3 Alasan Mengapa Sinetron Bisa Bertahan di Indonesia (2)

Huh, Hah, akhirnya, setelah berhari-hari tidak bisa menyentuh blog saya ini (atau mungkin tidak mau?), kini saya dapat menyambung tulisan saya yag terdahulu yang sebenarnya sudah saya janjikan sejak lama. Maaf-maaf-maaf, alasannya klasik sih, agak sibuk di dunia off line, hehe.😛

Oke deh, sekarang langsung saja ke alasan ke-2 dan ke-3 dari tulisan saya sebelumnya, 3 Alasan mengapa sinetron bisa bertahan di Indonesia.

2. Teknik Sudut Pandang yang hebat dari kameramen.

Teman-teman pernah melihat sinetron dengan mata kepala teman-teman sendiri? Jika iya, pasti teman-teman juga sering melihat adegan sinetron yang banyak memperlihatkan wajah pemain sinetron secara close-up bukan?

Errr, not that much i think -__-

Errr, not that much i think -__-

Lalu emangnya kenapa kalo banyak angle close-upnya? Toh, di social media (FB dan twitter) sekarang juga banyak foto close up alay kan?

Menurut saya, pemilihan angle itu sangat tepat digunakan di dalam sinetron. Alasannya jelas, karena sinetron biasanya (atau mungkin sepenuhnya) berisi dengan pemain yang memiliki wajah yang maksimal. (kalau gag maksimal ganteng/cantiknya, ya maksimal jeleknya) Artinya, dengan angle close up itu, akan semakin mengeksplor wajah maksimal mereka. Dan tentunya, hal itu sangat memanjakan penonton.

Jadi sangat wajar, jika kemudian banyak orang yang dengan senang hati menonton sinetron walaupun gag tahu alaur ceritanya, gag tahu siapa nama sutradaranya, gag tahu siapa nama figurannya, dan bahkan gag tahu judul sinetronnya apa. Karena kita (ehm, iya, kita) sudah cukup senang dengan melihat wajah ganteng dan cantik itu di pasang dengan gede di layar kaca. (Apalagi kalo TVnya 30inc, dijamin puas deh nonton sinetron!)😀

ini nih contoh angle close up yang super itu. Wajah cantik dengan make up maksimal, serta mimik yang bikin deg-degan. Sebuah masterpiece sinetron yang legendaris...

ini nih contoh angle close up yang super itu. Wajah cantik dengan make up maksimal, serta mimik yang bikin deg-degan. Sebuah masterpiece sinetron yang legendaris...

Oke, let’s going to the last one. And for me, this is the most important one.🙂

3. Kejelasan Karakter di Dalam Dunia Sinetron

Yah, inilah alasan utama mengapa sinetron bisa begitu digemari di Indonesia. Ini bukan sarkasme, apalagi sindiran, tapi memang, inilah kekuatan terbesar sebuah sinetron. Kejelasan karakter!

Mengapa kejelasan karakter? Oke, let me say something. Di dalam sinetron, kita nonton satu menit (atau mungkin dua menit) saja dengan seksama, maka mungkin kita akan sudah tahu, mana yang jahat dan mana yang baik. Iya gag? Kita gag perlu susah-susah mikir, kira-kira orang ini baik gag ya? karena dalam dunia Sinetron, ketegasan seorang tokoh dalam bersikap (apakah menjadi orang baik atau jahat) itu sangat terlihat.

Bandingkan dengan saingan sinetron pada jam yang sama : BERITA. (atau mungkin acara debat dan sebagainya, yang penting isinya tentang politik)

Di dalam berita, ataupun acara politik lainnya, kita tidak tahu, mana yang benar dan mana yang salah. Semuanya mengaku benar, semuanya pintar dalam mempertahankan pendapatnya. Dan kita, sebagai orang yang tidak benar-benar berkecimpung dalam perdebatan itu, menjadi orang yang bingung. Semakin banyak kita melihat berita, maka semakin bingung pula kita. Mungkin ini adalah efek karena terlalu banyak berita yang menceritakan isu dan bukan fakta (mungkin).

Bayangkan, penonton televisi kebanyakan berbeda dengan penonton bioskop. Kalau di bioskop, kita akan duduk manis dan fokus melihat apa yang disediakan oleh layar besar. Tapi dalam televisi, tunggu dulu kawan.

Saat kita menonton televisi, kita tidak pernah 100 persen menonton acara televisi saja. Mungkin kita nonton sambil makan, sambil bercengkrama bersama keluarga, atau bahkan sambil menyeterika baju. Bahkan, walaupun kita hanya duduk menonton televisi, tetap saja kita tidak akan fokus. Kita tetap harus memotong konsentrasi kita ketika iklan datang, dan tak jarang kita memilih untuk mengganti channel, yang artinya, kita akan membentuk fokus baru lagi pada gambar yang muncul di televisi. Yap, kita tidak pernah foksu seratus persen kawan! (tentunya, acara olahraga menjadi pengecualian di sini)

Dengan keadaan tidak fokus seperti itu, tentu kita memlih untuk menonton acara sederhana seperti sinetron yang dapat menghibur kita secara INSTAN dan tidak harus berpikir, merunut kronologis dulu, atau mencari referensi dulu untuk dapat mengikuti acara itu. Just sit and watch, then you will get amused.

Karena alasan itu pulalah, sinetron dapat sedikit tergoyang kedigdayaannya, ketika OVJ naik daun. Namun sekarang, mungkin sinetron sudah kembali berkuasa, karena orang mudah bosan dengan lelucon, tapi tidak mudah bosan dengan cerita (apapun ceritanya)

So, sinetron is really really strong, fellas!🙂

4 Komentar

Filed under Freedom to speak, Gag jelas

4 responses to “3 Alasan Mengapa Sinetron Bisa Bertahan di Indonesia (2)

  1. Ping-balik: 3 Alasan Mengapa Sinetron Bisa Bertahan di Indonesia (1) | ian bood

  2. Kedua alasan itu justru membuat saya meninggalkan sinetron. Sinetron terlalu membosankan bagi saya. Saya butuh tontonan dimana saya terlibat di dalamnya, alias melu mikir, menebak-nebak. Di sinetron, semua plain, semua sudah terbaca dari awal… menyebalkan…😀

  3. Ian Bood

    haha, tepat sekali mas. Karena Mas memang sejak awal bukan bagian dari ‘penonton’ sinetron yang telah membantu mempertahankan eksistensi sinetron.😀

  4. Arie

    haha,,
    Kenapa ya, sinetron itu selalu Membawa Tema Cinta-Cinta

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s