semahal-mahalnya) membuat banyak sekali scene yang menurut saya terlalu menyakitkan untuk dipikirkan.

5. Action yang Nanggung

Nah ini, mungkin karena genrenya tidak jelas, saya juga jadi bingung melihat action di film ini. Sama sekali nggak ada keras-kerasnya. Bandingkan dengan Kick Ass, yang walaupun aktor berantemnya adalah gadis kecil (dan SMP di sekuelnya), tetap saja kebrutalannya asik buat diikuti. Nah ini? NGGAK ADA DARAH SAMA SEKALI!

Film action apaan nggak ada darahnya?

——-

Oke oke, saya yakin kamu semua pasti merasa saya lagi kesel aja, karena habis nonton dan nggak suka sama filmnya. Sejujurnya, kamu salah. Dibalik semua kelemahan yang ada pada film Barely Lethal itu, masih banyak sisi positif yang membuat saya nggak kecewa-kecewa banget lah ngeliatnya. Salah satu faktor utamanya adalah ini:

Film Barely Lethal Menjadi Panggung Untuk Banyak Artis Cantik Muncul

cewek cantik di barely lethal

Tiga cewek cantik ini akan sering kamu lihat di film Barely Lethal. Kind of reminds you of your girlfriend(s) out there, isn’t it? :p

Yap, kalau kamu lagi kangen sama pacar gebetanmu, film ini akan membuat kamu bahagia.🙂

Referensi:

http://www.imdb.com/title/tt1731701/

http://www.rottentomatoes.com/m/771418046/?search=barely%20le

Tinggalkan komentar

Filed under Freedom to speak

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s