Alasan

Fungsi payung

I

Aku benci diriku

Aku benci diriku yang lemah terhadapmu

Aku benci diriku yang membiarkanmu menangis di depan mataku

Aku benci diriku yang tak mampu memeluk erat tubuhmu, di saat engkau sangat membutuhkannya

Aku benci diriku yang tak bisa selalu membuatmu tersenyum

Aku benci diriku yang membiarkan kau pulang sendirian di tengah malam

Aku benci diriku yang melihatmu mencuci piring, namun tak membantu apapun

Aku benci diriku yang membiarkan engkau marah kepada orang-orang disekitarmu

Aku benci diriku yang mendengarkan keluh kesahmu di kantor, tentang bosmu yang cabul, dan aku tak bisa melakukan apapun untuk membantumu

Aku benci diriku yang tidak bisa memenuhi kebutuhanmu dengan baik

Aku benci diriku yang hanya bisa menggenggam tanganmu dan berbisik lemah kepadamu, saat engkau merintih berusaha melahirkan jabang bayi

Aku benci diriku,

Diriku yang tidak bisa menjadi sempurna untukmu, wanita pujaan setiap orang…

Untukmu, wanita yang mencintaiku

II

Aku suka kamu

Aku suka kamu yang lembut kepadaku

Aku suka kamu yang membiarkan aku menangis bebas di hadapanmu, melepaskan segala kegundahan di hati

Aku suka kamu yang selalu berusaha memelukku di saat aku butuh, meskipun tidak selamanya bisa engkau lakukan

Aku suka kamu yang menghargai senyumku lebih dari siapapun

Aku suka kamu yang mempercayaiku sepenuh hati, dan mengijinkan aku pulang malam

Aku suka kamu yang menemaniku mencuci piring, sambil sesekali memuji hasil kerjaku, pujian yang menguatkan aku

Aku suka kamu, yang selalu mengerti saat aku marah dan benci, dan membiarkan aku menumpahkan kemarahanku kepadamu

Aku suka kamu yang selalu tersenyum manis mendengar curhatku tentang orang kantor yang menyebalkan, bercerita padamu membuat kekesalanku berkurang

Aku suka kamu yang bekerja keras untuk memenuhi kehidupan kita, meskipun kadang masih tidak cukup

Aku suka kamu yang menguatkan aku di kala aku bertarung dengan maut demi anak kita, karena genggaman tanganmulah, aku tidak mau menyerah

Aku suka kamu, semua yang ada pada dirimu, semua yang kau lakukan…

Aku suka kamu,

Tapi bukan itu alasanku mencintaimu…

III

Ingin rasanya aku segera menyudahi ini semua,

Melepaskanmu, membiarkanmu bersama orang yang lebih baik,

Namun senyummu mencegah semuanya,

IV

Aku ingin selalu bersamamu,

Aku tersenyum karena kamu, untuk kamu

V

Kau membuatku sadar, betapa indahnya dicintai,

VI

Kamu,

Itulah satu-satunya alasan aku mencintaimu…

Ya, kamu

Sleman, 22-6-2013

1 Komentar

Filed under Full fiksi

One response to “Alasan

  1. *kasih tissu*😛

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s