Tak Sempurna

Sumber : Deviantart.com

Sumber : Deviantart.com

Dunia memang tak pernah sempurna. Lihat bentuknya, tak berbentuk bulat sempurna, melainkan sedikit lonjong dengan kutub yang menyempit. Ada banyak kekurangan di sana-sini. Oksigen yang menyelimuti bumi pun, tidak luput dari ketidaksempurnaan itu. Lapisan ozon yang bisa berlubang, semakin menunjukan ketidaksempurnaan dunia ini.

Bintang di langit yang kita lihat pun tidaklah sempurna. Bintang dilangit yang kita lihat bukanlah bintang yang benar-benar ada di dunia ini pada waktu ini. Berdasarkan kecepatan cahaya yang pernah dihitung oleh para Ilmuwan, bintang itu berjarak puluhan juta tahun perjalanan dari bumi. Artinya, bintang yang kita lihat sekarang, adalah bintang yang ada di dalam jutaan tahun yang lalu. Lalu mengapa tidak sempurna? Karena bintang itu, tidaklah nyata secara waktu…

Manusia? Bukankah manusia adalah lambang utama ketidaksempurnaan? Padahal kita selalu mengklaim diri kita sebagai makhluk hidup yang paling sempurna. Alasannya simpel, kita punya otak. Tapi benarkah manusia itu sempurna? Hmm, kita bisa menjawabnya sendiri.

Dan aku? Aku adalah lambang ketidaksempurnaan itu. Aku adalah seonggok daging yang memang diciptakan untuk tidak sempurna. Sama seperti kalian, manusia tidak sempurna lainnya.

Aku bisa melupakan janji, aku bisa merusak sebuah rasa, bahkan aku bisa menghancurkan hati seseorang. Begitu banyak hati yang terluka karena diriku. Aku tidak bisa menyambung dan memperbaikinya lagi. Karena kata orang, hati itu seperti kaca, indah, namun mudah pecah, dan saat dia pecah, tak ada yang bisa menyambungnya lagi.

Kau pun tahu hal itu. Ketidaksempurnaanku, kemanusiawianku, dan ke-mortal-anku. Kau sadar, dan selama ini selalu menerimanya, mencoba kuat dalam kegalauan, dan menahan setiap ledakan di dada demi seonggok cinta.

“Dalam bintang,” kataku padamu dalam sebuah keheningan dunia, “Dalam bintang, kamu akan menemukan kisah diantara kita.”

kau diam memperhatikan. Memandang aku dengan tatapan tajam dan menyilaukan.

Kau diam memperhatikan. Seolah-olah kau terpesona pada kepalsuanku. Sebuah barisan sajak tak bermakna yang entah kenapa bisa masuk ke dalam hatimu.

Aku adalah bayangan yang tidak dapat kau sentuh. Namun kau merasa takut kehilanganku.

Aku memang sekali lagi, tidak sempurna. Terdiam dalam badai, dan terhenyak dalam sepoi. Aku tak berharap menjadi sempurna. Karena satu-satunya kesempurnaan yang kutahu, adalah ketidaksempurnaanku yang bersifat sempurna.

Ya, ketidaksempurnaanku bersifat sempurna…

Namun tahukah kau, walau dalam ketidaksempurnaannya, dunia masih memberi banyak kehidupan.

Tahukah kau, wahai orang yang berwajah cinta, dunia terus menyumbang untuk kehidupan. Setiap ikatan ketidaksempurnaannya, bermuara pada kehidupan yang seimbang dari segenap bangsa.

Ya, dunia memang tidak sempurna, namun keseimbangan yang ada, telah menutupi ketidaksempurnaan itu. Seimbang, adalah menyatukan antara kesempurnaan dan ketidaksempurnaan, menjadikannya sebuah alasan yang tepat bagi setiap makhluk untuk terus hidup…

Sumber : Deviantart.com

Sumber : Deviantart.com

Tak terkecuali aku.

Aku tidak sempurna, namun jika aku terlindung dalam keseimbangan, maka aku akan selamat. Aku akan mampu menyapamu, memberikan jiwa yang nyaman untukmu, dan membuatmu mensyukuri hidupmu, wahai orang yang berkulit keindahan.

Dalam ketidaksempurnaanku ini, ada sebuah janji tak terucap, yang bahkan aku tak tahu…

“Cinta kita, kan menyelamatkan kita…” Sebuah keseimbangan yang bernama cinta.

Tidakkah kau merasakannya? Duhai wanita yang bernafaskan cinta?

Solo, 19 Februari 2012

Dalam sebuah kegalauan

6 Komentar

Filed under Full fiksi, Gag jelas

6 responses to “Tak Sempurna

  1. die

    Justru karena ketidak kesempurnaan itu membuat kita yang disebut manusia menjadi kreatif untuk menyempurnakan diri😀

  2. Hmm.. Walau tidak sempurna tapi punya kehidupan yang sempurna. Like this yoo..

  3. semu ciptaan tuhan itu sempurna , ,

  4. wah, sebuah renungan diri ya.

  5. Ian Bood

    Die : Setuju!

    Jumiansyah : Like this! hehe

    Dyes : saya masih lebih suka kalau kita tidak sempurna, tapi kita seimbang mas, hehe

    Hanif : haha, bisa dibilang begitu😀

  6. yang sempurna itu cuma Tuhan dan lagunya Andra😀

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s