Adegan Klise di Film Hollywood

blog post 13

Pembahasan industri televisi sedang marak akhir-akhir ini gara-gara kemunculan petisi ‘hentikan YKS’ di change.org. Memang sih, kita ini selalu mengalami problem serius dalam dunia penyiaran. Sejak zaman dahulu aja, waktu radio pertama kali ada, sistem penyiarannya sudah bermasalah. Misalnya, sewaktu Jepang banyak mengalami kekalahan perang, pemerintah Jepang di Indonesia melarang radio didengarkan oleh rakyat Indonesia. Mereka tidak ingin ketahuan kalau negaranya sudah diambang kekalahan. Kalau bukan karena pemuda Indonesia (yang sejak zaman dahulu ternyata udah jago ngehack), maka siaran kemerdekaan di tanggal 17 Agustus pun tidak akan terdengar ke seluruh pelosok negeri.

Jadi, sudah sepakat bukan bahwa dunia penyiaran kita itu selalu bermasalah?

Kabar baiknya adalah, tidak hanya Indonesia yang mengalami masalah di dunia penyiaran. Di dunia, bahkan di Amerika yang konon merupakan kiblat dunia hiburan di balik layar, masalah seperti itu juga ada. Untuk dunia televisi, silahkan lihat Family Guy, yang di acara itu akan banyak menampilkan kritik terhadap acara TV di Amerika yang terlalu didominasi oleh Sex, Violence, dan acara pembodohan. Pokoknya lihat sendiri deh.

Banyak yang bilang hal itu terjadi karena industri televisi memang terlalu di-stir oleh rating dan iklan. Saya sepakat. Jadi mari kita bahas industri lain yang mirip-mirip, tapi seharusnya tidak terlalu mikirin rating atau iklan (karena pemasukannya berbeda) yaitu: FILM.

Yup, Film adalah industri yang besar di Hollywood. Setelah sempat menjadi sekedar propaganda perang pada masa Hitler, Hollywood di Amerika justru menjadi catatan sejarah yang cukup netral. Di lain hal, Hollywood sempat menjadi penyelamat ekonomi Amerika pada waktu krisis tahun… em, tahun berapa ya? Lupa saya. -___-

Intinya, hollywood sampai sekarang masihlah industri film terbaik dan terbesar di dunia. Jauh sekali dibandingkan industri di Indonesia.

Nah, tapi apakah Hollywood adalah master piece yang maha sempurna? Ternyata tidak. Ada banyak sekali kebodohan di dalam film Hollywood. Karena adegan klise dalam FTV Indonesia sudah sangaaaat banyak sekali disorot dan dibahas, saya ingin membahas tentang adegan klise dalam film Hollywood. Pesan saya hanya satu: bahwa Amerika tidak sesuperior itu, dan Indonesia selalu memiliki kesempatan untuk suatu saat mengunggulinya. Maju terus dunia pertelevisian Indonesia!

Sekarang mari kita bahas adegan klise dalam film Hollywood:

1. Penjahat selalu meleset tembakannya

Entah kenapa, premis ini harus selalu dibawa oleh setiap sutradara. Bahkan, sutradara hebat sekaliber Christoper Nolan pun tetap masuk ke dalam lingkaran setan ini.

sumber: memecenter.com

sumber: memecenter.com

Puluhan penjahat membawa senjata otomatis, menembaki satu jagoan yang berlari seperti tikus. Tidak ada yang kena. Si jagoan, seorang diri, membawa handgun, nembak sambil merem dengan posisi yang tidak sempurna, sekali nembak kena dua orang.

Keren kan? Lihat aja Die Hard, Expendables, Rambo, dan film-film action lainnya.

2. Penjahat punya kesempatan untuk membunuh jagoan, tapi milih ngomong gak jelas dulu. Lalu akhirnya si jagoan bisa membalikkan keadaan.

Dialog penjahat, kalau tidak salah itulah istilahnya di Hollywood sana. Lihat aja, dalam banyak film, si jagoan udah terdesak, terlentang tak berdaya. Si penjahat bawa senjata, berdiri gagah, dan tinggal butuh satu sentuhan pelatuk untuk membunuh si jagoan. Tapi daripada menembak si jagoan dulu, penjahat memilih untuk ngobrol sama jagoan. “Kamu gak berhasil bunuh aku, kayak bapakmu.” “Kamu masih belum berubah, tetap aja lemah,” dan dialog-dialog lainnya yang intinya adalah membuat si jagoan dan penonton makin benci sama tuh penjahat. Ntar kalo kita udah benci banget ama tuh penjahat, baru deh jagoan tiba-tiba gak lemes lagi, ambil senjata, terus bunuh tu penjahat. Klise.

3. Apapun planetnya, English bahasanya.

Lihat aja di film-film sci-fi yang memang laku banget di Amerika. Kita bakal ngeliat mahluk dari planet mana yang bisa bahasa Inggris. Gak semua sih, tapi kebanyakan gitu.

Contoh: Thor. Mereka itu orang dari alam lain, penjaga keutuhan 9 dunia, tapi bahasanya pake bahasa: Inggris. Pfft. Bro Thor, boleh tahu gak siapa penyair andalanmu di Ashgard? Diadu sama Shakespear jagoan mana?

Superman man of steel juga gitu. Satu planet isinya bahasa Inggris semua. Padahal di bumi, ada ribuan bahasa lain, dan di Krypton mereka pake bahasa Inggris? Gak kreatif amat.

4. Ending pelukan, lalu banyak orang tepuk tangan

weknowmemes.com

weknowmemes.com

Film action udah, film sci-fi udah, sekarang film genre cinta-cintaan deh.

Tau kan kalau di FTV Indonesia, ending pelukan adalah ending yang klise banget? Ternyata di Hollywood juga kebanyakan kayak gitu (kita emang kiblatnya di Amrik sih ya, hehe), tapi di sana jauh lebih parah. Untuk hal ini kita bisa sedikit berbangga.

Jadi di film-film hollywood seringnya endingnya adalah si cowok dan cewek akhirnya sadar kalau mereka saling jatuh cinta, lalu berpelukan di tempat ramai (bisa stadion, studio tivi, atau tempat umum seperti bandara dan stasiun), lalu orang-orang disekitar mereka yang mungkin gak kenal sama sekali sama mereka, tiba-tiba tepuk tangan. Lu kate ini opera sabun?

Bayangin aja kalau kita ngelakuin kayak gitu. Kita ngeliat ada dua kekasih bertemu, mereka sadar mereka saling mencintai, lalu mereka pelukan di pasar Senen. Kira-kira setelah melihat adegan itu, kita bakal ngapain?

“Minggir mbak mas, saya mau lewat bawa barang panas ini.”

“Alay! Sekolah dulu, terus nyari kerja dek, bukannya malah pelukan di sini!”

“Eh, eh, ini bukan muhrimnya, buruan lepas. Nikah dulu baru peluk-peluk.”

Mungkin itulah kalimat yang akan keluar dari mulut kita saat melihat ada orang pelukan di tempat umum.

Atau mungkin budaya Amerika emang gitu kali ya? Tiap liat ada orang pelukan di tempat umum, meskipun gak kenal, kasih aja tepuk tangan. Gak peduli mereka itu sebenarnya lagi selingkuh, atau gak direstui orangtua, yang penting kasih tepuk tangan aja dulu.

Hmm, untuk saat ini, mungkin itu dulu beberapa pendapat saya tentang kejadian klise yang ada di Hollywood, kapan-kapan saya sambung lagi deh, bukan adegan klise, tapi adegan gak masuk akal. Haha.

Inspirasi saya untuk membuat tulisan ini adalah channel di Youtube: Movie sins, cari aja. Dan kita akan tahu, bahwa semua film tidak ada yang sempurna. Tuhanlah Yang Maha Sutradara dalam membuat naskah kehidupan yang tidak klise.🙂

10 Komentar

Filed under Gag jelas

10 responses to “Adegan Klise di Film Hollywood

  1. Teguh Puja

    Beberapa film action memang seperti itu kayaknya ya.😀
    Die Hard. Expendables. Dua-duanya cukup sering pakai itu.

  2. Agfian Muntaha

    Hahahaha, tapi kita tetep senang ya mas? selama ada jeder-jedernya,😀

  3. Teguh Puja

    Kan justru itu yang mengikat kita agar tetap nonton. Hehe. Film action kalo gak ada jeder-jeder, nanti jatuhnya jadi film drama. :p

  4. iya banget nih!😀
    btw maunya kayak the lord of the rings dong ya, kaum Elf punya bahasa sendiri di film dan novelnya😀

  5. Agfian Muntaha

    mas Teguh: Haha, iya setuju mas!😀

  6. Agfian Muntaha

    Mbak Septi: Iya mbak, LOTR dari novel klasik soalnya, jadi lebih gak ‘cliche’ hehe

  7. kl soal acara TV di tanah air aku nggak byk ngeh deh😛

  8. Indonesia sebenarnya bisa lebih baik dari Amerika atau negara manapun. Kitanya aja yang harus mengubah perspektif bahwa orang-orang Indonesia nggak kalah dari negara manapun! *ini kok kayaknya komen OOT, ya. Hihihi*

  9. Agfian Muntaha

    Hahaha, streaming dong mbak dari Jerman😀

  10. Agfian Muntaha

    Yup! Kita bisa!

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s