Nunun Sudah Tertangkap, Lalu?

Bismillah…

Setelah beberapa kali ngomongin hal-hal ‘gag penting’, kali ini isu politik cukup menarik perhatian saya. Karena itulah, saya akan mencoba ngemeng-ngemeng soal Nunun. Buronan KPK yang akhirnya tertangkap di Thailand. Yang anehnya, berita tertangkapnya berkali lipat lebih heboh dibanding berita pelariannya Entahlah.

Nunun sudah tertangkap di Thailand. Isu yang menyatakan bahwa dia dilindungi orang kuat di Thailand pun gugur begitu dia ditangkap tanpa perlawanan dan tanpa kawalam siapapun. Dia sendiri, dan tak berkutik saat ditangkap. Lalu, mengapa penangkapannya terkesan sulit? Padahal dia hanya wanita yang sakit-sakitan dan ‘menumpang’ di negeri orang. Kalau menurut si penangkap sih, itu adalah hasil pencarian beberapa waktu, bukan instan. Okelah, menghargai kerja keras mereka juga tidak salah. Jadi, saya ingin mengucapkan “Selamat” kepada KPK yang sudah berhasil membekuk satu dari belasan atau mungkin puluhan buron lain yang masih berkeliaran di luar negeri sana. Ya, anggap saja ini adalah sebuah langkah awal untuk pemberantasan korupsi yang sudah menggerogoti bangsa ini selama bertahun-tahun.

Sekarang, seperti kita tahu, Nunun sudah tertangkap, lalu?

Nunun sudah dibawa ke Indonesia dalam keadaan sehat. Si suami yang merupakan mantan anggota komisi III DPR, Adang Darojatun pun sudah pasrah dan menghormati proses hukum yang berlaku. Nunun, akan menjadi saksi dan tersangka kunci untuk kasus dugaan suap DGS BI. Dengan tertangkapnya Nunun ini, tentu menjanjikan cahaya terang yang akan membuka tabir misteri kasus yang sudah tertutup sejak lama ini. Sampai di sini, happy ending terasa di depan mata.

Namun tunggu dulu, sebaiknya jangan sekali-kali kita mengendurkan perhatian kita kepada kasus ini, jika kita memang benar-benar peduli. Ingat saja pada kasus Century. Saat DPR memutuskan untuk memperkarakan kasus ini sebagai tindakan yang salah, orang-orang bersorak gembira. Namun dalam hitungan hari, kasus ini hilang begitu saja. Sebut juga Gayus Tambunan. Saat dia tertangkap, semua orang bersorak gembira. Namun dalam kurun waktu berikutnya, dia berhasil jalan-jalan nonton Tenis. Sebut juga Ayin dan beberapa koruptor kaya lainnya, yang bahkan sudah tertangkap dan divonis bersalah. Di dalam penjara pun mereka masih berulah dan merugikan negara.

Jadi sekarang kembali ke pertanyaan pertama tadi. Nunun sudah tertangkap, lalu?

Apakah proses hukumnya akan sesuai dengan yang kita harapkan, atau kembali terjadi pengalihan isu? Hmm, can’t talk much about it. All i can do is sit and watch right here. Kita tak pernah tahu apa yang benar-benar terjadi di balik layar berita yang bombastis itu. Kita hanya pasrah menerima apa yang berita katakan pada kita. Tapi kita punya Tuhan. Jadi, berdo’a untuk keadilan adalah hal terbaik yang dapat kita lakukan saat ini. Kalau mau ikut-ikutan dalam proses hukum, kita mesti ingat, bahwa saat ditilang oleh polisi saja, kita tidak tahu prosedur hukum yang baik dan benar itu seperti apa. Hehe,🙂

Semoga, keadilan dapat ditegakkan, dan orang-orang mendapatkan apa yang PANTAS mereka dapatkan.

2 Komentar

Filed under Freedom to speak

2 responses to “Nunun Sudah Tertangkap, Lalu?

  1. makin banyak dah koruptor di Indonesia…

  2. Ian Bood

    iya, dan itu pun yang kita ketahui, yang tidak kita ketahui, mungkin masih banyak😦

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s