Keputusan Yang Baik Itu…

Keputusan. Seringkali menjadi sebuah pertaruhan nama besar seseorang. Dalam sebuah keputusan, bisa saja nama besar yang sudah di rintis sejal awal kehidupannya hilang begitu saja. Di lain pihak, satu keputusan bisa saja membuat seseorang mengawali karirnya menuju nama besar yang diidam-idamkannya. Keputusan adalah sebuah tindakan singkat yang dapat mengubah sagalanya.

Lalu jika ada yang bertanya, bagaimana sebaiknya kita dalam mengambil keputusan? Haruskah cepat? Atau harus sedikit lama dengan beberapa pertimbangan? Maka, apa jawaban yang dapat kita berikan?

Keputusan cepat artinya cepat juga dalam bertindak dan memfollow up keputusan yang biasanya bersifat ide saja itu. Keputusan yang cepat menunjukkan ketegasan seseorang dalam menentukan sikap. Dengan membuat keputusan yang cepat, kita akan segera mengetahui hasil dari pemilihan keputusan itu. Di lain pihak, dengan keputusan yang cepat, artinya waktu untuk berpikir juga sangat cepat. Sehingga bisa jadi, kesan ‘tidak berpikir matang-matang’ didapatkan dari orang yang memilih memutuskan dengan cepat.

Sedang keputusan lambat, artinya adalah sebuah waktu berpikir yang lebih banyak. Berpikir dengan matang, penuh pertimbangan, bahkan kalau perlu dengan riset mendalam, memberikan kesempatan yang besar untuk mengetahui permasalahan secara utuh. Artinya, probabilitas pilihan kita tepat menjadi sangat besar. Namun, bisa juga, dengan membuat keputusan yang lambat, membuat kita lambat dalam action dan mengetahui hasil pilihan kita.

Lalu mana yang lebih baik?

Pada dasarnya manusia itu melihat hasil, bukan proses. Hanya Tuhan yang melihat proses manusia secara utuh. Manusia melihat hasil. Itu absolut. Hanya saja ada beberapa manusia terpilih yang mencoba melihat proses. Namun pada akhirnya, tidak ada manusia yang dapat melihat dan menilai proses secara utuh. Hingga pada titik tertentu, mereka kembali akan menjadikan hasil sebagai barometer kesuksesan seseorang.

Apa kaitan paragraf diatas dengan bahasan tentang keputusan yang kita bicarakan?

Jadi pada dasarnya, memang saat kita membuat keputusan, bukan proses kita mengambil keputusan yang dilihat oleh para manusia, melainkan hasil dari keputusan yang kita buat. Dari hasil itu lah, secara ‘pura-pura’ manusia yang menilai akan mengkaitkannya dengan proses yang kita lakukan. Padahal, pada kenyataannya, mereka sama sekali tidak melihat proses itu.

Sebagai contoh, jika kita benar membuat keputusan lewat keputusan yang cepat. Maka kita akan dibilang, “Keputusan yang cepat dan tidak menunda-nunda dari si A telah membuahkan hasil.” Di sisi lain, jika kita membuat keputusan yang benar lewat keputusan yang lambat, maka akan keluat statemen, “Keputusan penuh perhitungan dari si A telah menyelamatkan kehidupan banyak orang.”

Nah, kemudian contoh oposisinya, jika keputusan kita cepat, dan SALAH, maka komentar yang keluar adalah seperti ini, “Keputusan yang terburu-buru tanpa pikir panjang dari si C merusak segalanya.” Sebaliknya, jika keputusan lambat dan SALAH, maka inilah komentarnya, “Terlalu banyak memikirkan pilihan, akhirnya keputusan lambat dari si C tetap membawa petaka.” Got it?

Jadi intinya, seperti yang coba saya tekankan di awal, bahwa dalam membuat keputusan, bukan proses dan cara kita yang dilihat, melainkan apa hasil dari keputusan itu. Jadi jika ada yang  bertanya, “Sebaiknya dalam membuat keputusan itu cepat atau lambat sih?” Jawablah, “Buat keputusan yang BENAR”

Salam. Semoga bermanfaat.🙂

Tinggalkan komentar

Filed under Freedom to speak

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s