Bagian-bagian Gunung Merbabu via Selo, Boyolali

WP_20140623 12

Tenang saja, saya tidak akan bercerita tentang perjalanan saya ke atas gunung Merbabu. Saya akan simpan cerita itu untuk anak-cucu saya nanti. Dan kali ini, saya lebih tertarik untuk sharing bagian-bagian dalam gunung Merbabu saja. Dan karena bagian-bagian yang harus dilewati di gunung Merbabu ini akan berbeda tergantung dari mana jalur pendakiannya, saya akan berbagi mengenai bagian Merbabu yang harus kita lewati jika kita mendaki dari Selo, Boyolali.

Perlu diketahui oleh teman-teman, bahwa jalur pendakian ke gunung Merbabu ada beberapa macam. Yang saya tahu sih ada 2, yaitu Wekas (Magelang) dan Selo (Boyolali). Tapi kemarin saya sempat ngobrol dengan pendaki lain, dan menurutnya, ada 3 jalur. Sayang, yang satunya saya tidak sempat mengingatnya, hehe.

Nah, untuk jalur Selo ini adalah jalur favorit saya. Karena Selo adalah ‘jembatan’ antara gunung Merapi dan Merbabu. Jadi saat sampai di Selo, kita masih bisa sedikit bergalau ria, mau naik gunung Merbabu atau Merapi? Iya, sekali-kali galau, biar seperti anak kekinian zaman sekarang.

Nah, dari Selo kita menuju Base Camp Merbabu yang seiring dengan perkembangan zaman, telah bertambah jumlahnya menjadi 3. Mau pilih yang mana? Pilih aja sih, gak usah mikir terlalu keras seperti milih suami. Yang jelas, untuk sampai ke base camp ini, kita masih bisa menggunakan sepeda motor.

Lalu, dari base camp kita harus mulai berjalan kaki ke gerbang masuk gunung Merbabu. Sebelum masuk, jangan lupa berdo’a dulu ya. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita di gunung kan? Siapa tahu, di atas nanti kita ketemu jodoh kita?

Gerbang masuk Merbabu dari Selo

Kalau jam kerja, biasanya ada ibu-ibu yang akan membantu kita membakar sampah yang kita bawa

Dari gerbang, kita akan berjalan beberapa kilo. Perjalanan pemanasan yang mengasyikkan, karena di sekeliling kita hanya akan terlihat pohon-pohon tinggi menjulang. Belum ada pemandangan indah di jalan ini, tapi udara segar? Pastinya.

Oh ya, hati-hati ada banyak pohon tumbang di jalan.

Setelah berjalan naik beberapa saat, mungkin sekitar 2-3 jam (dengan asumsi kamu banyak istirahat seperti saya, hehe) akhirnya nanti akan sampai di Batu Tulis. Tempatnya sekilas terlihat seperti Sabana, karena tanahnya yang lapang. Dan awalnya, saya juga sempat berharap itu adalah Sabana 1, tapi sayangnya bukan. Kamu bisa ngecamp di sana, atau memilih melanjutkan perjalanan.

Batu Tulis atau Pos 3 Merbabu

Namanya memang Batu Tulis, tapi plis, jangan nulis alay di batu yang ada di sana…

Melanjutkan perjalanan dari Batu Tulis akan sedikit sulit. Jalannya benar-benar naik dan kadang kita harus benar-benar ‘merangkak’ untuk berjalan. Perhatikan di mana kamu akan melangkah. Dan jangan lupa gunakan sentermu untuk melihatnya di malam hari.

Perjalanan naik itu akan sedikit berat (SEDIKIT?) dan jika kamu terus berjalan. pada akhirnya kamu akan sampai di puncak bukit yang kita sebut dengan… SABANA 1!

SABANA 1 (satu) Merbabu

Tempatnya dingin, namun jadi anget karena banyak pendaki lain yang ngecamp di sana…

Ya di Sabana 1 ini tempatnya cukup enak dan tentunya luas sekali. Menurut analisis saya, bahkan yang paling luas dibanding tempat lainnya. Di sini kamu bisa nge-camp, dan kalau kamu cukup puas, sebenarnya tempat ini juga bisa menjadi spot yang asik untuk melihat matahari terbit. Serius.

Oke, lalu melanjutkan ke perjalanan selanjutnya, setelah melewati (kalau tidak salah) dua bukit yang kamu naiki lalu turuni, akhirnya kamu akan sampai di… SABANA 2!

Sabana 2 (dua) Merbabu

Satu langkah menuju puncak…. Satu langkah buto maksudnya -_-

Di Sabana 2 ini tempatnya gak terlalu luas seperti Sabana 1, tapi sudah sangat dekat dengan puncak. Hal itu menyebabkan banyak orang ingin beristirahat di Sabana 2 ini. Yap, dari Sabana 2, kita hanya memerlukan satu perjalanan lagi untuk sampai di puncak Triangulasi.

Bagaimana untuk mencapainya? Mari menikmati tanjakan terberat dan terpanjang di Merbabu. Ya, saya yang lemah ini, kemarin memerlukan waktu sangat lama untuk menanjak dari Sabana 2 ke Puncak. Tapi begitu sampai ke atas, Worth it!

Pemandangan dari Puncak Triangulasi cukup bagus. Namun perjalanan kita tidak berakhir sampai di sana. Karena masih ada 6 puncak lagi menunggu. Meskipun, yang paling tinggi dari itu semua adalah puncak Triangulasi, tapi rasanya boleh juga dicoba untuk menjelajah puncak-puncak lainnya. 6 puncak lainnya dari Merbabu adalah:

 

  • Puncak I dinamakan Puncak Pertapaan / Watu Gubug (Jalur Kopeng).
  • Puncak II dinamakan Watu Tulis atau juga Puncak Pemancar (2.896 mdpl), karena di puncak ini berdiri tegak bekas pemancar radio relay (Jalur Kopeng).
  • Puncak III disebut Geger Sapi karena treknya mirip punggungan/punuk sapi (3.100 mdpl).
  • Puncak IV atau Puncak Syarif alias Puncak Prenggodalem (3.119 mdpl).
  • Puncak V disebut Puncak Ondorante (3.112 mdpl). “Ondo” yang berarti anak tangga dan “Rante” yang berarti rantai mengiaskan akan trek yang ada dengan hanya tipis sekali sehingga butuh kewaspadaan saat menuruni puncak ini dan disarankan untuk melepas carrier atau tas bawaan. Selain hanya berbentuk gigiran tanah, trek ini juga dihiasi dengan jurang dalam di kanan dan kirinya.
  • Puncak VI atau Puncak Kentheng Songo (Sembilan Lumpang/Tumbukan/Batu Cekung) yang seolah dipahat dan terisi air yang memiliki ketinggian sekitar 3.140 mdpl. Namun kenteng yang tersisa di puncak ini hanya 5 buah saja, 1 lainnya ada di pos sabana saat menuruni puncak tertinggi lewat jalur Selo dan 3 lainnya di bumi perkemahan desa Tuk Pakis.

Yup, dan yang paling tinggi adalah puncak Triangulasi, dengan tinggi 3142 mdpl.

Salah satu pemandangan dari puncak, yang tentunya ingin kita lihat secara langsung, kan?

Nah, itulah tadi beberapa bagian yang ada di gunung Merbabu. Semoga bermanfaat untuk teman-teman yang ada rencana untuk naik gunung Merbabu dalam waktu dekat ini.

Jika ada informasi yang salah, silahkan beritahukan ke saya. Hehe, maklum kemarin waktu berjalan setengah mau pingsan, dan sering berfatamorgana melihat gadis cantik seperti ini:

Fungsi payung

Makanya, saya tidak ingat semua detail yang ada. #Alesan

Oh iya, berdasarkan ngobrol-ngobrol, saya dapat informasi ini:

Jalur Wekas lebih enak dan mudah untuk didaki, tapi viewnya gak sebagus jalur Selo. Jadi silahkan mau pilih lewat mana.

 

 

4 Komentar

Filed under Sehari-hari

4 responses to “Bagian-bagian Gunung Merbabu via Selo, Boyolali

  1. duisoesilo

    wah bermanfaat bget buat referensi muncak nnti..klo pas naiknya enaknya jam brapa ya mas?

  2. Tergantung masing2 orang sih mas, tapi kalau aku pribadi sih, paling asik malem2 gitu mas muncaknya, jadi nanti dapat sun rise waktu di puncak, hehe

  3. Enaknya malam-malam aja kalo naik-naik ke puncak gunung. Karena bagus tuh bisa lihat bintang-bintang di langit dengan indah gak kayak dikota. Tapi masalahnya malam itu kan waktu istirahat yah. Takutnya kecapekan. Hehehe

  4. Hehe, setuju mas. Malam2 memang enak. Apalagi kalau sama istri/suami. Haha!😀

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s