My Twilight and My Dawn

two face

Semoga, tidak ada salah persepsi di sini. Saya tidak bermaksud menyinggung film twilight yang membuat saya semakin kepincut dengan Bella Swan, juga semakin bingung, saya lebih mirip dengan Edward Cullen atau sama si Jakob. Walaupun harus saya akui, bahwa film twilight yang baru saja saya tonton bersama si cantik, adalah sebuah film yang hebat. Salah satu daya tarik utama dari film twilight, menurut saya, adalah bagaimana cara Edward memandang Bella. Cara Edward memandang, benar-benar menyiratkan rasa cinta yang besar, bahkan terkadang berlebihan dan terlalu imaginer. Namun mengingat bahwa dia memang tokoh imaginer sejak awal, jadi caranya memandang dengan perasaan cinta itu sah-sah saja.🙂

Tapi, sekali lagi, saya tidak akan membahas tentang film twilight di sini. Yang akan saya bahas adalah, my twilight. Apa itu my twilight? ya Twilight saya. titik.

Menurut kamus google translate, twilight berarti senja. Jika kita lihat secara lebih mendalam lagi, senja berarti transisi dari terang menuju gelap. Karena itulah, harus ada satu kata lagi yang mengimbangkan kedudukan, yaitu Dawn. Secara harfiah berarti fajar. Artinya transisi dari gelap menuju terang. Artinya, tulisan kecil ini mencoba untuk menceritakan dua sisi kehidupan saya, menuju perubahan yang tak terduga. This is my twilight and my dawn.

***

Aku terlahir dengan beruntung. Aku sempurna secara fisik, tak kurang satu apapun. Jumlah tangan dan kaki yang lengkap. Bentuk gigi yang normal. Tak lupa dengan warna kulit yang tidak terlalu parah. Aku… adalah orang yang paling beruntung di dunia.

Aku menghabiskan hidupku dalam kemanjaan yang tak terbatas. Orangtua yang lengkap, tiga orang kakak yang menjagaku, serta satu orang pembantu. Aku adalah raja di duniaku.

Waktu terus berlalu, sifat manja menjadi ciri khasku. Saat aku tak meraih sesuatu, maka aku cukup berteriak dengan keras sambil berusaha mengeluarkan air mata. Dan begitu air mata keluar, aku pasti menang. Semua orang akan menuruti apa mauku. Cukup menangis, dan duniaku akan mengabulkan permintaanku.

Namun kesempurnaan itu, tidak berlangsung lama.

Dalam hitungan tahun, semua kesempurnaan itu memudar. Ayahku pergi menuju ketenangan di balik bumi yang menyambutnya dengan hangat. Kakak-kakakku sudah memiliki keluarga mereka sendiri. Ibuku semakin menua dan semakin letih untuk terus menjagaku. Aku sadar, kesempurnaan itu perlahan mulai menghilang.

Duniaku semakin hitam, tatkala sang bayangan itu muncul. Dia, entah karena tak memiliki hati atau apa, mengambil milikku, satu demi satu, sedikit demi sedikit. Senja mendatangi hidupku. Matahari perlahan menghilang. Sinar putihnya yang menyilaukan mata perlahan berubah menjadi jingga, dan semakin meredup. Temaram.

Bayangan itu terus datang, menyergap mimpi-mimpiku. Aku merasa semakin tidak beruntung. Kemalangan telah mendatangiku. Dan aku tidak dapat menghindarinya. Aku hanya melihatnya melahap jiwaku sedikit demi sedikit. Darahku mengucur keras dari bekas gigitannya, secara bertahap, mulai menenggelamkanku dalam keputusasaan. Kuburan, terasa dekat untukku. Seakan berada tepat di depan dahiku, menungguku dengan malas, untuk segera menampungku. Aku akan mati!

Ada kata-kata seorang yang hebat. Dia bernama Helen Kehler, seorang motivator handal yang terlahir dengan keadaan cacat. “Seandainya seseorang…” katanya waktu itu dalam bahasa inggris yang baik. “Seandainya seseorang yang terlahir dengan sempurna diambil kesempurnaannya sehari atau dua hari, maka dia pasti akan lebih memahami indahnya hidup yang dimilikinya.” Kata-kata itu masuk dan meresap dengan sempurna di dalam dadaku.

Aku sadar, kesempurnaan yang aku miliki dulu, adalah sebuah kenikmatan tiada tara sekarang. Ya, sekarang, setelah aku hampir kehlangan semuanya.

Untungnya, aku tidak (belum) kehilangan semuanya.

Aku sadar, bahwa aku masih bisa bangkit. Keterpurukan yang disebabkan oleh ‘dia’ sang bayangan, telah kusadari. Dan aku, tidak sudi hanya duduk manis di sini melihatnya menggerogoti hidup indahku. Ya, hidupku masih indah, saat aku menyadari apa yang kumiliki sekarang.

Aku memiliki ‘dia’, ‘dia’, ‘dia, ‘kamu’ dan ‘Kamu’. Orang-orang yang akan memberikan kata ‘selamat’ kepadaku saat aku berhasil melalui malam mengerikan ini. Untuk kemudian menyongsong fajar yang telah menungguku di dalam balutan sinar hangat mentari pagi yang menjanjikan kemenangan.

Dan saat fajar berganti menjadi pagi, aku yakin, aku sudah menapaki fase baru dalam hidupku. Fase itu bernama, kedewasaan…

Mentari pagi, jangan engkau bosan menungguku. Tangan putih kecil, genggam tanganku dengan jari-jari kasar penuh perjuanganmu, dan beri aku kekuatan, untuk melewati malam yang penuh badai ini…

Karena aku, tanpa kamu dan Kamu, hanyalah seonggok daging yang menunggu untuk dikubur.

10 Komentar

Filed under Gag jelas, Sehari-hari

10 responses to “My Twilight and My Dawn

  1. senja paling enak dinikmati kalau di jogja itu di bukit bintang wonosari mas..
    tak kira tadi bahas film twilight e😀

  2. Ian Bood

    wah, iya tuh mas, mantep kalo di sana,😀
    hehe, numpang tenar ama twilight laah,

  3. keren gan, sedikit mirip dengan hidupku, kesempurnaan yang hilang perlahan…

  4. judule ambigu ben rating blogmu meningkat yo yan? wkwkwk

  5. Ian Bood

    sip mas, memang kesempurnaan gag akan abadi,🙂

  6. Ian Bood

    haha, ya emang begini mer,😛

  7. gide buono

    menemukanmu secara acak… dan luar biasa caramu memandang hidup! go go boy!

  8. Ian Bood

    hehe, makasih🙂

  9. Pandangan romantis yang diberikan Edward itu di dunia nyata takarannya adalah gabungan dari pandangan 10 pria kepada wanitanya masing-masing. Makanya memang benar kalo disebut terlalu imajiner.😀

  10. Ian Bood

    Buset, bisa sempet nakar segala mas iwan ne,😀

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s