Tips Makan Murah di Tempat Wisata

walaupun makan daging mentah, tetap aja bersyukur dan makan dengan tersenyum :)

Siapa yang gag suka berwisata? Kita semua pasti suka maen-maen ke tempat yang baru, jalan-jalan, belanja, melihat pemandangan alam, dan tentu juga makan. Nah, makan di tempat wisata ini yang perlu dipikirkan baik-baik. Jika tidak, bisa-bisa kegiatan berwisata menjadi sebuah mimpi buruk yang selalu teringat oleh kita. Alih-alih bahagia dan puas terhadap tempat wisata yang sebenarnya indah, kita justru merasa dirugikan oleh sikap penjual di tempat wisata yang kadang seenaknya sendiri.

Ah, paling berapa sih uang yang habis buat beli makanan? Gag usah lebay deh mas.

Mungkin ada yang ingin bertanya hal itu? Sedikit cerita dari berbagai teman yang sudah mengalami ‘petaka makan di tempat wisata’, mungkin teman-teman akan kaget mengetahui fakta ini:

-Seorang teman berwisata di Solo, tepatnya di Keprabon. Dia membeli nasi liwet khas Solo. Isi dari nasi liwet itu kurang lebih seperti ini: Nasi rames/uduk, di tambah santen kental berwarna putih yang asin, ditambah sedikit suwiran ayam, serta sambal goreng sebagai penyegar nasi. Berapa harga yang harus dibayar? Rp.50.000,- Iya, anda tidak salah baca dan saya tidak salah nulis, harganya adalah Lima puluh ribu rupiah! Padahal, kalau anda bukan wisatawan, serta beli di tempat biasa, nasi liwet seperti itu bahkan bisa didapatkan dengan harga Rp.2000,- saja. Serius, saya gak bohong.

-Seorang teman sedang berwisata di Jogja. Dan seperti biasa, tempat yang digunakan untuk mencari makan adalah di Malioboro. Mereka melihat ada Dawet Ayu yang segar dan menggoda khas Banjar. Tanpa pikir panjang, mereka langsung membeli 3 gelas dawet ayu untuk mengobati rasa dahaga yang menyerang karena panasnya kota Jogja. Selesai makan, teman saya hendak membayar dan bertanya berapa total harganya. Tahu berapa harga yang harus dibayar? Rp.90.000,- Iya, sekali lagi anda tidak salah baca dan saya tidak salah nulis, harga yang harus dibayar adalah Sembilan puluh ribu rupiah. Artinya, setiap gelas dawet ayu berharga tiga puluh ribu rupiah. Keren banget ya? Padahal kalau kita beli dawet ayu seperti itu di depan rumah kita, mungkin harganya paling cuma seribu rupiah, atau paling mentok tiga ribu rupiah lah. Iya gak?

Itu baru dua contoh sederhana saja dari betapa kejamnya dunia kuliner pariwisata bagi yang tidak tahu caranya. Kalau mau cari contoh lain tentang tingginya harga makanan di tempat wisata yang dibanting, kita bisa menghabiskan waktu seharian penuh hanya untuk membicarakannya.

Jadi, semoga dari dua contoh di atas, anda dapat percaya, betapa bahayanya membeli makanan di tempat wisata tanpa ilmu yang benar. Kita harus tahu caranya, agar hal seperti itu tidak menimpa kita. Iya, kalau kebetulan kita bawa uang segitu, lha ini kalau kita backpacker yang hanya bawa uang hasil mecah celengan sama jual barang-barang mantan, mana bisa kita nebus duit segitu cuma buat makan satu kali? Iya gak?

Makanya, di kesempatan kali ini, saya ingin berbagi tips makan di tempat wisata. Ada 5 tips yang akan saya bagikan. Dan mudah-mudahan bisa membantu anda menghindari nasib sial makan di tempat wisata.

Dan inilah 5 tips makan di tempat wisata:

1. Jangan makan di tempat wisata.

Ini sebenarnya cukup simpel. Mengapa harga mahal satu faktor paling penting adalah karena dia berada di tempat wisata. Jika anda sedang tidak ingin beramal dan mencari makan yang murah, hindarilah tempat wisata. Carilah tempat makan yang berada di daerah kost mahasiswa kalau ada. Dengan begitu, harga yang diberikan pun tidak akan terlalu menohok.

Iya, anda tidak salah baca dan saya tidak salah nulis. Tips pertama saya meminta anda untuk tidak makan di tempat wisata. Makan di tempat wisata adalah pilihan terakhir bagi wisatawan, kecuali kalau kita memang memiliki tujuan kuliner di tempat wisata itu.

2. Jangan perlihatkan kekayaan anda pada penjual

Tips ini tidak berlaku untuk caleg yang ingin terlihat gagah atau untuk artis yang ingin terlihat eksis. Jika anda ingin terlihat kaya dan makmur, maka silahkan saja, jangan malu perlihatkan kekayaan anda. Namun jika anda ingin makan murah di tempat wisata, sebaiknya jangan perlihatkan kekayaan anda pada penjual.

Mengapa? Karena dengan melihat anda kaya, penjual makanan akan tergoda untuk meminta sedikit harta anda. Caranya? Tentu saja dengan membanting harga ke atas langit dan menjadikan anda harus merogoh kocek celana bolong anda dalam-dalam. Oke, kalau memang pada dasarnya anda kaya, hal ini mungkin bukan masalah. Namun, bagaimana jika anda terlihat kaya, padahal anda tidak benar-benar kaya? Nah ini masalahnya. padahal, seperti kita tahu, di dunia ini banyak orang yang berlagak kaya, padahal banyak hutang. Kemana-mana pakai mobil, padahal mobil pinjeman. Kemana-mana bawa pacar, padahal cuma selingkuuuu… Oke, kita kembali ke topik.

Ada banyak cara untuk tidak terlihat kaya di depan penjual. Salah satu yang paling mudah adalah, jika anda pergi ke tempat wisata menggunakan mobil (entah itu mobil sewaan atau hasil nemu di kali), maka jangan parkir mobil anda di dekat warung sasaran anda. Parkir yang agak jauh, lalu jalan dikit, dan makanlah di warung itu. Kalau perlu, jika anda memiliki tas carrier yang gede, bawalah ke warung. Bisa dipastikan, penjual warung justru akan kasihan melihat backpacker dengan muka melas seperti kita. Dan harga yang harus dibayar untuk makan di situ akan ditekan oleh si pemilik restoran. Lumayan.

Iya, anda tidak salah baca dan saya tidak salah nulis. Tips yang kedua yang saya berikan adalah agar anda bersikap low profile di tempat wisata. Bersikap sombong terhadap pencapaian anda selama hidup hanya akan membawa kesengsaraan di tempat wisata. Bersikaplah biasa. Bahkan kalau anda dapat lulus kuliah tepat waktu dan tidak terjebak skripsi, anda tidak perlu menyombongkannya di tempat wisata. Tidak perlu.

3. Tanyakan harga sebelum mengambil makanan

Biasanya warung makan di tempat wisata tidak memperlihatkan daftar harga dengan jelas. Paling cuma daftar menu, lalu daftar harganya ditipex atau di tutupi oleh lakban. Ini modus yang paling sering, dan harus kita hindari. Caranya? Tanyakan dulu harganya sebelum mengambil apapun, sebelum memesan apapun. Jangan malu. Tanyakan dulu. Dan Insya Allah, harga yang akan kita dapatkan nanti adalah harga yang normal.

Ya, anda tidak salah baca dan saya tidak salah nulis. Tips ketiga yang saya berikan  untuk anda adalah agar anda menghilangkan rasa malu anda di depan penjual. Ingat, yang dihilangkan adalah rasa malu, bukan… Ah sudahlah.

Oke, itu dulu tips yang dapat saya bagikan berdasarkan dari pengalaman makan murah di tempat wisata. Perlu diketahui, selain mempraktekkan tiga tips di atas, saya juga memiliki jurus andalan dalam belanja di tempat wisata.

Jurus itu adalah… pasang muka memelas.

Muka melas kayag belum makan tiga hari, belum tidur satu bulan, dan udah ngejomblo tahunan...

Muka melas kayag belum makan tiga hari, belum tidur satu bulan, dan udah ngejomblo tahunan…

Oke, semoga tips ini bermanfaat yah. Dadahhh!

Tunggu dulu! Tadi katanya mau ngasih 5 tips? Kok baru 3 tips aja udah kabur?

Oke, untuk yang itu saya memang salah nulis, atau anda salah baca. Hehe.

Tinggalkan komentar

Filed under Sehari-hari

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s