Alasan QNB Jadi Sponsor Liga Indonesia

blog post qnb league

Akhirnya, setelah terkatung-katung nggak jelas nasibnya, pada Sabtu kemarin Liga Indonesia jadi juga digelar. Meskipun partai pembukanya akan lebih diingat sebagai peristiwa-mati-lampu-awas-tangannya-dijaga, tapi euforianya tetap terasa sampai ke daerah-daerah. Ingat ya, mati lampu bukan salah PSSI, tapi salah Panpelnya. PSSI tidak pernah salah.🙂

Nah, tapi justru cerita yang menarik perhatian masyarakat adalah nama Liganya yang aneh. Kok jadi QNB (Qatar National Bank) League? Kok nggak ada Indonesia-indonesianya babar blas? Iya sih, saya paham kalau itu karena QNB adalah sponsor utama dari Liga Indonesia. Tapi anehnya, ini kan Liga Indonesia, mosok nggak ada kata Indonesianya? Pertanyaan itu saya tanyakan pada teman saya, dan jawabannya adalah:

“Woo, dasar ndeso! Liga yang bagus itu justru yang ngga ada nama negaranya. Lihat aja Bundesliga! Mana? Ndak ada kan Jerman-jermannya? Terus Liga BBVA? Aku emang ndak tau singkatannya, tapi pasti ndak ada Spanyol-spanyolnya to? Terus, Liga paling kaya di dunia, Liga Inggris aja namanya Barclays Premier League. Ndak ada embel-embel Inggrisnya. Makanya apa-apa itu jangan lihat dari kacamata lokal. Kita itu sudah hidup dalam global village, jangan ndeso gitu.”

Meskipun agak dongkol karena dibilang ndeso sama teman saya yang bingung cara njeglekke kursi mobil biar bisa dipake tidur, tapi saya cukup setuju sama pendapatnya. Kalau tiga liga dengan nilai koefisien tertinggi di Eropa saja nggak pake nama negara, kenapa Indonesia mesti bingung?

Bahkan, kalau saya ingat-ingat lagi, olahraga kita justru lebih bersinar kalau nama kompetisinya nggak ada embel-embel Indonesia-nya.

Di cabang olahraga basket misalnya. Dulu waktu namanya IBL (Indonesian Basket League) nasib kompetisi basket nasional kita mengenaskan. Disiarin TV, ratingnya kalah sama Cinta Fitri. Tiket dijual di stadion, penontonnya sepi. Utang dari panitia menumpuk, pemain basket yang ganteng nggak tereskpos media. Sedihlah pokoknya.

Tapi begitu diganti jadi NBL (National Basket League), langsung deh, manteeep! Nggak disiarin TV, nggak masalah, banyak yang streaming. Penontonnya mbludak sampai antri mau pipis aja lama. Pemain-pemain basket yang ganteng pun mulai disepikin sama followernya Zarry Hendrik.

Basket kita sekarang membahagiakan.

Nah, mungkin PSSI sebagai organisasi yang paling cakap di Indonesia, merasa perlu membuat perubahan yang sama. Digandenglah salah satu Bank terbesar di Timur Tengah, yaitu QNB. Tentu saja QNB tidak ragu bekerja sama dengan PSSI. Secara, PSSI dikenal sangat manut dengan aturan Internasional. Bahkan tak segan-segan mengatakan bahwa sepakbola itu milik FIFA, bukan milik masyarakat.

Sudah ah, jangan bahas PSSI yang isinya orang-orang merakyat, berhati malaikat dan suka bagiin coklat lagi. Mari kita omongin QNB-nya saja. Kenapa kok bisa-bisanya QNB yang menjadi sponsor Liga Indonesia? Padahal kan sepakbola Qatar lebih maju dibanding Indonesia, Bank ini juga kayaknya nggak tenar-tenar banget di Indonesia, kalah jauh dibanding Bank-bank Malaysia. Terus kok QNB yang jadi sponsor?

Jawaban dari pertanyaan di atas sebenarnya sudah didapatkan oleh Eric Weiner dalam bukunya “The Geography Of Bliss”. Buku itu menceritakan perjalanan Eric ke berbagai belahan dunia untuk menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

Tentu saja, salah satu negara yang dikunjunginya adalah Qatar.

Di Qatar, muncullah pertanyaan-pertanyaan bodoh dari Eric tentang kebiasaan orang Qatar. “Mengapa orang Qatar memilih hidup mewah dan menghabiskan hari-harinya di Starbuck?” atau “Mengapa orang Qatar suka sekali membeli mobil mewah dari Eropa dan Amerika?” atau “Mengapa orang Qatar suka sekali membeli lukisan mahal zaman pertengahan dengan harga selangit?”

Kenapa saya bilang pertanyaan bodoh? Karena sama seperti pertanyaan saya tentang QNB yang mau-maunya menjadi sponsor Liga Indonesia, pertanyaan Eric dapat dijawab dengan satu jawaban singkat:

Karena orang Qatar bisa. Sanggup. Mampu. Titik.

Tinggalkan komentar

Filed under Football

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s