Membahagiakan Karyawan, Elemen Penting dalam Bisnis

BLOG POST employee

Dalam proses bisnis modern, pastilah akan selalu ada divisi HRD yang bertanggung jawab menangani karyawan. Bagi sebagian orang yang tidak paham, mungkin akan menganggapnya sebagai pemborosan, karena HRD tidak memiliki efek langsung  dalam proses berjalannya sebuah bisnis. Namun, tahukah kamu betapa pentingnya divisi HRD yang mengurusi karyawan ini?

Saat awal mendirikan, pastilah manajemen produksi, marketing, dan keuangan menjadi fokus utama sebuah perusahaan/start up. Tapi seiring dengan perkembangan perusahaan, manajemen karyawan akan menjadi salah satu fokus yang harus dipikirkan oleh owner. Hal ini tentu selaras dengan visi awal sebuah bisnis yang tentunya tidak hanya ingin mensejahterakan pemilik, tapi juga mensejahterakan pihak-pihak yang terlibat, seperti konsumen, supplier, masyarakat sekitar, investor dan tentu yang terpenting: karyawan.

Mengapa saya bilang karyawan yang terpenting dibanding sederet partner bisnis yang disebut sebelumnya? Hal ini sesuai dengan peraturan Undang-undang, di mana saat perusahaan pailit (bangkrut) maka kewajiban utama yang harus dibayar adalah membayar gaji karyawan.

Lalu, seberapa penting peran karyawan dalam bisnis kita?

Karyawan adalah nyawa perusahaan.

Ha? Saya nggak salah ngomong nih? Bagaimana mungkin karyawan adalah nyawa perusahaan?

Well, ketika bisnis kita berjalan baik, dan perusahaan terus berkembang, sudah pasti owner tidak akan bisa mengurus semua urusan perusahaan sendirian. Saat itulah, dibutuhkan seorang (atau banyak) karyawan yang membantu owner mengelola perusahaan. Hal itu sudah sangat lumrah.

Masalahnya, seiring dengan berjalannya waktu, besar kemungkinan, karyawan (yang juga menjadi operasional setiap keputusan owner) akan lebih memahami apa yang harus dilakukan oleh perusahaan di kemudian hari. Entah dalam lingkup satu ruangan, satu departemen, atau bahkan satu perusahaan sekalipun, kemungkinan itu akan selalu ada.

Jadi, bisa dibilang karyawan memiliki peranan yang penting dalam bisnis.

Pernah dengar cerita karyawan yang keluar dari sebuah perusahaan lalu sukses mendirikan bisnis sendiri dengan model yang hampir sama dengan perusahaan tempat dia bekerja dahulu? Banyak sekali bukan?

Membahagiakan karyawan adalah sebuah prioritas dalam bisnis.

Sebelum membahas mengapa, mari kita tengok dulu, apa akibatnya jika karyawan tidak bahagia dan merasa tercukupi di perusahaan.

Jika karyawan memiliki masalah (terutama keuangan), dia tidak akan fokus pada pekerjaannya di perusahaan. Akibatnya banyak deadline yang melenceng. Atau bahkan, hasil kerjanya akan berada pada kualitas yang memprihatinkan. Kemungkinan terburuk, dia akan mencari pekerjaan sampingan. Kelelahan. Lalu sakit.

Kalau karyawan sakit, siapa yang rugi? Apakah karyawan itu sendiri? Mungkin iya, tapi perusahaan akan lebih rugi.

Karena itulah, perusahaan perlu memperhatikan kebahagiaan karyawan dengan baik. Sudah bukan rahasia lagi kalau kebahagiaan seorang karyawan akan memiliki pengaruh yang besar dengan produktifitas kerjanya. Di samping itu, bos mana yang tidak bahagia melihat bawahannya bahagia?

Bagaimana membahagiakan karyawan?

Well, tentu saja, setiap orang memiliki caranya masing-masing dalam membahagiakan karyawan. Jadi, saya hanya akan sedikit berbagi cara yang saya pelajari dari beberapa kenalan yang sudah pernah mempraktekkannya.

  1. Beri fasilitas yang cukup.

Bagaimanapun juga, kita tidak bisa menampik fakta bahwa sumber kebahagiaan adalah memiliki sumber daya yang cukup. Perusahaan tentu saja tidak akan bisa melakukannya. Tapi memberikan tambahan fasilitas yang memang diperlukan bukanlah mustahil.

Misal dia tinggal di Bogor, padahal tempat kerja adalah di Jakarta, beri dia fasilitas mobil. Misal dia diharuskan bisa menyetir mobil, beri dia fasilitas untuk ikut les menyetir. Misal dia butuh pinjaman uang, pastikan bahwa perusahaan memiliki fasilitas dasar untuk itu. Perkara nantinya akan cair atau tidak, tentu ada banyak faktor lainnya, hehe.

  1. Jalin hubungan personal dengan dia, seperti kenali keluarganya, sedikit tahu tentang kisah cintanya, atau ajak bicara dia tentang karyanya.

Semua orang pasti sama, ingin diwongke (dimanusiakan), jadi tak perlu ragu untuk menjalin kedekatan emosional dengan karyawan anda. Asal tidak sampai cinlok saja, hehe.

Menjalin kedekatan dengan keluarga karyawan tidak akan berdampak buruk untuk perusahaan anda. Pastikan juga, jika istri karyawan anda sedang hamil, anda tahu HPL (Hari Perkiraan Lahir) sehingga anda bisa menyiapkan izin untuk itu.

Kalau karyawan anda masih single, percayalah, anda harus tahu sedikit banyak tentang kisah cintanya. Dia pasti labil.🙂

Kalau karyawan anda memiliki karya di luar pekerjaan, misal dia menulis buku, blog, musik, atau suka melukis, dll, ada baiknya anda sedikit melihat dan memujinya. Terserah mau pujian jujur atau palsu, itu bukan urusan saya. :p

  1. Saat dia salah, tetap marahi, tapi beri solusi.

Namanya manusia yang bekerja, pasti ada salah-salahnya. Sebagai bos/manajer/direktur/owner anda memiliki kewajiban untuk menegurnya. Mengapa? Supaya dia tahu kalau dia salah. Tapi sebaik-baiknya teguran adalah teguran yang mengandung solusi.

Jangan bilang “terserah bagaimana caranya aku tidak peduli, pokoknya kamu harus bisa bla bla bla…”. Bilang saja, “lain kali kamu gini gini gini ya…” misalnya. Pokoknya teguran yang ada solusi akan membuat karyawan sadar akan kesalahannya.

  1. Puji hasil kerjanya, jangan suka mengaku-aku apa yang sebenarnya dari dia.

Salah satu sindrom terbesar seorang bos (yang masih punya bos lagi di atasnya) adalah suka cari muka, entah di hadapan bosnya atau di hadapan karyawannya (supaya wibawanya semakin terlihat). Nah, salah satu yang cukup sering kejadian adalah ketika seorang karyawan menyuarakan pendapatnya, dan kebetulan itu bagus, si bos tadi akan mengatakan, “Nah iya, saya juga mikirnya gitu.” Lalu melanjutkan kalimatnya seolah-olah ide bagus tadi adalah idenya.

Hal seperti itu akan membuat karyawan membenci anda seumur hidup. Biasanya sih gitu.

Yap, saya rasa segitu saja pendapat saya mengenai kebahagiaan karyawan yang harus anda (para bos) perhatikan. Saya yakin setiap manajer HRD ataupun owner memiliki caranya masing-masing untuk memajukan bisnis sambil membahagiakan karyawan. Jadi, selamat terus mencobanya. It’s worth it!

Artikel di atas saya buat dari berbagai sumber bacaan, obrolan, dan pengalaman, sehingga pastinya tidak sama plek dengan pengalaman sahabat semua. Selamat hari senin!

3 Komentar

Filed under Digital Strategist

3 responses to “Membahagiakan Karyawan, Elemen Penting dalam Bisnis

  1. Likeeee tulisan ini, lagi-lagi saya setuju sama tulisan kamu.

  2. Ahhhh, terima kasih! *Peluk*




    Peluk guling maksudnya :p

  3. Ping-balik: Musuh Terbesar Sebuah Bisnis/Startup Adalah… | Agfian Muntaha

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s