Valentine? Makanan apa itu?

Hehe, hari ini gue mau ikut-ikutan tren yang sedang terjadi di masyarakat. Itung-itung supaya blog gue laku, hihi. Dan kali ini, ijinkan gue untuk membahas hal paling tidak penting di dunia, yaitu : Valentine! Haha!

Sedikti intermezoo, valentine itu diadakan pada tanggal 14 februari, siapa yang ngadain? Yang jelas bukan emak gue, juga bukan eyang gue, apalagi anak gue. Gue juga gag tahu, siapa yang ngadain Valentine. Mungkin Valentine itu semacam proses kawin massal pada jaman dahulu, lalu karena di barat kawin massal udah gag keren maka sekarang diubah jadi pemberian coklat. Jadi mungkin, menurut hipotesis gue, valentine adalah bahasa inggris dari kawin massal. Gue gag percaya sama cerita Valentine yang ada di sejarah-sejarah, gue rasa mereka bohong. Mana mungkin orang mati berujung pada coklat dan bunga? Yang masuk nalar tu, orang kawin masal berubah jadi coklat dan bunga.😀

Oke, gue tahu kalian gag ada yang percaya, gue juga gag maksa buat percaya kok. Percaya itu sama Tuhan, jangan sama gue.😛

Sekarang kita berlanjut ke valentine jaman sekarang. Mengapa valentine jadi hari kasih sayang, dan harus diwakilkan oleh sebuah coklat yang mahal? Hmm, ada yang menarik di sini. (bergaya ala presenter TV One yang pinter-pinter, sambil menaikkan alis, mengernyitkan dahi, dan memonyongkan muka) Padahal kalau kita amati, kasih sayang itu identik dengan warna merah muda, kok sekarang bisa jadi coklat? Harusnya daripada ngasih coklat, kita ngasih ARUM MANIS khas sekaten. Lihat aja, warnanya merah muda, ada juga yang ungu, dibuat CMYK juga bisa. Lalu mengapa coklat yang menjadi simbol?

Ini hipotesa saya…

Jaman dahulu, saat Valentine masih dirayakan seperti hari Koperasi (sepi) lalu berlanjut seperti hari buruh (cowok-cowok pada demo waktu hari valentine, meminta kenaikan jatah malam dari istri) banyak industri yang memutar otak untuk menjadikan hari valentine itu keren dan lebih halus, tidak brutal dengan demo-demo. Akhirnya industri coklat yang bernama coklatine (pokoknya dimirip-miripin lah) memutuskan untuk menjadikan coklat sebagai simbol valentine. Dia memulai kampanyenya dengan membuat gerakan “1000 coklat untuk gue”. Karena waktu itu belum ada twitter ama FB, maka si coklatine itu memakai media paling kuno jaman itu, FRIENDSTER (lahh, emang Friendster sekuno itu apa???). Akhirnya dari situ, banyak orang terinspirasi untuk menjadikan coklat sebagai lambang valentine.

Tamat. (krik krik krikkkk….)

Sekali lagi, gue gag percaya sama cerita-cerita orang lain.

Dan kenyataannya bener kan? Sekarang valentine itu bukan tentang agama, ras, apalagi partai politik, tapi tentang industri coklat dan mainan kasih sayang lainnya. Makanya, kalau februari itu cari sponsor coklat, Insya Allah dapet deh! Haha!

Anyway, gue gag pernah dapet coklat valentine loh. (bukan karena gue nentang abis-abisan valentine, tapi karena gue emang… GAG LAKU! Puas lo?)

Happy faklentine day, and forza falestine!😀

2 Komentar

Filed under Gag jelas

2 responses to “Valentine? Makanan apa itu?

  1. UUB

    Gue juga gak tau apa itu valentine, gue juga tidak percaya atas bulan elo
    tap gue sangat percaya kalo ada yang ngasih gue coklat tak terima dengan senang hati dan suka cita

    mampir mas di lapak ane

  2. Ian Bood

    haha, ngarep ya mas?? wkwkwk

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s