Hal-hal Kecil di Masa Kecil

Hal-hal kecil di masa kecilKemarin saya dapet quote yang bagus sekali dari teman di FB. Quotenya bahasa Inggris, dan saya sulit untuk menuliskannya kembali. Daripada copas, mending saya parafrasekan ya, hehe. Intinya, quote itu mengatakan kalau 20 tahun mendatang, kamu akan lebih menyesali apa yang tidak kamu lakukan dibanding apa yang telah kamu lakukan.

Saya terpaksa setuju dengan quote itu.

Gara-gara quote itu juga, saya akhirnya menyadari, bahwa apa yang terjadi pada saya sekarang, terutama kebiasaan-kebiasaan saya, adalah hasil dari pengalaman saya di masa kecil. Meskipun tidak semuanya, namun ada beberapa hal kecil di masa kecil saya yang membuat saya menjadi saya yang sekarang. You are what you’ve done.

Ini adalah beberapa hal kecil yang kemudian membentuk kebiasaan dan pola pikir saya:

1. Saya tidak suka judi

Sumber : Deviantart.com

Judi itu seperti mencari sesuatu dengan mata tertutup. (pokoknya gitu deh, biar gambarnya kelihatan nyambung)Sumber : Deviantart.com

Dulu, saya adalah seorang tajos maniak. Kamu tahu apa itu tajos? Itu adalah semacam hadiah langsung dari snack Chiki yang dapat ditemukan di setiap bungkusnya. Bentuknya seperti kartu gambar, tapi bundar, dengan ujung yang bisa saling dikaitkan satu sama lainnya, sehingga memungkinkan kita untuk berkreasi dalam penggabungannya. Selain itu, karena bentuknya yang bundar, membuatnya dapat terbang dengan curve yang menawan jika kita lempar dengan benar. Selain itu, dengan teknik yang tepat, kita dapat pula menjadikannya roda yang berputar, sehingga dapat dijadikan balapan.

Saya suka ngumpulin tajos, dan saya berhasil mengumpulkan satu demi satu barang itu melalui membeli chiki setiap hari sampai terkumpul 60 buah. Saya sangat bangga dengan pencapaian itu. Bagi anak-anak di zaman saya, tajos adalah semacam harga diri dalam bersosial, kalau sekarang, mungkin sudah seperti follower di twitter kali ya? hehe.

Lalu, datanglah bencana itu. Karena terlalu percaya diri, saya ikut permainan tamplek gambar tajos. Permainan yang simpel, kita benturkan dua buah tajos dengan musuh kita, lalu biarkan tajosnya jatuh, lalu yang tajosnya jatuh dengan gambar terlihat ke atas, maka dia berhak mengambil yang tajos dari pihak yang kalah. Judi ala anak kecil.

In that game, i’m totally suck. Dari 60 buah yang saya miliki, pada akhirnya hanya tersisa sekitar 20an, saya lupa persisnya. Setelah itu saya pulang dan menangis di kamar.

Berkat kejadian pahit itu, saya memutuskan untuk tidak akan pernah berjudi lagi. Karena ingatan sakit saat kehilangan barang akibat dari berjudi adalah sesuatu yang sangat menyesakkan.

Alhamdulillah, sekarang saya terhindar dari yang namanya judi dan taruhan. Saya sama sekali tidak berpikir untuk ikut-ikutan taruhan bola seperti yang sedang ngetren saat ini.🙂

Pengalaman buruk di masa kecil ini, telah membentuk kebiasaan yang semoga baik untuk saya dan kehidupan saya beserta keluarga kelak.

2. Saya jijik (bukan takut ya, catet) sama tikus

oh my god!

mukanya udah kelihatan ‘njijiki’ belum?

Saya sama sekali tidak merinding saat melihat hewan seperti kecoa dan teman-teman sebangsanya. Namun begitu ada tikus datang, saya pasti langsung melompat. Tapi perlu diingat, saya tidak takut, saya cuma jijik. Penting untuk diingat.

Dulu sih saya sebenernya biasa aja sama tikus. Tidak ada ketakutan sama sekali. Bagi saya tikus tidak terlalu berbeda dengan kucing. And yeah, i damn love cat.

Namun, terjadilah peristiwa itu. Ayah saya membeli lem gajah untuk menangkap tikus. Dan lem itu berhasil menjalankan tugasnya. Beberapa tikus terjebak di sana. Dan saya merasa mendapat mainan baru.

Saya ambil sapu, lalu saya sodok-sodok tikus yang sudah tidak berdaya itu sambil tertawa-tawa. Awalnya terasa sangat menyenangkan. Namun, ada momen di mana saya dan tikus itu saling menatap. Saya melihat matanya, dan dia juga sebaliknya. Saya tidak tahu jenis hipnotis seperti apa yang dilakukannya, yang kemudian saya tahu adalah, saya merasa jijik (bukan takut) sama dia.

Endingnya saya muntah. -___-

3. Saya suka Lazio

Yang ini mungkin tidak terlalu mempengaruhi jalan hidup saya sih. Toh cuma tim favorit aja, gak penting-penting amat ini.

Yang jelas, saya suka Lazio karena dulu saya tidak begitu suka sepakbola. Saya kebetulan cuma suka nonton Highlight Lega Calcio yang ditayangkan RCTI setiap sabtu siang setelah Planet Football. Saya suka sama acara itu karena… ada Wulan Guritno! Hahahaha!

Kebetulan saja, pas itu Lazio sedang tampil bagus dan kemudian merebut scudetto di akhir musim. Saya pun kemudian memutuskan untuk menyukai Lazio. Sebuah keputusan yang tidak pernah saya sesali. Terimakasih mbak Wulan, btw, anak Mbak sama cantiknya sama Mbak, saya ikut bahagia, haha.😀

ratu kecil

Bukan, ini bukan Wulan Guritno. Ini gambar pemeran Nyi Roro Kidul di acara JJC 2011 kemarin. Sebagai bahan ilustrasi buat yang gak tahu cewek cantik itu kira-kira seperti apa :p

4. Saya takut bertamu ke rumah orang

Di waktu kecil saya, saya tidak pernah malu bertamu ke rumah orang. Saya bisa menghabiskan hari-hari saya hanya dengan bertamu ke rumah orang, yang bahkan di rumah itu saya tidak punya teman! Mantep gak tuh?

Tapi kemudian, terjadilah hal itu. Saya bertamu ke rumah orang yang sangat saya hormati. (Kita semua pasti punya orang yang paling dihormati dalam kelompok bermain kita di masa kecil bukan?) Saya ketok pintunya, lalu saya lihat dia membukakan pintu.

Ekspresi yang dia perlihatkan menakutkan saya.

Dia berkata, “Ian, ngapain ke sini?” (dalam bahasa Jawa). Gesturenya saat itu jelas memperlihatkan dia tidak suka saya berkunjung ke rumahnya. Namun, dalam sepersekian detik berikutnya, dia melirik ke dalam rumah, lalu terdengar suara dari dalam rumah yang menanyakan siapa yang datang. Seketika itu juga, wajahnya berubah dan lebih ramah. Akhirnya, dia membolehkan saya masuk. Ternyata suara itu adalah suara dari ibunya. Mungkin dia takut atau gimana, saya tidak tahu.

Setelah kita masuk, saya merasa seperti batu kerikil yang tidak dianggap. Yah, namanya juga tamu tak diundang, jadi ya gitu. Saat itu, dia sedang asik bermain game dengan temannya.

Saya sudah jelas memang salah. Saya tidak seharusnya sembarangan main ke tempat orang. Dan gara-gara pengalaman itu, saya sampai sekarang masih malu-malu untuk maen ke rumah orang. Atau mungkin ini hanya alasan saya saja? Haha.

Yang jelas, saya tidak akan malu-malu kalau ke rumah calon nanti kok. :p

Fungsi payung

Mbaknya malu ya? Kok gak mau lihat ke sini?

5. Saya (sepertinya) lebih sabar ^^

Haha, ini subjektif banget sih. Tapi sepertinya saya memang lebih sabar. Hahahahahaha!

Saya mendapat ilmu sabar ini dari pendidikan orangtua dan kakak-kakak saya. Waktu itu kita sekeluarga sedang belanja di salah satu mall di Solo. Lalu, saya sangat ingin dibelikan Jersey Lazio dengan nama punggung Nesta. I want it so bad. Dan orangtua saya dengan teguh menolak. Saya sudah sangat marah waktu itu.

Saking marahnya, saya sampai nangis kenceng dan gelesotan di pelataran mall. Bisa dibayangkan betapa malunya orangtua dan keluarga saya saat itu?

Kenyataannya, saya tetap tidak dibelikan apa yang saya inginkan saat itu.

Waktu berlalu, hingga akhirnya tibalah hari ulang tahun saya. Kemudian saya mendapatkan kado dari kakak saya. Jersey Nesta yang sama persis dengan apa yang saya inginkan. Senangnya hatiku.

Dari peristiwa itu, saya jadi merasakan sendiri konsep: “tidak semua yang kamu inginkan dapat terpenuhi, bahkan saat kamu berusaha sekuat tenaga sekalipun. (dalam hal ini, usaha terkuat saya adalah dengan menangis dan gelesota, memalukan, hehe)”

Gara-gara peristiwa itu, saya seharusnya sekarang cukup sabar apabila harapan saya tidak bisa terpenuhi semuanya. Seperti misalnya, emm, inginnya menikah sama kamu, #halah

Yup, itulah beberapa hal yang kecil yang cukup berpengaruh dalam hidup saya yang juga kecil ini. Kalau kamu gimana, ada gak hal kecil di masa kecil yang ternyata mempengaruhi hidup dan kebiasaanmu sampai saat ini?🙂

penjual es paling ganteng

Tetap sabar dan tersenyum meskipun dagangan enggak laku

 

8 Komentar

Filed under Sehari-hari

8 responses to “Hal-hal Kecil di Masa Kecil

  1. Teguh Puja

    Tajos. Hehe. Mainan masa kecil. Selain tajos, ada kartu-kartu lain yang biasanya dipake buat taruhan. :p anak kecil polos, emang dasar ya, sukanya main begitu

  2. Hal di masa kecil yang mempengaruhi… mungkin banyak. Salah satunya
    dari sd hobi beli buku diary, di isi buat curhat sama puisi-puisi. Sampe sekarang masih suka nulis puisi-puisi, walaupun gak bagus sih -_-
    Eh ngomong2 orangtua kamu bagus juga ya hahaha anaknya udah tantrum (nangis teriak2 sambil gelesotan di lantai kaya kamu) tapi tetap gak dibeliin. Good😛

  3. Yg kayak gini bukan? Ini copas😀. Quote-nya Jackson Brown “Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.”

  4. Agfian Muntaha

    haha, iya, dulu sukanya cuma ikut-ikutan aja. Kalau temen2 kita ngelakuin berarti itu halal! *polos maksimal*😀

  5. Agfian Muntaha

    iya sih, orangtuaku emang keren, dan sepertinya aku harus siap-siap kualat ngeliat tingkah polah anakku entar. haha

    Ahh, pinjem buku diarynya dong Fasya! Hahaha!😀

  6. Agfian Muntaha

    Huahahaha, benar sekali bang kalongan! Tulisanya banyak sekali, jadi cuma ambil intinya aja, haha😀

  7. Aku malah jijik karo kecoa e…. Klo liat tikus malah emosi. Piye jal?

  8. Agfian Muntaha

    nek ndelok aku pie? Dadi sejuk ra? Haha

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s