Teori Topeng Busuk

did you ever love me?

Dalam setiap kisah percintaan, pasti ada fase di awal percintaan yang harus dilalui oleh semua pasangan. Dan bagi saya, saya lebih senang menyebutnya dengan istilah ‘topeng busuk’.

Dalam dunia cinta, entah itu pacaran atau pernikahan, kita tentu sepakat bahwa masa-masa awal hubungan adalah masa yang paling indah. Masa paling romantis. Masa di mana semua yang dilakukan pasangan terlihat benar dan mengagumkan. Mata kita tidak bisa sedikitpun mencari kejelekan dari pasangan kita. Perfect.

Dan sebenarnya, tidak hanya mata dan hati kita yang terbius oleh euforia cinta di awal ini. Perilaku kita pun secara sengaja atau tidak sengaja, sadar atau tidak sadar, akan ikut berputar mengikuti arus kesempurnaan hubungan ini.

Maksudnya?

Ya, dalam hubungan awal sebuah kisah cinta, kita pasti akan berusaha menjadi orang sempurna di mata pasangan. Dan entah kenapa, untuk saat itu, kita menikmati melakukannya. Contohnya: ketika kita tahu pasangan kita tidak suka orang yang merokok, dan kebetulan kita adalah perokok, maka kita pasti sangat bisa untuk menahan diri tidak merokok di depan pasangan. Contoh lain: dalam keadaan selelah apapun, kita akan dengan senang hati mengantarkan pasangan ke manapun dia pergi, entah naik motor, ataupun naik mobil, atau kalau perlu naik kuda, seperti capres yang itu tuh. Contoh lain: kita hampir pasti akan selalu berkata ‘ya’ setiap kali ada tantangan dari pasangan (atau orang lain) untuk melakukan hal baru dalam hidup. Adalah naluri manusia untuk terlihat keren di hadapan pasangan. Hal itu berlaku baik untuk cewek maupun cowok.

Keindahan-keindahan itu saya ibaratkan sebagai sebuah topeng. Topeng yang bagus tentu saja, karena menyenangkan untuk dilihat.

Masalahnya, seiring dengan perjalanan waktu, ternyata topeng itu makin lama makin busuk. Si pemakai semakin tidak tahan dan ingin melepaskan topengnya. Orang yang melihat pun mulai risih melihat si pemakai topeng yang terlihat tidak nyaman dengan topengnya. Akhirnya? Yap, topeng dilepas.

Hal di atas persis sama dengan kesempurnaan yang ada pada pasangan baru. Contoh pertama: lama-lama kita akan tidak risih dan malu lagi untuk merokok di hadapan pasangan. Contoh kedua: lama-lama kita akan malas untuk mengantarkan pasangan. Pilihannya ada dua, antara kita tetap mengantar tapi sambil menggerutu sendiri, atau memberikan kunci kendaraan supaya pasangan mengendarai sendiri kendaraannya. Contoh ketiga: kita mulai mencoba mengatakan ‘tidak’ dan ternyata itu membuat ketagihan dan kita menjadi semakin sering ngomong ‘tidak’ ke pasangan.

Topeng busuk ini bukanlah semacam kecacatan dalam hubungan, melainkan siklus yang saya percaya dialami oleh banyak pasangan dengan contoh kasus uniknya sendiri-sendiri. Ini alami dan tidak perlu ditakutkan. Yang jadi masalah adalah: siapkah kamu menerima pasanganmu ketika topeng busuknya dibuka? Itulah ujian cintamu yang sesungguhnya. Dan ingat, tidak ada waktu yang pasti, kapan topeng akan membusuk. Bisa jadi 3 hari, bisa jadi 30 tahun. Selalu persiapkan dirimu untuk cintamu, kawan…

Jadi jika kamu merasa pasanganmu berubah dan tidak seperti dulu lagi, mungkin saja dia tidak berubah, dia hanya kembali ke versi dirinya yang dulu, sebelum mengenakan topeng ketika menjadi pasanganmu.🙂

Disclaimer: Teori ini berasal dari pengamatan amatir saya dan beberapa pengalaman pribadi saya dan orang-orang yang saya tahu, jadi mungkin saja teori ini sama sekali tidak tepat menurut kamu. Gak masalah, no hard feeling. Dan seperti teori-teori ilmiah pada umumnya, selalu ada kemungkinan teori ini salah dan akan berkembang dengan anti-tesis lainnya yang menyertainya. That’s the fun part, dude.

 

1 Komentar

Filed under Hipotesis Bodong

One response to “Teori Topeng Busuk

  1. Bener juga, ya…. Pas masa PDKT, kita mati-matian ngalah supaya bisa jadi yg terbaik untuknya. Tapi begitu udah jadi, malah rasanya pengen selalu menang sendiri…. Susah ngalah. Duh…..

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s