Rahasia Keadilan Tuhan

Beberapa waktu yang lalu, saya tergelitik dengan sebuah pertanyaan pemantik yang dilontarkan oleh teman saya, namanya Dimas. Well, sebuah pertanyaan yang menarik bagi saya, dia menanyakan tentang konsep adil menurut Tuhan itu seperti apa.

Pertanyaan itu mendapat banyak tanggapan, dan banyak perdebatan di dalamnya. Saat seseorang mengatakan bahwa keadilan itu adalah kesesuaian antara yang ditanam dengan yang dituai. “Apa yang engkau tanam, itulah yang akan engkau tuai.” Kurang lebih seperti itulah kalimat kerennya. Setelah mendapat jawaban itu, Dimas pun membalas lagi, “Jadi kalau si A belajar keras sebelum ujian, sedangkan si B belajar biasa saja sebelum ujian, lalu nilai si B lebih baik dari si A, itu adalah adil?” Hemm, susah juga ya.

Perdebatan terus terjadi, hingga akhirnya ada seorang teman yang menjawab dengan cukup baik, “Keadilan adalah RahasiaNya, tidak ada yang tahu selain Dia.” Menarik. Dan Dimas pun menyetujui kalimat itu.

Keadilan adalah rahasia Tuhan. Tuhan memiliki caraNya sendiri untuk menghitung kepada keadilan itu. Kita manusia hanya bisa menebak saja keadilan Tuhan itu, dan seringnya salah.

Memang, keadilan Tuhan adalah sebuah rahasia yang menarik.

***

Mario Balotelli, striker Italia berkulit hitam yang nyentrik, merupakan sebuah perwujudan sempurna anak bengal masa kini. Dengan kekayaan dan popularitas yang dimilikinya, dia seringkali berbuat hal bodoh dan tidak masuk akal. Seperti bermain kembang api di rumah sendiri dan hampir membakarnya, menabrakkan mobilnya di jalan, lalu ketika ditanya, mengapa dia melakukan itu, dia menjawab (parafrase), “Karena saya kaya.” Hemm. Dia juga beberapa kali terkabarkan sering mangkir latihan dan tertangkap kamera bermalas-malasan ketika latihan.

Namun prestasinya di sisi lain menjadi sebuah cerita berbeda. Saat ini, dia merupakan striker utama timnas Italia,Finalis Euro 2012 kemarin, sekaligus negara ke-2 terbanyak mengoleksi gelar Piala Dunia setelah Brazil. Dia juga tercatat tidak pernah sekalipun gagal mengeksekusi tendangan penalty. Sebuah prestasi yang menyilaukan mata kita tentunya.

Di sisi lain kita melihat Ricky Kaka, legenda AC Milan yang kini bermain untuk Real Madrid. Dia seorang penganut katolik yang taat, mencintai istri dan keluarganya, rajin ikut latihan dan terus bekerja keras untuk tim. Namun yang sekarang menimpanya adalah sebuah kisah sedih untuk sepakbola. Kaka bahkan kesulitan untuk mendapatkan tempat bermain secara reguler di Real Madrid. Banyak yang bilang, dia adalah bintang yang terbuang. Dia bahkan tidak lagi menjadi bagian dari timnas Brazil. Sebuah kisah yang menyedihkan untuk seorang dengan kepribadian sempurna seperti dia.

Lalu, dari kedua kisah di atas, dengan prestasi dan apa yang didapatkannya, apakah kita bisa melihat keadilan? Mungkin dalam hati kita akan bilang bahwa Tuhan sama sekali tidak adil. Bagaimana mungkin Balo yang pemalas dan suka seenaknya sendiri bisa terus-terusan menjadi bintang, sedangkan Kaka justru terpuruk di bangku cadangan Real Madrid?

Tapi Tuhan selalu punya rencana untuk hambanya. Dan kita tidak pernah tahu apa masa depan yang mungkin menimpa. Jadi, jauh lebih baik kita tetap berprasangka baik kepada Tuhan, dan percaya pada keadilanNya. Karena sungguh, otak lemah kita tidak akan sampai untuk mengetahui jalan Tuhan yang sebenarnya. Setidaknya sampai kita mengalaminya sendiri. Entah di dunia ini, atau di dunia yang lain.

Karena Tuhan itu Maha Adil…

Tinggalkan komentar

Filed under Freedom to speak

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s