Ihtisar Buku “Men Are From Mars, Women Are From Venus” Bab 2

Sifat dasar seorang cowok adalah menjadi tuan pemberes masalah, sedang wanita menjadi panitia perbaikan rumah. Dan itu sering menimbulkan ketidakcocokan.

Cowok terbiasa ingin menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa bantuan orang lain. Dan jika dia sedang menghadapi masalah, dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikannya sendiri. Sedang saat cowok menghadapi kesulitan seperti itu, si cewek sering membuat kesalahan dengan memberi nasihat tanpa diminta.

Misal, cowok lagi boncengin cewek di jalan menuju suatu tempat yang baru. Si cowok ternyata kesulitan mencari tempat itu dan beberapa kali tersesat. Di saat cowok sedang stress seperti itu, si cewek tiba-tiba bilang dengan halus dan penuh cinta, “Coba tanya sama orang aja yang…” sambil tersenyum. Tap bagi si cowok, kata-kata cewek tersebut berbunyi, “kamu sudah terbukti tidak becus untuk mencari tempat, berhenti pura-pura tahu dan segeralah tanya, tolol!” Karena sekali lagi, cowok ingin menyelesaikan masalahnya sendiri, dan terlihat mampu menyelesaikan masalah itu. Karena bagi cowok, itu adalah harga diri. Nasehat yang lembut dari cewek tanpa diminta, adalah bagaikan kata-kata yang menyakiti hati untuk si cowok. Hal itu juga berlaku untuk kritik yang tidak diminta. Sebaik apapun niatnya.

Sedangkan cewek berbeda, dalam menghadapi sebuah masalah, mereka mencari tempat untuk berbagi. Mereka tidak butuh pemecahan secara langsung dari masalah itu, tapi mereka butuh orang yang mendengarkan keluh kesah mereka. Nah, si cowok justru seringnya memotong cerita si cewek yang ingin berbagi tadi dengan menawarkan solusi masalah untuk si cewek. Si cowok tidak mendengarkan si cewek, si cowok hanya memberikan solusi. Karena bagi cowok, yang dipikirkan saat ada masalah adalah solusinya. Bagaimana cara menyelesaikan masalah itu jauh lebih penting. Sedangkan bagi cewek, sekali lagi yang mereka butuhkan adalah teman untuk berbagi dan mengerti mereka.

Misal, si cewek lagi banyak masalah dan begitu suaminya pulang, dia ingin berbagi. Dia cerita ke cowok tentang bagaimana keadaan ibunya yang sakit keras. Si cowok yang mendengar sekilas tentang masalah cewek itu langsung memberikan respon untuk tenang saja, dan berusaha menenangkan si cewek dengan menyuruhnya untuk tenang dan sebagainya. Si cewek tidak menyukainya. Karena yang diharapkan si cewek adalah si cowok mau mendengarkan dia sampai dia selesai bercerita.

Sebaiknya, saat cowok sedang berusaha menyelesaikan masalah dan tidak meminta bantuan dari si cewek, maka sicewek sebaiknya diam. Diam dan tunjukan bahwa kamu mendukung apapun langkah yang si cowok ambil dan percaya padanya. Hal itu akan lebih membuat si cowok percaya diri dan merasa dihargai.

Dan saat si cewek sedang bingung dengan masalahnya, maka si cowok sebaiknya mendengarkan dengan seksama. Bukan memberi solusi. Biarkan si cewek bercerita dengan seluruh hatinya dulu. Dan jika kemudian dia minta solusi, maka barulah saat itu kamu memberi solusi. Jika tidak maka diamlah.

2 Komentar

Filed under Sehari-hari

2 responses to “Ihtisar Buku “Men Are From Mars, Women Are From Venus” Bab 2

  1. emma oktaviana

    thanks ceritanya menarik…
    dan bener2 kayak ceritaku….

  2. terimakasih juga sudah berkunung mbak Emma😀

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s