Wisata Petilasan Mbah Maridjan

Tak terasa, sudah dua tahun berlalu sejak merapi mengeluarkan erupsinya yang terakhir. Erupsi yang sekaligus mengambil nyawa tokoh sentral gunung merapi sejak tahun 1982: Mbah Maridjan. Beliau meninggal dalam kisah heroik yang akan menjadi inspirasi bagi banyak warga kinahrejo. Kampung tempat tinggal Mbah Maridjan yang kini sudah dilarang untuk dijadikan tempat tinggal.

Meskipun Mbah Maridjan telah tiada dan kampung Kinahrejo dinyatakan tidak aman lagi, kampung ini tidak mati. Kinahrejo tetap mencoba untuk bangkit. Dipimpin oleh tokoh santun dan rendah hati bernama Pak Asih, yang merupakan anak laki-laki tertua dari Mbah Maridjan sekaligus penerus tugas menjadi kuncen merapi, kinahrejo berangsur bangkit. Walaupun sudah banyak warga yang memilih tidak memlihara ternak lagi, namun Kinahrejo tetap menjadi tempat para masyarakat menyambung hidup.

Para warga meneruskan usaha yang sudah ada sejak tahun 2006, yaitu tempat wisata. Kinahrejo dengan sejarah kelam dan keindahan alamnya, dijadikan tempat yang menguntungkan bagi pendatang untuk berkunjung. Dulu pada tahun 2006, wisata ini diberi judul lava tour. Namun karena nama itu terkesan seram, dan bagi sebagian warga diplesetkan menjadi tournya lava, (orang jogja memang ahli bikin plesetan, tak terkecuali untuk bahasa inggris), maka sekarang manajemen memutuskan untuk menggantinya. Sekarang, tempat wisata kinahrejo ini diberi nama Volcano Tour. Harapannya adalah menjadi tempat berkunjung di gunung, bukan lava.

Di tempat ini, ada banyak transportasi yang memang sengaja disediakan oleh pengelola untuk para pengunjung. Ada trail (motor cowok), jeep, dan ojek. Untuk ojek hanya sekitar Rp.20.000,- untuk diantar sampai petilasan rumah mbah maridjan (bekas rumah mbah maridjan). Sedang untuk trail paketnya ada berbagai macam. Yang paling murah sekitar Rp.50.000,- dan yang paling mahal adalah Rp.200.000,- sebuah paket sunrise yang indah di dataran tinggi merapi.

Nah, ditempat petilasan Mbah Maridjan, dulunya hanya ada tanah lapang yang terlihat. Namun setelah di make over oleh Pak Asih, kini tempat itu menjadi lebih historical dan lebih mengena untuk pengunjung. Beliau mengambil mobil yang terbakar waktu evakuasi dulu, juga motor pak Asih yang terbakar di rumah. Pokoknya dijamin tidak kecewa deh kalau maen ke sana.

Dan berkunjung ke petilasan itu, membuat hasratku untuk kembali mendaki gunung semakin besar. Aku rindu perasaan senang saat sampai ke puncak. Aku rindu hawa dingin menusuk tulang yang membuat tidurku tidak nyenyak. Aku rindu perasaan akan mati kapan saja di tengah hutan gunung. Aku rindu bersujud padamu di saat aku merasa lemah dan kecil Ya Allah. Semoga tahun baru aku bisa naik gunung semeru.🙂

Wisata Petilasan Mbah Maridjan

Tinggalkan komentar

Filed under Sehari-hari

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s