Sweter Cantik di Seberang Meja

did you ever love me?

Hai sweter cantik di seberang meja tempo hari. Bagaimana kabarmu hari ini? Aku bertaruh kamu pasti segar dan wangi. Kudengar pemilikmu suka mencuci di akhir pekan.

Hai sweter cantik di seberang meja tempo hari. Kemarin kaos hitam lusuhku berbisik padaku, katanya, dia tak sabar bertemu denganmu lagi. Kamu tahu apa yang kukatakan padanya? Aku bilang mungkin dia bisa bertemu denganmu minggu ini. Dia tersenyum senang. Aku tertawa dalam hati. Maksudku,aku tidak sebodoh itu. Aku tak akan mengulang kesalahan yang sama dua kali. Aku akan mengenakan pakaian terbaikku saat berjumpa denganmu, sweter cantik di seberang meja. Aku ingin tampil sempurna di depanmu. The best me.

Aku belum tahu cara untuk jujur pada kaos hitam lusuhku. Aku takut dia terpukul. Mungkin untuk sementara waktu akan kusimpan dia di bagian baju kotor. Mungkin satu atau dua bulan di sana akan membuatnya lupa tentangmu.

Meskipun aku tahu, melupakanmu nyaris mustahil.

Hai sweter cantik di seberang meja tempo hari. Maaf kalau aku terlalu lancang menyapamu sampai tiga kali. Padahal, mungkin kamu ingat padaku saja tidak. Tak apa, aku senang melakukannya perlahan-lahan. Masih terlalu banyak rahasia dan ketidaktahuan antara kamu dan aku. Dan aku masih tidak ingin ambil pusing. Aku masih nyaman, memikirkan hal-hal yang remeh temeh saat berada di dekatmu. Aku masih nyaman, memikirkan lelucon apa yang akan keluar dari kita saat bersama. Aku masih nyaman, berdiri di depanmu dan tak takut pada masa depan setelah ini.

Karena kamu tahu, saat bersamamu, waktu serasa berhenti.

Haha, aku tahu, kata-kata yang barusan terlalu picisan. Maaf kalau kamu risih. Tapi kalau kamu suka, bolehlah kamu ingat-ingat selalu.🙂

Hai sweter cantik di jok belakang toti waktu itu, kalau tidak sibuk dan berkenan, aku titip salam padanya ya. Katakan padanya, aku sedang terseyum mengingatnya.

Puisi fiksi tanpa makna ini ditulis saat koneksi internet di Cera sedang mati dan aku bingung mau nulis apaan.

Yogya, 4 September 2014

Di samping pak bos yang sedang berpikir serius…

6 Komentar

Filed under Full fiksi

6 responses to “Sweter Cantik di Seberang Meja

  1. Tunjukin dong sweter cantiknya😛

  2. Haha, namanya juga fiksi da, gak ada, :p

  3. Bolehkah aku meminjam sweter cantikmu? :’)

  4. Wih keren bro puisinya, btw siapakah pemilik sweater cantik itu …😀

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s