Teori Wanita Muda dan Nenek

did you ever love me?

Teori ini saya dapatkan dari serial TV terkenal di Amerika: How I Meet Your Mother, dengan sedikit modifikasi tentu.

Pernahkah kamu merasa benci sama orang lain, dan merasa aneh akan perasaan benci itu (dan utamanya, orang yang kamu benci itu memiliki jenis kelamin yang sama sekali berbeda denganmu), dan kemudian, dalam rasa bencimu yang menggebu-gebu itu, kamu berkata pada dirimu, bahwa kamu tidak akan pernah sekalipun memiliki perasaan kepadanya?

Well, dalam beberapa keterangan yang saya sering tidak sengaja baca, terdapat fakta bahwa ruangan di dalam otak yang digunakan untuk membenci sebenarnya berada sangat dekat dengan ruangan yang digunakan untuk mencintai. Dengan kata lain, iya, kita kadangkala susah untuk memahami perasaan kita, apakah kita membenci seseorang, atau sebenarnya kita mencintai orang tersebut.

Mungkin itulah alasan ilmiah kenapa dalam sebuah hadits saya pernah membaca bahwa Rasulullah SAW melarang kita untuk terlalu mencintai atau terlalu membenci, karena bisa saja, akan datang masa di mana hal yang kita benci akan menjadi hal yang paling kita cintai, atau sebaliknya.

Mungkin itu jugalah, alasan ilmiah dari kata-kata puitis yang sering saya baca dari tweet beberapa teman saya yang mengatakan bahwa: lawan dari cinta bukanlah benci, tapi pengabaian. Exactly, karena benci dan cinta terlalu tipis untuk dibedakan.

Hal ini sama seperti kita melihat gambar psikologi yang terkenal itu, gambar di mana kita seakan-akan melihat wajah seorang nenek yang menyeramkan dari samping, namun ketika kita melihat lebih lama, ternyata kita juga bisa melihat sosok wanita muda sedang membelakangi kita di gambar itu.

woman-Hag

Bisakah kamu melihat wanita muda dan nenek di gambar ini? Kalau tidak bisa, izinkan saya memberi petunjuk. Wanita muda: lihatlah lingkaran di tengah gambar (di bawah rambut) sebagai telinga, dan garis diagonal tipis sebagai garis dagu. Nenek: lihatlah lingkaran di tengah sebagai mata, dan garis diagonal tipis sebagai hidung. Kelihatan?

Artinya? Simpel, kadang kita merasa membenci seseorang, tapi pada kenyataannya kita mencintainya. Atau sebaliknya, kita merasa tergila-gila pada seseorang, namun pada kenyataannya kita justru membencinya, lebih dari yang kita tau.

Fakta yang unik dari teori ini adalah, ketika kita tahu ada dua kemungkinan wujud yang bisa kita lihat pada gambar di atas, maka kita akan mempunyai kemampuan untuk memilih, wujud apa yang kita lihat dari gambar itu. Apakah kita akan memilih untuk melihat nenek atau melihat wanita muda yang (mungkin saja) cantik?

Ya kawan, kita selalu memiliki kemampuan untuk memilih dan memahami, apa yang sebenar-benarnya kita rasakan. Hanya saja, kadang kita tidak cukup berani untuk memahaminya.

Disclaimer: Teori ini berasal dari pengamatan amatir saya dan beberapa pengalaman pribadi saya dan orang-orang yang saya tahu, jadi mungkin saja teori ini sama sekali tidak tepat menurut kamu. Gak masalah, no hard feeling. Dan seperti teori-teori ilmiah pada umumnya, selalu ada kemungkinan teori ini salah dan akan berkembang dengan anti-tesis lainnya yang menyertainya. That’s the fun part, dude.

2 Komentar

Filed under Hipotesis Bodong

2 responses to “Teori Wanita Muda dan Nenek

  1. Waktu semester 3/4 dikasih gambar2 yang hampir sama kaya gini, saking banyak nya sampe puyeng liatnya. Inti nya sih memang bukan gambar nya, tapi apa yang kita lihat dan dari sisi mana lihat nya.

  2. Hahaha, biar gak puyeng liat foto… ah, kamu tau lah fotonya siapa, :p

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s