Kenapa Gue Tetep Nonton Film di Bioskop?

blog post movie theatre

Film bajakan bisa didapatkan di mana-mana. Nonton bisa di kamar sendirian, kapanpun ada waktu. Kalau capek, bisa dipause dulu, dilanjutin kapanpun elo mau. Kalau seneng banget, bisa ditonton sampai berkali-kali sepuas elo. Terus kenapa gue masih sering nonton di bioskop?

Gue gak mau munafik, gue sering banget nonton film bajakan. Selain link download film bajakan yang gampang banget ditemukan di google (plus bantuan koneksi kantor yang dewa abis), di Jogja juga ada beberapa titik keramat yang menyediakan ratusan (bahkan ribuan) file film yang siap kita copy sesuka hati. Bahkan, di tempat keramat di Jogja itu, gak cuma tersedia film barat box office, tapi juga film Thailand, Korea, Jepang, Mandarin, Indonesia, dan lainnya. Juga ada berbagai serial anime, drama Korea, bahkan serial Friends dan How I Met Your Mother pun bisa dicopy di sana. Gue pastikan, elo bawa hard disk satu Terra pun gak akan cukup untuk ngopi semua file yang tersedia itu. Dan setau gue, tempat keramat macam itu cuma ada di Jogja, muahahaha.

Tapi, sekali lagi, meskipun fasilitas untuk nonton film bajakan sudah tersedia sebanyak itu, tetap saja, sebulan sekali gue nyempatin untuk nonton film di bioskop Jogja yang harganya super mahal. Kenapa gue bilang mahal? Karena pada hari biasa, baik XXI maupun 21 menjual tiket dengan harga 35 ribu rupiah! Di Solo dan beberapa tempat di Jakarta yang pasarnya adalah menengah C dan B, biasanya harga yang dipatok adalah 25 Ribu rupiah. Bioskop Jogja itu mahal.

Ya, bioskop Jogja itu mahal, dan gue masih sering nonton di sana. Mengapa? Well, ini ada beberapa alasan yang membuat gue tetep nonton di bioskop:

1. Menghargai Karya

Salah satu indikator yang paling digunakan dalam kesuksesan sebuah film adalah: berapa banyak penontonnya di Teater. Dengan menonton film itu di bioskop, sudah hampir sama dengan membeli CD asli dari para artis, ataupun buku dari para penulis. Meskipun gue tahu itu gak seberapa, tapi bagi gue, itu adalah cara gue dalam memberikan penghargaan kepada para sineas (baik nasional maupun internasional). Makanya, sebelum nonton film di bioskop, gue akan selalu menyeleksi baik-baik, film seperti apa yang layak untuk gue beri penghargaan ini.

Makanya, gue jarang banget nonton film model Transformer yang sutradaranya pemalas (kenapa? Cari aja di forum-forum luar ye, :p) ataupun film Horor Porno yang bikinnya asal jadi.🙂

2. Atmosfir di Bioskop selalu beda

Dulu Pandji pernah bilang gini (parafrase): “Gue kasian sama orang yang bilang Stand Up Comedy itu gak lucu, tapi nontonnya cuma dari Youtube. Dia pasti belum pernah merasakan keseruan nonton Stand Up Comedy secara langsung dan merasakan asiknya ketawa bareng-bareng.”

Yap, itu juga berlaku untuk film. Menonton di bioskop dengan sendirian di kamar itu beda. Beda banget! Dengan menonton di Bioskop, kita layaknya nonton konser, kadang kita bakal merasa seru saat tertawa bareng-bareng sama ratusan penonton lainnya. Atau juga merasa bego ketika semua orang pada ketawa dan kita gak tahu kenapa.

Dan ketika gue nonton The Raid 2 kemarin, gue yakin gue bakal nyesel kalau sampai nontonnya di kamar sendirian. Karena efek dan make upnya keren gila!

Sedikit curcol, gue dulu pernah nonton Batman Rise of The Dark Knight lewat video bajakan versi CAM yang udah pasti ancur banget. Dan dari situ sampai sekarang gue nyesel banget, kenapa pertama kali nonton film sekeren itu harus lewat shitty version. 

Selain itu, dengan nonton di Bioskop artinya kita sudah memberikan uang dan waktu kita demi menonton sebuah film. Dan dari situ, kita bisa (dan berhak) untuk lebih kritis. Karena film yang buruk hanya akan membuang waktu dan uang kita, bukan begitu?

Hal itu senada dengan kata-kata salah satu motivator teman saya (parafrase): “Ketika kita datang ke seminar secara gratis, ilmu yang nyantol di otak kita tidak akan sebanyak jika kita sudah membayar dengan harga yang mahal. Bahkan walaupun materi yang disampaikan itu sama persis. Karena ketika kita sudah membayar, kita sudah mengeluarkan pengorbanan, sehingga kita akan lebih terpacu untuk memanfaatkannya sebaik mungkin.”

Kira-kira seperti itu deh.

3. Modus :p

Hahahahahaha, kalau yang ini sih sebenarnya alasan yang paling gue sukai. Tapi ya gitu, gue belum pernah ngelakuin lagi.😀

Jadi, gimana dengan elo? Lebih suka nonton di bioskop apa nonton di kamar?

1 Komentar

Filed under Freedom to speak

One response to “Kenapa Gue Tetep Nonton Film di Bioskop?

  1. Masalahnya bukan dimana tempat nonton filmnya, tapi dengan siapa kita menontonnya. Kalo kamu, udah terbiasa nonton sendiri ya mas? :’)

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s