Cinta Biru

cute_apple_by_lovesumer-d3863om

Sedang jarang posting, semoga puisi ini bisa mengobati kerinduan kamu yang kangen dengan tulisan saya. Haha.

Oleh: Agfian Muntaha

Pagi ini terasa berbeda. Meskipun langit tetap saja mendung, seperti layaknya pagi-pagi di musim hujan lainnya, tapi tetap saja, ada warna biru yang mengintip di kejauhan.

Tak peduli seberapa banyaknya awan mendung yang coba menutupi, langit akan selalu kembali pada warna asalnya yang penuh kehidupan. Biru.

Tanyakanlah pada para desainer profesional, arti warna biru bagi mereka. Aku yakin, sebagian besar akan antusias untuk menjawabnya. Beberapa akan mengatakan tentang betapa mudahnya warna biru itu diolah dalam desain mereka. Beberapa lainnya mungkin akan berkata tentang betapa nikmatnya memadu padankan warna itu dengan warna lain.

Biru itu menentramkan. Biru itu tanpa batas. Biru itu membahagiakan. Biru itu kamu.

Maafkan aku yang dengan lancang menyamakanmu dengan warna biru. Jangan berpikir itu berarti aku membayangkanmu tiba-tiba muncul dengan kulit berwarna biru seperti mahluk di film Avatar yang keren itu. Jangan pula berpikir aku membayangkanmu mendadak menjadi fans SS Lazio, tim sepakbola berlambang elang dengan warna kebesaran biru langit.

Bukan, bukan itu maksudku.

Biru hanyalah perlambang tentang makna filosofis dirimu bagi hidupku. Biru adalah sesuatu yang istimewa untukku. Terlalu istimewa untuk dibandingkan dengan warna apapun. Namun, ketika disandingkan dengan kamu, biru tak lebih dari sekadar formalitas imajiner yang muncul di kepalaku.

Jadi, sekali lagi maafkan kelancanganku menyamakanmu dengan warna biru.

Tapi tahukah kamu, ketika berada dalam tingkatan formalitas imajiner bersamamu, warna biru yang sejatinya sudah istimewa, menjadi lebih istimewa lagi. Biru bukan lagi sekadar warna langit yang cerah, atau warna sungai yang bersih dari sabun-sabun cucian dan puntung rokok. Biru bukan lagi sekadar warna favorit para desainer grafis. Biru bukan lagi sekadar gabungan warna Cyan dan Magenta dalam kombinasi warna CMYK.

Biru menjadi sebuah kebahagiaan tanpa batas, ketika biru adalah kamu.

Kamulah cinta biruku…

Cinta yang tak mengenal batas cakrawala.

Kamulah cinta biruku…

Cinta yang menandakan kehidupan dan desahan nafas tanpa balasan apapun jua.

Kamulah cinta biruku…

Cinta yang tidak akan pernah salah.

Izinkan aku mencintaimu dengan biru sebagai warna utamanya, karena, kamu tahu cintaku, kamu sangat cocok mengenakan syal berwarna biru muda yang saat ini melingkar di lehermu.

Yogyakarta, 2014

Tinggalkan komentar

Filed under Full fiksi

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s