Finger Print Di Fisipol Sebagai Alat Presensi

Sejujurnya, saya agak tidak yakin dengan kata ‘finger print’ yang saya pilih sebagai judul. Pasalnya, saya tidak tahu apa bahasa Inggris dari Pengecekan sidik jari yang tepat digunakan dalam konteks presensi. Karena itu, jika ternyata memang salah, maka saya mohon maaf, saya benar-benar tidak tahu. Dan jika ternyata benar, ya, anggap saja saya hebat, haha!

Oke, sekarang mari kita mulai membicarakan finger print di fisipol. Sejujrunya, saya tidak tahu, apa motif yang dipakai oleh pihak fakutas untuk mengesahkan peraturan ini. Saya coba cari-cari di beberapa forum di fisipol yang membahas ini, namun tidak ketemu.Yang saya temukan kemudian hanyalah beberapa protes dari orang-orang yang merasa keberatan dengan pengumuman yang super mendadak dari Fisipol. Dan itu bukanlah poin yang akan saya bahas hari ini.

Hari ini saya hanya ingin sedikit bernostalgia dengan kenangan Fisipol jaman dahulu.🙂

Dahulu, saat pertama kali kuliah, saya sama sekali tidak merasakan pressure apapun. Kita kuliah, telat gag papa, gag pernah masuk gag papa, asalkan tugas dikerjakan. Itu saja. Benar-benar serasa kuliah itu tidak ada. Tentu saja, itu berlaku pada umumnya, karena ada beberapa dosen yang berhasil membuat kita merasakan ‘kuliah’ dengan ketegasannya yang patut diacungi jempol. Namun kuliah di Fisipol pada umumnya, saya tidak merasakan pressure apapun.

Seiring berjalan waktu, peraturan di Fisipol diperketat. Dari dahulu yang tidak diurusi mau memakai baju apa, kini kami para mahasiswa diharuskan rapi dan ganteng. Sebuah kemajuan dalam hal kedisiplinan. Berkat itu, saya jadi jarang melihat mahasiswi cantik memakai tank top dan hot pants…

Oke, sebelum peraturan itu ditegakkan pun, tetap saja saya tidak pernah melihat ada mahasiswi memakai tank top dan hot pants. Saya cukup salah dalam memberikan ilustrasi.😛

Waktu kembali berjalan, Fisipol semakin ketat, terutama setelah gedung baru mulai dibangun. Absen yang dulu seenaknya, kini sudah semakin diawasi. Dulu kita bisa seenaknya merapel presensi kelas di hari terakhir. Namun sekarang, begitu kita tidak masuk di satu hari itu, maka tempat kita tanda tangan pasti akan langsung dicoret. Luar biasa!

Dan semester kemarin, banyak mahasiswa terkaget-kaget melihat namanya dipampang. Bukan karena nilainya yang bagus, bukan! Melainkan karena jumlah kehadirannya yang tidak mencapai 75% dan tidak boleh ikut ujian! Wow! What a super shock!

Belum selesai kita dikagetkan dengan peningkatan kedisiplinan yang super dari fakultas ini, sekarang muncullah finger print ini. Tak ayal, kita para mahasiswa di Fisipol pun akan semakin menjadi ‘mahasiswa’ yang sebenarnya di Fispol, haha!

Untungnya, saya sebentar lagi sudah lulus, dan semester ini, akan menjadi semester terakhir saya menjalani perkuliahan. Insya Allah, aamiin!😀

Btw, saya sangat bangga dengan kemajuan Fisipol ini. Mengingat di fakultas lain belum ada finger print finger print-an ini, hehe! Maju terus Fisipol UGM!😀

7 Komentar

Filed under pendidikan

7 responses to “Finger Print Di Fisipol Sebagai Alat Presensi

  1. Mungkin ini adalah tindak lanjut dari pendisiplinan, supaya tidak bisa TA. Biar nanti kalo jadi anggota dewan ga kebanyakan TA dan bolos saat sidang ngurusin rakyat.😀

  2. Pertamaxx. .

    Sbtlnya cra itu baik buat kita untuk mendisiplinkan diri agar mencapai kesuksessan. .
    Hehehe. .

  3. Ian Bood

    siiip mas erit kantoni!😀

  4. Ian Bood

    haha, bner juga tuh mas iwan,😀

  5. Di dunia kerja sudah banyak dilakukan mas, jadi bisa lebih presisi dan bertanggung jawab. Tapi kalau kuliah dibuat seperti itu, saya tidak tahu. Apa memang selama ini pihak faskultas lmelihat banyak ketidak hadiran dari mahasiswanya atau ada unsur lain nya.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  6. Ian Bood

    haha, pak sugeng, kalo saya sih melihatnya ini sebatas follow up dari gedung baru Fisipol,😀

    salam juga, terimakasuh sudah berkunjung🙂

  7. Semoga indonesia makin maju ? He

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s