Adegan-adegan di Manga Ini Sukses Bikin Gue Mewek

blog post manga

Manga berantem yang lebih banyak berantem daripada cinta-cintaan, ternyata tetap bisa memberikan efek sedih yang luar biasa bagi gue. Bahkan, gue sampai nangis bombay dibuatnya. Apa aja adegan-adegan di manga berantem itu? Yuk mari.

  1. Naruto waktu Hokage ke empat harus kembali ke alam kubur.

 

Judul manga: Naruto Shippuden

Naruto udah tamat. Dan meskipun endingnya mengecewakan, tetep aja ada adegan yang menurut gue layak untuk diingat. Salah satu adegan paling memorable dari Naruto adalah ketika Minato (Hokage keempat, sekaligus ayah Naruto) yang dipanggil dengan jurusnya Orochimaru (Sial, gue lupa nama jurusnya) harus kembali ke alam kubur. Pada kesempatan terakhir, Naruto menggunakan untuk menitipkan pesan kepada Ibunya agar jangan khawatir, karena dia sudah gede sekarang. Dia sudah bisa mengurus dirinya, dan dia senang bisa bertemu dengan ayah dan ibunya.

Gue mewek. Karena dalam hati gue, gue juga pengen banget bisa ngomong ke Papi gue, kalau gue baik-baik saja, dan Papi nggak perlu khawatir sama gue.

  1. Recca waktu ngobrol dengan Reshin.

 

Judul manga: Flame Of Recca

Flame of Recca adalah komik jaman baheula yang sempat ditayangin di televisi nasional. Ceritanya tentang ninja-ninjaan gitu deh. Tapi berbeda dengan Naruto yang menggunakan alternate universe (dunia bikinan si pengarang), Flame Of Recca menggunakan background kisah nyata yang nyambung dengan sejarah Jepang. Istilah kerennya sih, alternate history. Ceritanya cukup bagus dan sangat disayangkan kalau lu nggak pernah nonton.

Dan ada satu adegan di mana Recca akhirnya tahu kalau Reshin adalah ayahnya yang dikutuk menjadi naga api kesembilan karena gagal menjalankan tugasnya sebagai pemimpin desa Hokage. Dan adegan itu, bagi gue mengharukan banget.

  1. Haru Glory waktu akhirnya bertemu (dan langsung berpisah) dengan ayahnya.

 

Judul manga: RAVE

Komik RAVE ini juga keren bingit. Ceritanya menggunakan alternate universe tapi masih nyambung dengan agama yang ada saat ini. Bahkan, senjata andalan Haru Glory, si tokoh utama, bernama Ten Command Ments. Sampai sini udah tahu kan betapa religiusnya manga ini?

Haru berpetualang untuk mengumpulkan RAVE, dan dalam perjalanannya, dia akhirnya bertemu dengan ayahnya, Gale Glory, yang tidak pernah ditemuinya. Lalu mereka berdua bekerja sama untuk melawan King, kepala organisasi berbahaya yang juga merupakan sahabat dekat Gale Glory. Singkat kata, mereka akhirnya menang. Namun bangunan yang menjadi arena pertarungan harus runtuh dan Gale harus menjadikan tubuhnya tameng untuk melindungi Haru.

Akhirnya Gale meninggal.

Sebagai pembaca, gue merasa dipermainkan di sini. Baru aja gue ngeliat pertemuan mengharukan antara ayah dan anak itu, eh, tiba-tiba mereka harus berpisah lagi. Kampret.

  1. Adegan saat ayah Bossun diceritakan meninggal.

 

Judul Manga: Sket Dance

Sket Dance bercerita tentang masa sekolah yang penuh warna. Sket Dance adalah klub yang dibentuk oleh tiga orang bersemangat dengan visi untuk membantu siapapun yang punya masalah. Siapapun.

Berapa orang anggotanya?

  1. -____-

Ketuanya adalah si Bossun ini.

Nah, dalam manga itu diceritakan pula flashback bagaimana ayah dari Bossun akhirnya meninggal. Ceritanya kalau tidak salah bertepatan dengan hari lahir si Bossun dan saudara kembarnya. Pokoknya adegan itu membuat saya jadi sedih.😦

  1. Gohan saat beradu kamehame dengan Cell dan dibantu oleh Goku.

 

Judul Manga: Masak lu nggak tahu?

Nah, kalau manga yang ini pasti pada tahu kan? Kalau sampai nggak tahu, berarti masa kecil lu kurang bahagia. Kamehame aja nggak ngerti, gimana bisa ngelamar orang? *nggak nyambung, iya gue ngerti*

Gue ceritain dikit ya. Jadi sebelumnya Gohan bertarung dengan Cell. Awalnya dia hampir kalah. Tapi berkat energi marah yang besar, Gohan bertransformasi menjadi Super Saiyan 1 yang luar biasa kuat. Dia mempermainkan Cell. Goku memintanya untuk berhenti bermain dan segera menghabisi Cell selagi ada kesempatan. Tapi Gohan yang sedang terbuai kekuatan barunya, tidak mengindahkan perintah ayahnya itu. Dia beralasan Cell harus disiksa untuk membayar kejahatan yang telah dia lakukan.

Lalu, Cell mendadak bertransformasi menjadi bom besar yang siap meledak dan menghancurkan bumi.  Mau tak mau, Goku harus menggunakan kemampuan ‘berpindah tempat dalam sekejap’ yang dimilikinya agar Cell tidak menghancurkan bumi.

Akibatnya, Goku mati, dan dia tidak bisa dihidupkan lagi, karena sudah pernah dihidupkan sekali dengan dragon ball. Gohan mengutuk kebodohannya, seharusnya dia membunuh Cell selagi bisa.

Tapi, ternyata Cell masih hidup dan memiliki kekuatan yang semakin besar. Akhirnya baik Cell dan Gohan harus beradu kamehame untuk menentukan pemenang pertarungan. Gohan terdesak dan hampir kalah. Tapi saat dia hampir kalah, Goku mengajak bicara dari akhirat dan menyemangatinya. Goku membesarkan hati Gohan. Mengatakan bahwa kematiannya bukanlah salah Gohan, dan Gohan tidak perlu takut.

Akhirnya, pada adegan paling mengharukan ini, Gohan, dengan dukungan penuh dari ayahnya, bisa mengalahkan Cell.

Sialan, gara-gara nulis artikel ini, gue mendadak mewek lagi. Cerita ayah dan anak di manga emang nggak ada tandingannya. Selalu menghangatkan.🙂

Kalau lu, ada nggak adegan di manga atau film yang sukses bikin lu nangis?

Tinggalkan komentar

Filed under Gag jelas

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s