Sepakbola dan Kejujuran

Sepakbola tidak sepenuhnya bersih dan jujur, tapi sepakbola selalu berusaha untuk bersih dan jujur…

***

Minggu ini terasa sangat spesial bagi saya. Pasalnya, Real madrid baru saja memenangi el grande classico melawan Barcelona. Bukan masalah apa-apa sih, saya suka saja sama Madrid.😀

Perjuangan belum selesai untuk Madrid. Gelar juara La Liga masih belum sepenuhnya ada di tangan. Semifinal berat melawan Bayern Muenchen masih menanti armada Jose Mourinho untuk dimenangkan. Keduanya tidak mudah. Sisa 4 laga di Liga Spanyol bukanlah perkara mudah bagi Los Merengues, yang notabene di atas kertas bisa melakukannya dengan mudah. Faktor mental akan menjadi penentunya. Mou yang sudah terbukti mampu membuat tim bermental juara, memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas tim.

Bulan ini, sepakbola memasuki masa-masa menegangkannya….

Dan saya yakin, banyak orang selain saya juga sedang menunggu dan memperhatikan setiap pertandingan yang digelar. Memang, sepakbola adalah olahraga nomor satu di dunia. Olahraga yang bahkan menjadi semacam gengsi antar kota, negara, bahkan benua. Luar biasa!

Apa yang menjadikan sepakbola begitu menarik? Tentu jawabannya akan berbeda. Ada yang menjawab karena gol-gol hebatnya, menegangkannya, teknik-teknik kerennya, atau bahkan ada yang sekedar ingin melihat pemain ‘ganteng’ pujaannya bermain di lapangan. Dan itu semua tidak ada yang salah, sepakbola memang memiliki semua daya tarik itu.

Namun bagi saya, ada satu hal yang membuat sepakbola begitu menarik…

Kejujuran.

Ya, anda tidak salah baca, kejujuran adalah nilai yang luar biasa besar terekspos di dalam dunia sepakbola. Mungkin anda bertanya, bukankah banyak bukti bahwa sepakbola itu tidak jujur? Gol tangan Tuhan Maradona yang dengan sukses menipu wasit. Aksi diving di dalam sepakbola yang masih kerap membingungkan wasit. Atau bahkan mega skandal calciopoli di Italia yang menggegerkan dunia itu. Bukankah itu semua bukti bahwa Sepakbola itu tidak seratus persen bersih dan jujur?

Iya, memang sepakbola itu tidak jujur seratus persen. Kesalahan manusiawi masih banyak terjadi. Namun, kejujuran yang saya maksud di sini adalah kejujuran yang lebih dari itu semua. Kejujuran bawah sadar.

Saat seorang pemain sudah berada di dalam lapangan, kita tidak akan melihat dirinya yang penuh topeng lagi. Dia mungkin bisa berpura-pura terlihat sabar di luar lapangan. Namun saat dia memasuki lapangan, sikap aslinya yang meledak-ledak akan terlihat. Kita tidak akan menyaksikan seorang peman mengatakan, “Aku hanya menggunaka 10% kemampuanku hari ini.” Tidak! Dia pasti akan bertarung habis-habisan. Bahkan, melawan orang yang beda kasta sekalipun. Selalu ada hasrat untuk mencetak gol.

Jika orang itu seorang pembohong yang menghalalkan segala cara, kita juga akan dapat melihatnya. Diving, sikut sana-sini saat tidak dilihat wasit, mengolok-olok orang lain demi menaikkan emosinya, akan dia lakukan untuk meraih kemenangan.

Jika orang itu memiliki kepribadian yang baik, kita pun pasti akan dapat melihatnya dengan jelas di lapangan. Orang dengan ambisi segudang? Juga akan terlihat jelas di lapangan.

Di dalam sepakbola, semuanya dapat kita lihat dengan jelas…

Sedikit lelucon, jika anda ingin tahu kepribadian seseorang, ajaklah dia bermain sepakbola.🙂

6 Komentar

Filed under Freedom to speak, Gag jelas

6 responses to “Sepakbola dan Kejujuran

  1. philophy kejujuran dalam olahraga sepakbola mmg nampaknya sedikit banyak akan terlihat dilapangan…🙂
    mantabs sob !

  2. Ian Bood

    yups, bener banget bero,😀

  3. Bagi saya, sepakbola ada cermin filosofi kehidupan..🙂

  4. mynguan

    Olahraga memang kawah kejujuran😀
    dulu waktu SMP, guru komputerku nerapin peraturan sepakbola di kelas. Siswa yang rame dan seenaknya sendiri bakal dapat kartu kuning, dua kali kartu kuning maka selamat tinggal pelajaran kopmputer alias silakan keluar kelas kelas..

  5. mynguan

    olahraga memang kawah kejujuran..

    dulu waktu SMP, guru komputerku menerapkan peraturan sepakbola di kelas. Bagi siswa yang berisik dan seenaknya sendiri akan dapat kartu kuning, dua kali kartu kuning maka selamat tinggal pelajaran komputer alias silakan keluar kelas, hehehe

  6. Ping-balik: Sepakbola dan Agama | ian bood

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s