Nikah Muda Lebih Menguntungkan?

ian siluet

3 hari terakhir, saya berusaha untuk menulis puisi. Hasilnya nihil, saya tidak dapat menuliskan satu puisi yang memuaskan saya. Mungkin karena saya jarang galau akhir-akhir ini. Mungkin karena rasa cinta saya tidak membuncah seperti tahun lalu. Mungkin karena saya terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan. Tak apalah, pada dasarnya saya memang bukan orang puitis, hanya dramatis saja.

Oke, yang saya tulis di atas itu tidak penting sama sekali.

Saya cuma mau cerita dikit, tentang perbincangan dengan seorang senior kemarin. Jadi, entah dari mana datangnya, dia tiba-tiba cerita tentang biaya rumah tangga, terutama biaya pendidikan anak.

Jadi dia cerita, biaya pendidikan anak itu semakin lama semakin gila. Dan jika dihitung dengan umur kita, rasanya mustahil kita bisa membiayai pendidikan anak kita.

Sekarang gini contoh kasusnya: kita baru punya anak pada usia 30 tahun. Jadi, kemungkinan 18 tahun lagi, anak kita akan kuliah. Artinya pada usia 48 tahun, kita harus membiayai kuliah anak kita yang biayanya sulit untuk diprediksi. Anggap aja kenaikannya adalah 10 kali lipat, jika sekarang biaya kuliah saya satu semester 2 juta, maka besok adalah 20 juta. Kalau rata-rata selesai 5 tahun, berarti sampai usia 53 tahun biayanya adalah 200 juta! Itu baru biaya pendidikan, belum yang lain-lain. Dan ingat, itu baru anak pertama, bagaimana kalau ada anak ke 2, 3, dan seterusnya? Nanti kasusnya bisa seperti saya, kuliah tepat ketika orangtua pensiun.

Dan percayalah, kuliah mengandalkan uang pensiun orangtua adalah penyiksaan batin yang berat.

Awalnya sih saya ketawa  ngobrolin hal itu. Namun makin dipikir, makin pusing juga kepala ini. Bisakah saya menyekolahkan anakku nanti?

Kesimpulan kecil dari obrolan ini adalah, nikah muda memiliki keuntungan tersendiri. Nikah muda memang susah di awal. Pekerjaan belum mapan, tabungan belum banyak, masa muda jadi terasa hilang begitu punya anak. Tapi, begitu memasuki fase kehidupan yang lebih tinggi lagi, ternyata nikah mudah jauh lebih menguntungkan dibanding nikah setelah mapan. Nikah di usia mapan memang enak di awal, tapi di akhir, bisa setengah mati.

Dari kesimpulan ini saya sadar, saya harus menikah maksimal di usia 26 tahun. Iya, saya paham sudah banyak wanita yang menunggu untuk saya lamar. Tapi sebagai seorang lelaki yang belum seutuhnya dewasa, saya mulai sadar, bahwa cinta terbesar seorang manusia untuk manusia lainnya, adalah ketika manusia itu sanggup memuliakan kehidupan orang yang dicintainya. Dan salah satu faktor untuk memuliakan adalah: materi.

 

6 Komentar

Filed under pendidikan

6 responses to “Nikah Muda Lebih Menguntungkan?

  1. Nggak hanya materi, kok, Kak🙂

  2. Banyak yang klise, Kak. Kalo genre teen, kaum cheerleader selalu jadi jahat terus idolanya nggak lain dan nggak bukan cowok jago basket. Kebanyakan juga masalahnya si lakon adalah anak yang dibully dan pengen jadi populer. Klise!

    Terus kalau genre sci-fi, yang bikin klise itu rumusan masalah di film yang sama sekali nggak menggigit-__- Solusinya juga paling lakon menang…(Kalo nggak bahagia bukan akhir namanya, ya xD)

    Genre romance–ehm–klisenya itu pasti ada kata-kata manisnya. Etapi ini ding yang bikin saya betah, hahaha!

    Kalo genre horor, klisenya amerika itu hantu yang bikin kaget. Bukan hantu bermake-up nyeremin(masuk kategori klise nggak sih kalo komen beginian?)

    Tapi, Kak… Masyarakat sepertinya sudah terbiasa dan memaklumi keklise-an dari setiap film deh. Lagian, sedikit banyak hal-hal kilse itu terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Jadi berasa punya ikatan, deh. Hahaha *Udah komenan panjang, ngaco pula. Mohon dimaafkan😀 *

  3. Agfian Muntaha

    Ruri: Hehe iya dek, kan aku bilang salah satunya, hehe😀

  4. Agfian Muntaha

    hahahaha, dan sepertinya anda salah kamar, wkwkwkwk,😀, tapi makasih komennya >.<

  5. Agfian Muntaha

    ahak ahak😀

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s