Travel Guide: Gunung Api Purba Nglanggeran

WP_20140914_130

Yap, weekend kemarin gue baru aja naik ke gunung Api Purba, Nglanggeran, Gunung Kidul, selatannya Jogja. Jangan tanya sama siapa ya, kecuali kalau mau ngajak berantem.😐

Nah, karena gue seneng banget sama manajemen wisata yang ada di Nglanggeran, gue pengen cerita sama temen-temen. Tentang apa saja minus dan plusnya maen ke gunung itu, sehingga kemudian setelah ini temen-temen bakalan bisa jawab pertanyaan ini: “Apakah saya akan senang jika pergi ke Nglanggeran?”

Oke, jadi yang pertama, Nglanggeran adalah sebuah gunung kecil di selatan Jogja. Jarak tempuhnya dari kota sekitar 1 jam dengan kecepatan sedang. Jalan untuk ke tempatnya cukup lancar dan kondisinya baik. Bisa ditempuh dengan motor dan mobil, karena lebarnya cukup.

Di wisata gunung api purba ini, ada dua tempat wisata utama yang bisa didatangi teman-teman. Yang pertama tentu saja adalah bukit gunung api purba itu sendiri. Dan yang kedua adalah embung nglanggeran. 

1. Gunung Api Purba

Seperti yang sudah gue katakan di awal tadi, gunung ini cukup pendek. Tingginya hanya 500 mdpl (kalau gak salah) dan kemarin gue cuma menghabiskan waktu satu jam untuk naik sampai ke puncak. Emm, sebenarnya 1,5 jam sih. Soalnya gue nongkrong dulu di Gardu Pandang di tengah yang pemandangannya gak kalah sama Bukit Bintang.

Oh iya, biaya masuk tempat wisata ini cukup murah, hanya Rp. 20.000,- /2 orang dan itupun sudah termasuk biaya parkir.

Di tengah-tengah gunung, kita akan banyak melihat penunjuk jalan yang alay dan bikin ketawa garing sendiri.

WP_20140914_088

 

WP_20140914_096

WP_20140914_122

Untuk camping ground, di Gunung sendiri ada cukup banyak spot yang bisa digunakan. Bahkan, kalau mau, kita bisa mendirikan tenda di deket puncak. Dan tenang saja, di puncak gak dingin kok. Gak sedingin di gunung-gunung lain pada umumnya.

Untuk view? View dari puncak cukup bagus. Lumayan lah buat modusin gebetan.

Selain puncak, ada juga beberapa sensasi lain dari Gunung Api Purba. Gardu pandang yang pemandangannya gak kalah keren dari Bukit Bintang, Batu himpit yang jalannya sempit banget sampai berasa kayak mau kegencet batu, juga ada. Ada juga sumber mata air yang tidak pernah habis, yaitu comberan. Di sana suasanya mistis, dan kita harus menjaga kelakuan dan bicara kita. Perempuan haid juga dilarang masuk.

Dan FYI aja sih, jalan menuju Comberan ini menurut gue lebih susah dibanding jalan menuju puncak gemilang cahaya yang lumayan gampang. Nih liat aja fotonya.

WP_20140914_076

Gue keliatan macho kan? Iya kan?

2. Kebun Buah dan Embung Nglanggeran

To be honest, embung nglanggeran ini gak spesial-spesial amat. Bahkan, menurut gue gak beda jauh sama Embung Tambak Boyo di deket Jogja. Tapi emang, sebagai satu paket wisata di daerah Nglanggeran, mending kesempatan buat ke sini jangan dilewatin. View dari sini juga lumayan. Kita juga bisa ngeliat orang yang lagi pacaran di puncak gunung Nglanggeran dari sini.

Isinya sih standar, ada embungnya. Apakah embung itu? Setau gue sih embung itu semacam waduk gitu, tapi kecil. Jadi ya kayak danau buatan gitu lah, tapi kecil.

Nah, tiket masuk ke sini cuma Rp. 12.000,- aja, dan seperti biasa, sudah termasuk tarif parkir.

Terus, kok namanya ada kebun buahnya? Yaa, itu juga masih menjadi misteri buat gue. Karena setahu gue di sana gak ada buah apapun. -___-

Bagaimana cara menuju Tempat Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran?

Oke, gue ambil contoh kasusnya dari Jogja aja ya. Karena seperti kita tahu, ada 1000 jalan ke Roma, di Nglanggeran pun begitu, ada 1000 jalan ke situ. Dan untuk menghemat waktu, gue cuma akan nyontohin dari Jogja.

Pertama dari Jogja, bergerak ke Selatan sampai Ring Road menuju jalan Wonosari. Langsung saja menyusuri Jalan Wonosari. Setelah jalan cukup jauh dan naik turun, kamu akan bertemu dengan bukit bintang. Di situ pemandangannya bagus, tapi cuekin aja dulu. Kamu harus terus jalan.

Nah, nanti beberapa kilometer kemudian, akan ada plang penunjuk arah yang menunjukan arah ke Nglanggeran yaitu belok kiri. Ikuti plang itu, di dekatnya ada patung Tank, belok kiri lagi di situ. Setelah itu ikuti aja terus penunjuk arahnya. Kamu pasti bisa.🙂

Plus dan Minus Tempat Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran

Untuk kekurangannya:

Gunung Api Purba Nglanggeran ini menurut gue bukan tempat yang terlalu unik. Ada ratusan tempat lain seperti ini di Indonesia. Tracknya juga standar, gak terlalu ekstreme juga.

Untuk kelebihannya:

Manajemen wisata di Gunung Nglanggeran sangat Te O Pe Be Ge Te! Plangisasi yang super jelas, bahkan ada petugas tersendiri yang ‘mencegat’ pengendara motor dan memberitahukan jalan masuk pintu gerbang. Dan mereka tidak minta dibayar. Ya, Nglanggeran bebas dari pungli. Waktu gue mau bayar duit sama tukang parkirnya, mereka dengan santai bilang, “langsung ke loket aja mas.” Keren! Sumpah! *gak santai*

Selain itu, manajemen Nglanggeran juga berhasil memberikan sentuhan keunikan di dalam gunungnya. Gue pribadi jadi ngerasa gak boring gitu waktu naik ke gunung, karena adanya tulisan-tulisan yang lucu dan memberi semangat gitu. Mendadak, gue jadi ngerasa naik gunung sama pacar gue. *ngarep*

Plus, manajemen Nglanggeran juga menaruh banyak tempat sampah di gunung yang bisa kita manfaatkan. Wisata jalan, kebersihan jalan. Bahkan, mungkin tempat sampah yang ada di Nglanggeran lebih banyak dibanding tempat sampah yang ada di Malioboro! (ini maksudnya nyindir sih, :p)

Oh ya, ada satu lagi, Wisata Nglanggeran sangat murah. Biaya masuknya tadi paling cuma 10 ribu sama 6 ribu perak untuk di Embung. Nah, makanannya juga murah di sini. Gue beli di warung makan Padang, harga tehnya cuma Seribu perak! Kemarin gue makan nasi sama lele, sama kuah padang, sama Kopi Kapal Api. Habisnya berapa? 8000 perak aja guys. Harga yang sangat murah untuk tempat wisata, bandingin sama makan di Anyer yang kemarin bisa sampai satu juta. (Mending buat beli Xiao Mi lah yaw, :p)

WP_20140914_106

Lalu, apakah saya akan bahagia kalau pergi ke Gunung Api Purba Nglanggeran?

Well, kalau elu adalah seorang pendaki pemula atau pencinta alam yang sekedar ingin bersantai dan menikmati alam di akhir pekan, wisata gunung Api Purba Nglanggeran adalah pilihan yang cukup baik dan recommended. 

Tapi kalau elu adalah pendaki yang serius dan haus akan tantangan, maka naik gunung Nglanggeran bukanlah yang kamu cari.

Pertanyaannya, siapa elu? :p

Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran

Salam satu cangkir…

26 Komentar

Filed under Tips dan Trik

26 responses to “Travel Guide: Gunung Api Purba Nglanggeran

  1. jadi Xiaomi recommended gak? #salahfokus😀
    bisa naek angkot gak sih ke nglanggeran ini?

  2. Buahahaha, recommnded banget kak, hape china rasa iPhone😀

    Emmm, kayaknya gak bisa kak, soalnya di Jogja bisnis angkot sedang mati suri😦

  3. Kalo disodorin cerita hiking gini bawaannya seneng banget. Berasa terbang ke gunung aja, ya meskipun ke denger lebay sih ya. Eh gimana gimana tadi konsep kebun buahnya? Nama kebun bukan tapi gaada buahnya, motivasi nya apa itu! *ikutan ga Santai*
    Orang disana kayaknya kerja nya ikhlas yaa, biar Allah yg bales pahala kali menurut mereka. Keren banget tukang parkirnyaa!

  4. Kalo disodorin cerita hiking gini bawaannya seneng banget. Berasa terbang ke gunung aja, ya meskipun ke denger lebay sih ya. Eh gimana gimana tadi konsep kebun buahnya? Nama kebun buah tapi gaada buahnya, motivasi nya apa itu! *ikutan ga Santai*
    Orang disana kayaknya kerja nya ikhlas yaa, biar Allah yg bales pahala kali menurut mereka. Keren banget tukang parkirnyaa!

  5. Gunung api purba ya? Emang disana banyak manusia-manusia purbanya mas? Hahahaha

  6. Sering ke Jogja, cuma belum pernah ke sini. Boleh lah buat refreshing ntar ya sebelum naik ke gunung yang lebih tinggi di Sumatera. Hehe

    Terima kasih, infonya. Sangat recomended😀

  7. Ehh itu kenapa namanya comberan. Haha😀
    Itu disana gak ada tempat mandi gitu? Atau hiburan? Cuma lihat2 pemandangan ya?

  8. Giska:

    Hahaha, mungkin kebun buahnya baru ditanam Gis, haha😀

    Enggg, kayaknya tukang parkirnya digaji deh, tapi mereka gak ambil kesempatan buat ngambil untung yang gak halal gitu, auw😀

  9. Didie: Hahaha, gak ada, yang ada cintaku yang purba, *halah*

  10. Aisyah: Huwaaaaaa, ayo ke Jogja mbak, terus ke Kerinci! Haha!😀

  11. Erick: Haha, gak tahu juga,😀

    Ada kok hiburannya, musik (gitar, harmonika, dll) sama Bianglala…. tapi bawa sendiri dari rumah -____-

  12. Masnya yg pake kemeja kotak-kotak keren ya🙂

  13. seru banget. pemandangan nya juga asri ya bang. cuma modal 50.000 aja juga udah cukup banget.

    itu kenapa mau kecomberan segala bang? di kampung kan banyak wkaokwoa

  14. Sun: Iya, keren bingit, sayang masih jomblo :p

  15. Lutfie: Hahahahah, bukan Comberan yang itu woooooy! *gak sante*

  16. Kok, aq ga diajak sih masmblo?😦

  17. mynguan

    Super sekali mz Ian. Seorang pendaki gununk sedjati :’)
    Kapan2 ajaqin aqu donk mz. Plz mz, plz.

  18. Mas Manu kan sekarang susah diajakinnya😥

  19. Keren banget.. meskipun enggak terlalu suka jalan-jalan sih tapi kalo ada blogger yang nulis tentang hiking gini jadi pengen. Apalagi ngebayangin suasana di puncak yang katanya mas ini enak buat modusin gebetan. Wkwkwk…

  20. rizkyap

    Sepertinya kita memiliki hobi yang sama, yaitu menikmati indahnya alam dengan cara mendaki😀
    Tempatnyaa juga kereen. Walaupun cuma 500 mdpl, tapi suasananya enak tuh. Apa lagi tantangannya kayak di foto ituuu. Yang di nikmati kan perjalanannya, bukan tujuan hehee.
    Ini bisa masuk list gue, thank you bro.

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s