Once Upon A Time In KDC

KDC, sebuah kata yang begitu akrab di telinga saya akhir-akhir ini. Dan tak terasa, sudah dua tahun lebih saya menjadi anggota di KDC, Kopma Desain Center. KDC adalah tempat berkumpulnya orang-orang yang suka dengan desain di dalam Koperasi “Kopma UGM”. Di dalam komunitas ini kita bercanda bersama, bergembira, dan bersenang-senang. Di dalam komunitas ini pula, saya banyak belajar perihal desain. Entah itu membicarakan softwarenya (Corel, Photoshop, AI, dll) ataupun membicarakan desain-desain ‘nyata’ seperti sablon ataupun stiker. I got a lot from here!

Dan sekarang, sudah selesai amanah saya untuk membawa KDC bergerak. Saya sudah menyelesaikan tugas untuk menjadi pengelola KDC selama setahun. Dan hari ini, saya ingin berbagi cerita mengenai 5 orang teman pengelola yang saya cintai. :)    (tapi bo’ong)

Eza

Dia pengelola KDC yang sudah memasuki usia kedua tahun dalam masa kepengelolaan. Dan menurut saya, dia sangat berbakat. Sayangnya, dunia akademisnya yang ketat membuat dia sedikit jarang meluangkan waktu penuh untuk KDC. Tapi, tetap salut untuk peran dan jasanya selama ini. Semangat untuk mengganti nilai jelekmu semester lalu kawan!😀

Talkha

Satu-satunya pengelola cewek yang bertahan di KDC. Perangainya mirip cowok dan tegas. Namun saya sadar, banyak sisi kewanitaan yang ada di dalam dirinya. Hanya saja, mungkin dia sendiri tidak sadar. Haha! Dia ahli bermain teater dan drama, pada PorseniGama kemarin, dia berhasil menyabet peringkat 3 se-universitas! Dia juga sangat lucu, ekspresinya itu loh, bakal bikin kangen! Hehe…

Basari

Ini anak Jakarta yang peduli banget soal penampilan. Gayanya sok keren, dengan logat yang inginnya terlihat keren dan gaul. Namun entah kenapa di telinga saya justru terdengar seperti anak Alay. Haha! Tapi kerjanya paling beres! Sekarang dia malah jadi koor di Career Days, ikut bangga deh saya punya teman jelek tapi sukses.😀

Mumun

My Brother! Sejak pertama masuk Kopma, beliau sudah menjadi teman saya. Hingga sekarang sudah dua tahun kita berteman. Banyak hal yang mungkin kita berdua tidak sepaham dan tida nyambung, tapi berteman bersama dia benar-benar memberi warna tersendiri dalam hidupku. Saya bersyukut memiliki teman seperti beliau, haha.

Rifha

Entah kenapa akhir-akhir ini banyak yang bilan saya dengan orang ini mesra. Padahal jika dilihat lebih jelas, saya sama sekali tidak pantas disandingkan dengan dia. Dia yang gaul, pintar nyanyi, dan dandan ala rock n roll. Sama sekali gag matching bareng sama saya yang culun dan bersuara falezt total! Dia lebih pantas bermain bersama preman-preman di pengkolan, ataupun nongkrong bersama pengamen bersuara emas.🙂

Tapi yang pasti, saya bakal kangen sama kata-kata kasarnya yang menjijikkan.😀

 

Selamat tinggal KDC. Sekarang saya tidak akan berada di sana secara penuh lagi, namun saya berharap, KDC akan semakin maju dan hebat! Teman-teman pengelola lama, jangan lupa, kita masih punya tanggung jawab untuk menemani para ksatria KDC yang baru. Selamat berjuang, Dede, Popy, Pratya, dan Inung!😀

2 Komentar

Filed under Freedom to speak, KOPMA

2 responses to “Once Upon A Time In KDC

  1. Ian Bood

    apanya yang bikin ngakak tik? hehe

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s