Curhat dan Semacamnya

Ya Allah, hari ini aku sadar, betapa lemahnya diriku, dan betapa hebatnya diriMu. Aku bukannya tidak tahu dulu-dulunya, hanya saja, sekarang ini semua terasa lebih  nyata. Dulu aku merasa lebih kuat, hebat, dan bertenaga. Namun sekarang semuanya terkesan sirna dan hampa. Ya Allah, aku lemah…

Ya Allah, Kamu adalah yang maha memiliki. Kamu memiliki langit, bumi, laut, bahkan sampai tiap tetes darah manusia. Sedang aku? Memiliki hati yang sabar saja sudah susah untuk menahannya. Aku ingin terus memelihara hati yang sabar itu, namun semakin sabar kurasa, semakin sakit kurasa pula. Aku memang tidak sekuat diriMu, yang maha sabar dan maha memaafkan. Memaafkan? Ya, aku kadang bisa, namun aku tak tahu seberapa tulus aku dalam kata maaf itu, hehe.

Ya Allah, Engkau maha memiliki, bahkan hati yang dapat berubah-ubah pun tidak akan bergeming tanpa ijin darimu. Karena itulah, Engkau pasti tahu, sebesar apa sebenarnya rasa cintaku. Apakah aku tulus? Apakah aku benar-benar cinta, atau hanya emosi sesaat yang terus kupelihara saja? Karena Engkau pasti tahu, aku bukan orang yang mudah melepaskan. Saat sesuatu sudah kudapatkan, akan kusyukuri itu, dan ku eman-eman. Makanya, banyak barang-barang dirumahku yang menurut orang sudah seharusnya dibuang, namun tidak dibuang. Karena aku terlalu mencintai barang-barang itu.

Ya Allah, Engkau pasti lebih mengenal ibuku daripada aku. Engkau pasti juga tahu, betapa rapuhnya beliau, betapa kecilnya hati beliau. Ya, hati beliau kecil, dan beliau mudah menangis, menangis di hadapanMu Ya Allah. Dan Engkau pasti tahu,  bahwa ternyata aku benar-benar anak dari ibuku. Karena aku juga sangat rapuh.

Atau ada sesuatu yang lain dari pemahamanku ini Ya Allah, yang maha tahu semuanya?

Ya Allah, aku selalu berdo’a untuknya setelah sholat, “jadikanlah dia bidadari surgamu kelak, berada di sisimu dalam keadaan sebaik-baik wanita. Jadikanlah dia wanita yang dicemburui oleh para bidadari surga saat ini.” Tapi Ya Allah, tuluskah aku dalam berdo’a? Apakah aku mendoakannya karena berharap dia jodohku, atau hanya berdoa saja? Ya, Allah, aku berlindung kepadaMu dari perasaan tidak tulus yang menyesatkan.

Ya Allah, saat aku bilang ingin dia bahagia, apakah itu benar? Atau doaku yang sebenarnya adalah ingin dia bahagia saat bersamaku saja? Kalau aku benar-benar ingin dia bahagia, bukankah melihat senyumnya saja sudah cukup, tanpa peduli untuk siapa senyum itu? Namun kenapa jika membayangkan dia tersenyum untuk orang lain yang bukan diriku, sambil mengeluarkan tatapan penuh binar kebahagiaan, semuanya terasa absurd?

Aku tak tahu, rasa absurd yang… semacam sesak di dada,

Sakit…

Ya Allah, yang maha menyembuhkan rasa sakit. Terimakasih atas perhatianmu padaku ya Allah. Setiap cobaan dariMu membuat aku sakit, sengsara, dan galau, tapi bukankah itu bukti bahwa Engkau selalu memperhatikanku Ya Allah?

Ya, Engkau selalu memperhatikanku…

Tinggalkan komentar

Filed under Gag jelas

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s