Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung

Saya baru saja membaca berita yang menggelitik. Kejadiannya ada di Dubai, yang notabene merupakan negara islam dengan norma-norma islam pula. Jadi di dalam berita itu mengatakan, kalau ada sepasang turis yang bercinta dan beradegan mesum di dalam taksi, serta mabuk di tempat umum. Tahu apa yang kemudian terjadi pada mereka? Mereka divonis penjara 3 bulan dan akan dideportasi ke negara asalnya. Lucu bukan? Mengingat hal itu tidak akan menjadi masalah bagi mereka jika mereka lakukan di negara asalnya, Inggris dan Irlandia.

Memang dunia ini unik. Ada berbagai macam suku dan budaya yang saling tidak sama di dalamnya. Hal yang wajar dilakukan di satu negara, belum tentu wajar juga di negara lain. Bahkan rasanya terlalu naif jika perbandingan yang kita ambil adalah negara, yang sangat heterogen. Perspektif satu orang dengan orang lainnya saja juga bisa berbeda tentang suatu norma. Teman kita biasa melakukan suatu hal, bisa jadi kita tidak berkenan.

Contohnya saja kebiasaan minum dari botol. Mungkin ada orang yang suka langsung menenggak air dari botol dengan mulut botol menempel di mulut orang, ada yang suka menenggak dengan mulut tidak menempel, dan ada yang sama sekali tidak mau minum dari botol, selalu dituangkan ke dalam gelas. Biar elegan, biasanya sih gitu alasannya.

Apapun itu, memang perbedaan tidak dapat dienyahkan dari muka bumi. Mungkin satu-satunya cara menghilangkan perbedaan adalah dengan mengaktifkan genjutsu Tsukiyomi milik Madara Uchiha seperti dalam komik Naruto. Tapi itu tidak mungkin. Karena itu, daripada bingung membicarakan perbedaan, alangkah lebih baik kalau kita menyikapi perbedaan itu secara bijak? Bukan menyamakan yang tidak sama, tapi menghormati yang tidak sama. Menyenangkan bukan?

Dulu saya pernah mendapatkan satu istilah yang pas untuk menerangkan penghormatan ini, yaitu Equal Respect. Kalimat ini saya dapat dari Jerinx SID yang memang piawai dalam memadukan kata. Saya suka dengan istilah ini. Iya tidak penting memang saya suka atau tidak.

Ngomong tentang penyatuan perbedaan memang mudah, tapi prakteknya luar biasa susah. Ada banyak faktor -terutama dalam diri kita- yang dapat menjadi tembok penghalang untuk dapat melakukannya. Tapi apalah arti diri kita, jika ada dzat yang lebih berkuasa dibanding diri kita? Ya, Allah SWT.

Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan menjunjung langit di bumi tempat kita memijakkan kaki.

Kesimpulan dari tulisan ini adalah : jangan berbuat mesuk di dalam taksi, banyak hotel murah yang dapat anda sewa. *eh

Selamat pagi dan selamat berkarya.😀

Tinggalkan komentar

Filed under Gag jelas

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s