Masa-masa Rohis

masa-masa rohis

Malam ini di timeline twitter saya cukup ramai soal salah satu stasiun televisi yang dalam liputannya menganggap bahwa Rohis SMA itu sarang teroris. Hmm, menarik. Saya tidak tahu mereka mendapatkan fakta dari mana. Dan saya tidak mau tahu. Tapi bagi saya, cerita tentang rohis sama sekali tidak menyentuh teroris. Karena itu, ijinkanlah saya untuk menceritakan masa-masa rohis saya. Yang tentunya jauh dari belajar menggunakan senapan atau merakit bom. Jauh.

Eh tunggu dulu, memang saya dulu anak rohis? Sayangnya iya, hehe.

Waktu SMA saya ikut dua kegiatan, yaitu Rohis dan basket. Basket tentu isinya tidak jauh-jauh dari mantulin bola sama ngelempar bola ke ring. Tapi kalau rohis, tentu masing-masing sekolah punya kegiatan yang berbeda. Karena itulah, bagi saya akan menarik kalau saya membahas masa-masa rohis saya.🙂

Dulu di rohis, biasanya kita mengadakan kajian senin sore di masjid sekolah. Kajian itu tidak membahas tentang jihad secara membabi buta seperti yang ‘mereka’ kira. Kajian ini intinya tentang meningkatkan kesadaran kita dalam beribadah, menambah rasa cinta kita kepada Allah dan rasulNya, dan hal-hal positif lainnya.

Selain kajian senin sore itu, juga ada kajian di waktu dhuha. Kajian itu dilakukan itu di masa istirahat pertama, setelah kita sholat dhuha sendiri-sendiri, masing-masing dari kita akan menempatkan diri sendiri. Kajian dhuha ini cukup unik, karena dibuat konsepnya seperti microteaching. Jadi kita anggota rohis yang masih cupu-cupu ini akan diberikan kesempatan untuk menjadi pembicara kajian. Dan karena yang ngisi berasal dari kita-kita sendiri, tidak ada yang namanya pelatihan menarik pelatuk atau menyambung kabel cairan yang bisa meledak. Gag ada.

Selain dua kajian rutin di atas, ada juga rapat rohis yang intinya membahas gerakan dan gebrakan baru yang akan dilakukan. Dan jika ada yang berpikir kalau gebrakan itu adalah dengan membuat bom, maka sekali lagi, anda salah. Biasanya yang kita bahas di rapat ini adalah hal-hal yang bersangkutan dengan kepentingan umat (ceileh), seperti pemasangan kaca tebal di tempat wudhu putri agar tidak terlalu terbuka, sampai pada pemasangan hijab di dalam masjid. Ya, hal-hal sederhana semacam itu yang kita bahas, bukan tentang memasang dinamit di tempat pijat plus-plus.

Masih banyak kegiatan rohis lain yang biasa kami lakukan. Sebut saja pembuatan buletin untuk teman-teman satu sekolahan, yang ditulis oleh kita sendiri. Isinya tentang sahabat nabi, sunnah rasul, isu palestina dari segi sejarah, dan lain-lain. Sayangnya, kalau anda wartawan mencari artikel tentang merakit AK-47, anda tidak akan menemukannya. Maaf ya kalau membuat kecewa…

Jadi itulah sedikit pengalaman saya di masa-masa rohis. Semoga di rohis-rohis lain juga tidak jauh dari kegiatan yang di atas. Jadi kalau ada orang kurang bahan berita yang bilang kalau rohis adalah sarang teroris, cikal bakal teroris, dan sebagainya, kita dapat tersenyum dan berkata, aya aya wae. Yah, maklumlah, di jaman informasi yang serba cepat ini, sedikit berita yang tidak dikonfirmasi secara lengkap sudah bisa dijadikan berita utama. Well, selamat.

Mereka boleh berkata apa saja tentang rohis dan islam, tapi saya yakin, kita semua sepakat bahwa Rohis adalah organisasi positif di masa SMA. #CintaRohis

8 Komentar

Filed under Freedom to speak, Sehari-hari

8 responses to “Masa-masa Rohis

  1. Saya juga anak rohis waktu SMA. rasa2nya ga ada kegiatan negatif yang di ajarkan sewaktu di Rohis, yang ada malah sebalikny dr berita.
    Makin hari isu SARA makin meluas. *miris*

  2. Aku dulu anak Rokhis, baru tahu ada bom bisa dirakit itu pas kuliah malah.
    SMA kan masih polos

  3. abit

    rohis apaan sih….?

  4. Ian Bood

    Citra : Iya, terlalu banyak kepentingan yang bermain dibelakangnya mbak, bukan sepenuhnya salah wartawan sih,😦

  5. Ian Bood

    Ubai : Haha, sekarang juga masih polos kamunya :p

    mas abit : rohis itu kalau di tempat saya adalah rohani islam, semacam organisasi SMA yang bervisikan pada agama islam mas, hehe, salam kenal🙂

  6. kesimpulannya “siapa yang punya uang, berarti punya power di negeri ini”.

  7. berkah.sunnah

    bismillahirrohmanirrohiim
    assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

    Rasulullah bersabda yang artinya : “Makanlah buah zaitun dan pakailah minyaknya karena ia berasal dari pohon yang diberkahi.”
    (Sunan At Tirmidzi 7/44, Shahih)

    ingin pakai minyak zaitun seperti Rosululloh ? yuk, pesan ke :
    info dan pemesanan minyak zaitun,
    silahkan menghubungi ym : berkah.sunnah

    kami tidak hanya berdagang tetapi juga berdakwah

    jazaakumulloh khoiron katsiron

    wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
    alhamdulillahi robbil’alamiin.

  8. Ping-balik: Sepakbola dan Agama | ian bood

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s