Spanyol Perpanjang Kutukan Juara Dunia dari Eropa

wallpaper Mauro Candreva Lazio Midfielder Cool

Yap, kemarin Spanyol baru saja menelan kekalahan memalukan dari Chile dan dipastikan harus segera pulang setelah melakoni partai melawan Australia besok. Memalukan? Mungkin iya, bagi sebagian besar orang. Spanyol adalah tim juara bertahan yang tidak terlihat memiliki masalah sama sekali. Materi pemainnya masih jempolan, tak terlihat ada perbedaan besar antara Spanyol tahun 2014 dengan Spanyol 2008-2012, periode di mana mereka selalu menjuarai apapun yang ada di depan mata. Grup Spanyol pun sebenarnya tidak berat-berat amat, dibandingkan dengan Grup neraka: Itali, Inggris, Uruguay, dan Kosta Rika. Secara kasat mata, Spanyol seharusnya lolos mudah di grup ini.

Dengan fakta itu memang Spanyol sekilas terlihat memalukan. Tapi sebenarnya, apa yang terjadi pada Spanyol ini adalah hal yang biasa-biasa saja di pentas Piala Dunia. In fact, saya sudah bosan dengan fenomena ini. Fenomena yang saya sebut dengan kutukan juara dunia dari eropa. 

Maksudnya?

Jadi, kalau kita lihat, semenjak era milenium (tahun 2000 ke atas), semua juara Piala Dunia yang berasal dari Eropa selalu angkat koper lebih cepat pada Piala Dunia berikutnya. Secara spesifik: tidak lolos dari fase Grup.

Prancis pada Piala Dunia 2002 adalah juara bertahan yang masih diunggulkan. Dengan materi pemain mentereng seperti David Trezeguet, Thierry Henry, Zinedine Zidane, dll, seharusnya Prancis dapat lolos dari hadangan Uruguay, Senegal, dan… dan satunya lagi saya lupa. Tapi malangnya, ketika Piala Dunia mau dimulai, kondisi Zidane tidak begitu fit. Dan hasilnya? Seperti kita tahu, Prancis pulang lebih awal dengan kondisi yang sangat mengenaskan: tidak mencetak satu gol pun. Iya, mereka pulang dalam keadaan perjaka.

Lalu beralih pada piala dunia 2010, di mana waktu itu, Italia bertindak sebagai juara bertahan setelah menang secara dramatis di Final Piala Dunia 2006. Italia berada di grup yang tidak terlalu sulit. Tapi menjelang turnamen dimulai, mendadak kondisi Andrea Pirlo tidak fit, dan itu sangat mempengaruhi performa tim Italia secara keseluruhan. Hasilnya? Italia tidak dapat lolos dari fase grup, meskipun penampilan mereka sebenarnya cukup bagus… pada final 15 menit pertandingan terakhir. Saat itu Pirlo dipaksakan masuk.

Jadi, baik Prancis, Italia, dan sekarang Spanyol selalu bernasib sama pada Piala Dunia sebagai juara bertahan. Apakah masih mau berpikir Spanyol tampil memalukan? Mungkin mereka memang terkena kutukan.🙂

Btw, kok Inggris gak kena kutukan ini? Ya, kan syaratnya harus jadi juara bertahan dulu.😐

Tinggalkan komentar

Filed under Freedom to speak

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s