Gema Takbiran

Gema Takbiran

Gema Takbiran – Alhamdulillah, malam ini saya sudah bersiap-siap merayakan lebaran yang saya rayakan pada besok, 19 Agustus 2012. Untuk versi pemerintah saya belum tahu, karena setahu saya sekarang masih sidang isbat. Bagaimana hasil sidang isbatnya? Semoga yang terbaik. Dan jika memang kemudian idul fitri tidak jatuh di hari yang sama, semoga perbedaan tidak menjadi permusuhan. Kita tetap saudara seiman. Insya Allah. :))

Dan karena saya sudah bertakbirkan ria, maka sekarang saya memilih untuk ngomongin Gema Takbiran. Apaan nih maksudnya? Jadi saya ingin ngomongin lafadz membaca takbiran yang mungkin sering mengganggu takbir kita. Benar gag sih takbir kita? 2 kali atau 3 kali? Atau malah jangan-jangan, takbir di hari raya itu bid’ah? kan gag ada perintahnya?? Semoga tulisan sederhana saya bisa mengajak sahabat semua ikut berpikir untuk kemudian memahami. Walaupun saya sendiri mungkin belum begitu paham. Hehe.

Jadi sebenernya, takbiran di hari raya itu bukan bid’ah kok. Dasarnya cukup jelas, ada perintah dari al-qur’an yang memerintahkan kita untuk memuji nama Allah d hari raya. Tapi memang, sifat perintah itu adalah mutlaq (umum). Artinya, perintah itu tidak dibatasi, sampai ada perintah lain yang membatasi. Dan sampai saat ini, saya belum tahu ada dalil yang membatasi perintah untuk memuji nama Allah. Nih dalilnya :

“Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu.” (Al-Baqarah [2]: 185)
Jadi dalam surat itu diterangkan dengan jelas, bahwa kita diperintahkan untuk mengagungkan petunjuk Allah. Kapanpun waktunya, takbir adalah tidak bid’ah. Jika takbir di hari biasa tidak bid’ah, maka kenapa waktu hari raya menjadi bid’ah? :))
Ada banyak pendapat tentang takbir di hari raya. Terlalu banyak untuk saya sok-sokan ngomong, karena itu, silahkan mampir saja di sumber aslinya : bacaan takbir
Lalu bagaimana dengan lafadznya di dalam gema takbiran ini? Bagaimana yang benar? Again, ada banyak pendapat di sini. Jika sahabat udah lihat di sumber yang saya berikan, Insya Allah itu sudah terjawab. Tapi bagi yang males lihat linknya, saya kasih contoh takbir yang sering saya pakai aja ya? Kebetulan lafadz takbir ini juga diucapkan oleh sahabat Salman Al-farisi, hehe.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Lâ ilâha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd.Semoga bermanfaat! Dan mari kita meriahkan gema takbiran di desa kita sendiri! Di rumah kita sendiri! Dan yang paling penting, di hati kita sendiri! Selamat hari raya idul fitri. :))

Sumber: http://www.2lisan.com/2780/bentuk-bacaan-takbir-di-hari-raya/

7 Komentar

Filed under Sehari-hari

7 responses to “Gema Takbiran

  1. Selamat hari raya idul fitri…maaf lahir batin. senangnya gema takbir berkumandang dimana-mana.

  2. Ian Bood

    Mbak Citra : selamat hari raya idul fitri, aamiin,🙂

  3. Met lebaran ya .. maaf lahir bathin🙂

  4. Ian Bood

    sama2 mbak eli, semoga amal kita diterima selama ramadhan kemarin :))

  5. Selamat Idul Fitri juga Ian
    *maaf teramat sangat telat ngucapinnya*

  6. Ian Bood

    hehe, lagi sibuk nih kayagnya😀

  7. hehehe. lagi banyak gawean di kampus.

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s