Tips Mendaki di Musim Hujan

blog post tips mendaki di musim hujan

Artikel tentang tips mendaki di musim hujan ini merupakan parafrase dan pendalaman saya dari tweet akun @infogunung beberapa waktu yang lalu. Saya mencoba memperkuat tips-tips yang diberikan oleh @infogunung dan followernya dengan memberikan pic-pic yang (semoga) akan memperjelas. Dan karena tweet bersifat sporadis, saya mencoba menyambungkannya dalam satu benang merah yang (lagi-lagi semoga) akan membuat teman-teman lebih mudah dalam mengurutkannya.

Jadi, ceritanya beberapa saat yang lalu saya kemping di dataran tinggi gitu. Lalu terjadilah hujan yang sebenarnya tidak terlalu besar, tapi sudah cukup untuk membuat tenda kita bocor. Kejadian yang tentu saja membuat saya dan teman meringkuk lemah di tenda sambil memandangi air yang mulai menggenang di dalamnya. Saya takut.

Beberapa saat yang lalu, saya juga mendengar kabar adanya korban meninggal di Gunung Gede. Dan dari cerita salah seorang teman yang pengetahuannya tentang naik gunung sudah seperti wikipedia, proses kematian itu sama sekali tidak terasa, karena korban waktu itu sedang duduk-duduk ngobrol, lalu tiba-tiba meninggal karena kedinginan!

Dari dua kejadian itu, saya sadar, persiapan yang benar untuk mendaki di musim hujan bukan sekedar gaya-gayaan, ini masalah nyawa!

Dan kebetulan beberapa waktu lalu akun twitter @infogunung membuat hestek yang menarik, #TipsMendakiMusimHujan yang lumayan banyak percakapannya. Saya tertarik dan banyak mengetahui hal baru dari situ. Mulai dari tips-tips teoritis tapi penting, sampai pada tips praktikal yang sangat empiris. Dari situ, saya mencoba mengejawantahkan tips-tips yang masih tersebar itu di dalam artikel ini. Semoga bisa bermanfaat.

Lalu apa saja tipsnya? Cekibrot.

Dari segi persiapan carrier

Saya sengaja menuliskan persiapan dari segi carrier sebagai poin pertama. Karena menjaga carrier dan barang bawaan di dalamnya tetap kering adalah hal yang penting. Percuma kita membawa banyak peralatan canggih tapi pada akhirnya basah dan menjamur saat berada di dalam carrier.

Oke, inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mendaki di musim hujan dari segi persiapan carrier:

  1. Pastikan kamu sudah mempersiapkan casebag, cover, ataupun plastik untuk menutupi carrier. Jangan sampai ketinggalan.
cover carrier

Plis jangan liat mbak-mbak unyunya. Liat tasnya. Nah, yang biru-biru itulah yang kita sebut dengan cover. Sumber gambar.

  1. Taruhlah jas hujan di deretan paling atas Kamu tidak mau harus membongkar ini-itu saat hujan mulai turun. Selain keburu keujanan, juga akan membuat barang bawaanmu basah.
  2. Kalau bisa, setiap alat yang kamu bawa (nasting, kompor, logistik, dll) dimasukkan dalam plastik bening dulu sebelum masuk ke carrier.

Dari segi persiapan tenda

Seperti cerita saya di atas, tenda saya bocor waktu hujan dan itu sangat menyiksa. Untunglah setelah itu saya mendapat tempat mengungsi bersama teman yang tendanya kosong. Dari situ saya sedikit-sedikit mendapat pelajaran tentang mencegah tenda bocor. Apa yang saya pelajari itu saya gabungkan dengan tips yang saya dapatkan dari @infogunung, dan inilah tips yang bisa saya berikan:

  1. Kalau bisa, test run dulu tenda kamu sebelum berangkat. Misalnya kamu dirikan di halaman belakang rumah, terus kamu siram pake selang. Tembus nggak? Semoga nggak.
  2. Model, merk, dan harga tenda sialnya sangat berpengaruh di sini. Jadi jangan salah pilih ya.
  3. Saat mendirikan tenda, usahakan cover tidak langsung menyentuh kain tenda, karena itu akan menyebabkan air merembes dan masuk. Pastikan ada jarak beberapa mili.
  4. Kalau menggunakan model tenda yang covernya bisa berbentuk “teras” (maaf saya nggak paham istilahnya apa, hehe), pastikan frame-nya benar-benar kuat sempurna, sehingga bentuknya benar-benar lancip dan tidak datar. Kenapa? Kalau datar, akan membuat air tidak mengalir dan tertampung, lalu lama-lama bocor. Teman saya pernah punya pengalaman framenya ringkih dan akhirnya bagian depan “teras” tenda pun bocor.

    Tenda musim hujan

    Lihat bagian yang saya beri garis tepi kuning itu? Ya, pastikan framenya bisa membentuk seperti itu, agar air yang jatuh ke sana bisa langsung mengalir. Sumber gambar.

  5. Usahakan membawa fly sheet, plester, atau lem G untuk menambal kalau-kalau ada yang bocor atau merembes.

    fly sheet

    Yang ngegantung di atasnya itulah yang kita sebut dengan fly sheet. Lihat juga jarak antara fly sheet dengan kain tenda. Fungsi jarak itu untuk mencegah air merembes. Sumber gambar.

  6. Kalau bisa sih bawa Sekop kecil. Fungsinya untuk membuat parit kecil di sekitar tenda, sehingga di bawah tenda tidak terlalu menggenang.
  7. Terakhir, kemarin dari pengalaman pribadi, ada teman yang membawa Thermal Bivvy. Dan itu enak banget! Anget gitu, enak buat kelon…. sama temen cowok. -___-

Dari segi barang bawaan

Setelah tenda, barang bawaan secara umum juga penting. Apa yang sebaiknya tidak digunakan dan apa yang sebaiknya digunakan? Mari kita cek bersama.

  1. Bawa baju ganti. Biasanya baju ganti tidak recommended dibawa saat mendaki di musim yang cerah. Cuma bikin berat. Tapi di musim hujan, percayalah, baju ganti bisa menjadi penyelamat nyawamu.🙂
  2. Bawa mantel atau payung kecil. Kalau mau naik gunung, lebih recommended mantel, karena dia lebih tahan badai dibanding payung. Tapi kalau mau camping santai, lebih enak payung. Dan kalau difoto juga lebih nyeni yang payung. Ah, tapi jangan terlalu mikirin lah itu foto-foto. :p
  3. Ponco dan Thermal Bivvy 

    Thermal Bivvy

    Inilah Thermal Bivvy yang saya bilang enak buat kelon tadi. Bisa buat lambaran tenda, bisa pula dijadikan seperti SB.🙂 SUmber gambar.

  4. Kanebo dan handuk kecil. Trust me, kamu bakal tahu kegunaannya saat hujan benar-benar turun.
  5. Gunakan jaket yang cocok, kalau bisa jangan yang bulu angsa.

  6. Bajunya pun kalau bisa yang jenisnya quick dry.
  7. Sepatu waterproof.
  8. Gaiter.

    Gaiter

    Jangan liat sepatunya, lihat kain yang ada di atas, itulah Gaiter. Selain di sepatu, ada juga model gaiter yang digunakan untuk leher sampai muka (seperti masker). SUmber gambar.

  9. Obat-obatan tentu saja. Penyakit yang biasa menyerang di gunung di musim hujan: flu, masuk angin, diare.

Dari segi persiapan fisik

Fisik gue taruh terakhir. Karena saat kamu sudah mempersiapkan hal-hal di atas, tapi ternyata kamu tidak memenuhi syarat fisik, sebaiknya kamu urungkan niat kamu dulu deh. Masih ada banyak waktu lain kali, Insya Allah.

  1. Pastikan fisik kamu sehat dan kamu tahu pengetahuan safety dasar dalam mendaki. Inget ya, fisik, bukan hati. Jadi kalau belum move on (seperti saya ini) jangan takut untuk mendaki.
  2. Perhatiin makanan. Saat suhu rendah (dan pasti akan rendah saat hujan) tubuh kita memerlukan kalori lebih.
  3. Kalau bisa jangan berhenti mengunyah.
  4. Berhentilah saat badai datang.

Yep, itulah tadi beberapa tips mendaki di musim hujan yang saya gabungkan dari pengalaman pribadi, cerita dan hikayat kawan-kawan, serta tips yang tersebar di @infogunung. Semoga dapat bermanfaat. Dan tetaplah memegang gunung dengan bahagia! Eh, maksud saya mendaki gunung dengan bahagia! Dan selalu jaga kebersihan gunung. Kalau kata teman saya, cukup tinggalkan kenangan di gunung itu, jangan tinggalkan sampah.🙂

#SalamSatuCangkir

NB: Oh iya, saya sengaja tidak memasukkan peralatan-peralatan umum dalam mendaki di sini. Bukan karena tidak penting, tapi saya berasumsi kamu sudah tahu. Karena di artikel ini fokusnya adalah hal-hal yang sebenarnya tidak perlu kita terlalu perhatikan saat naik gunung di musim kemarau tapi mendadak menjadi penting di musim hujan ini. Begitu.🙂

NNB: Saya minta maaf sebagian besar gambar saya ambil dari google, bukan dari hasil dokumentasi saya sendiri. Doakan saja saya segera punya barang-barang di atas supaya bisa saya ambil potonya, haha. Oh, dan tolong hargai usaha saya searching poto-poto itu di google, karena sekarang, saya harus ngekep dompet erat-erat.😐

19 Komentar

Filed under Tips dan Trik

19 responses to “Tips Mendaki di Musim Hujan

  1. bagus tipsnya. btw gaiter itu fungsinya buat apa ya?

  2. Belum bisa gue praktekin sih ya karena belum ada waktu dan biaya untuk mendaki gunung. Tapi gue jadiin materi aja sapatau ada orang yang ngajak gue untuk mendaki gunung nantinya.

  3. wah, saya juga belum move on tapi ttep bisa naik gunung dong?? hahaha..wah, pengalamannya asik banget dijadiin tips!! aku juga pingin bulan desember ini mendaki gunung Merbabu..tapi kayaknya bagi pemula level 0 kayak aku agaknya riskan juga ya…lagi ujan bingit pasti di sana…huft..mendingan kalo naik gunung pas musim kemarau aja, amaaan…iya bener ini masalah nyawa…

  4. Nurul Prayoga A

    wah, tengs inpo nya gan. bermanfaat bgt. wlw pun gue egak begitu paham istlah2 pendaki.

  5. Thanks Bro Alvino!😀

    Gaiter bisa berfungsi buat penghangat tambahan, buat menjaga pergelangan kaki dan leher tetap kering, ataupun juga melindungi bagian2 itu dari benda asing yang berbahaya (mis tanaman yang nancep2 gitu)

  6. Iya bro maembie, bisa dijadikan persiapan juga buat besok2 kalau mau naik gunung😀

  7. Hihi, iya kak Meykkeeeee, bisa banget! Dan iya, kalau belum yakin, mending tunggu sampai musim kemarau dulu. Sambil latihan olahraga tiap hari, biar badan bugar dan siap naik gunung besok! Hihi. Boleh lho ajak-ajak saya kalau mau naik Merbabu :p

  8. Siiip kak Nurul Prayoga! Sama2! Yuk mendaki!😀

  9. saya mau bkin komunitas blog di kota saya…
    minta tipsnya gan…
    http://yandisangdebu.blogspot.com/

  10. Siiip, hla masnya dari kota mana? biasanya sekarang di tiap kota udah ada komunitasnya mas, tinggal ikut aja😀

  11. Kota Palangka Raya, disini belum ada mas.. lagi pula peminat blog juga sedikit…

  12. waw

    thermal bivvy itu bisa jadi pengganti sleeping bag atau sleeping bag didouble thermal bivvy?

  13. Makasih buat info pengalamannya bang..hahaha kocak ya tips nya ngelawak muluk jadi bikin salah fokus aja itu😀

  14. Hahaha, sama2 kak Zhaya. Selamat naik gunung!😀

  15. Ping-balik: Merawat dan Mencuci Perlengkapan Mendaki | Agfian Muntaha

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s