The Petrichor

Hujan, selalu memberikan sensasi yang tidak dapat kita duga. Kadang kita merasa romantis di kala hujan turun rintik-rintik dan kita di dalam rumah. Namun ada juga masa di mana kita mengutuk hujan habis-habisan karena dia turun dengan deras di saat kita harus pergi ke suatu tempat. Bahkan, ada juga masa kita sama sekali tidak tahu bahwa hujan sedang turun dengan dahsyatnya. Misalnya saat kita sedang di mall. Namun apapun reaksi kita terhadap hujan, hujan adalah karunia ilahi yang membuat hidup manusia semakin berwarna.

Seperti yang tersebut dalam paragraf di atas tadi, hujan bisa datang dalam berbagai macam. Ada hujan rintik-rintik yang romantis. Ada hujan deras yang bombastis, ada pula hujan bada yang sadis. Hujan tidak pernah memiliki frekuensi yang sama persis. Hujan ya hujan, dengan segala sifatnya yang fluktuatif.

Tapi selalu ada yang khas dari hujan. Yaitu The Petrichor… 🙂

The petrichor yang saya tahu adalah sebuah aroma khas dari hujan. Anda pernah menciumnya? Aroma khas hujan yang menenangkan hati, membuat kita bernafas dengan lebih rileks, serta membuat jantung yang berdegup kencang menjadi lambat, dan santai. Ya, aroma khas di kala hujan, itulah The Petrichor.

Bagi sebagian orang, the petrichor itu sangat romantis. Saya sedikit banyak juga setuju tentang hal itu. The petrichor itu memberikan kehangatan di kala hujan. Banyak versi tentang asal muasal bau dari hujan itu sendiri. Pendapat umum mengenai the petrichor adalah bau itu berasal dari batu dan tanah yang terkena air hujan. Hingga kemudian memunculkan senyawa The petrichor itu sendiri. Namun ada juga pendapat yang mengatakan bahwa bau itu berasal dari pelepasan spora dari bakteri actinomyetes yang hidupnya di tanah lembab basah dan akan mati kalau tanah itu kering. Yang mana yang benar? Well, i don’t know…

Yang jelas, saat membayangkan the petrichor ini, memori saat bersama dia di dalam rintik hujan kembali menyeruak. Entahlah, mungkin itu hanya euforia sesaat saja, atau mungkin memang aroma hujan dapat memanggil kembali memoar-memoar paling romantis dalam hidup kita. Entahlah, hujan masih menyimpan misterinya untuk kita…🙂

Tinggalkan komentar

Filed under Sehari-hari

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s