Ikhlaskan Hati

ikhlas makan apa ajaHari ini, saya merasa sangat ingin untuk menuliskan tentang keikhlasan. Bukan karena saya sudah sangaa=t ahli untuk ikhlas. Sebaliknya, saya menulis ini, karena saya ingin belajar untuk ikhlas. Dan sejujurnya, itu sulit.

Sebenarnya, ikhlas sendiri sangat beragam. Ada beberapa tipe ikhlas yang saya kategorikan. Tentunya, ini hanya berdasarkan pendapat pribadi saya saja.🙂

Ikhlas yang pertama adalah ikhlas untuk menerima nikmat. Misalnya kita mendapat sebuah mobil yang turun dari langit. Lalu menyusul STNK, bumper, dan terakhir, Ban, juga ikut turun. Lalu kita dengan penuh syukur menerimanya. Kita memanjatkan beribu pujian untuk Tuhan kita. Dan kita tidak berlaku sebaliknya. Meminta untuk mendapat mobil kedua, atau meminta untuk mendapatkan mobil yang bercat hijau daripada yang bercat hitam. Itulah yang saya sebut dengan ikhlas untuk menerima nikmat. Hal yang seperti ini terlihat mudah, namun kadangkala juga sulit.

Ikhlas yang kedua adalah ikhlas menerima jodoh. Jodoh yang ada di sini tidak selalu harus dikaitkan dengan pasangan hidup kita kelak. Jodoh tidak melulu soal cinta. Jodoh juga bisa merujuk pada benda, misalnya… mobil. Ya, dalam sebuah ilustrasi, kita mencari mobil yang akan kita beli. Kita sangat ingin membeli mobil Ferrari merah yang menawan. Namun ternyata saat datang ke show room, kita justru melihat mercedez hitam yang harganya lebih cocok. Akhirnya, kita memutuskan untuk membelinya dengan perasaan senang. Atau sebaliknya, kita ternyata hanya mendapati mazda hijau di toko, padahal kita sangat ingin membeli Ferrari merah. Akhirnya, karena berbagai alasan, kita ‘terpaksa’ membeli Mazda itu. Kemudian kita menghargai dan merawat mobil itu dengan sungguh-sungguh. Itulah yang disebut dengan ikhlas terhadap jodoh. Sulitkah itu? Tentu saja sulit.

Lalu selanjutnya, adalah ikhlas terhadap segala hal yang menimpa kita, apakah itu baik ataupun buruk. Misalnya, kita sedang jalan kaki, lalu di tengah jalan mendapat tumpangan mobil dari teman kita. Atau dalam kesempatan lain, kita sedang jalan sendirian, lalu dari samping ada mobil jalannya tidak kira-kira dan menyerempet kaki kita. Apakah kita akan tetap bersyukur dalam kedua kesempatan itu? Jika iya, maka kita telah ikhlas.

Lalu yang terakhir, adalah ikhlas ketika kita kehilangan. Misalnya, kita memiliki sebuah mobil. (oke, hari ini saya terlalu terpaku pada kata mobil), lalu kemudian mobil itu tiba-tiba hilang, Entah karena mobilnya pergi sendiri, atau diambil orang, atau bahkan diambil saudara sendiri. Intinya mobil kita hilang. Lalu kita mencoba untuk bersabar. Tidak marah-marah, menangis, apalagi dendam kesumat. Kita hanya yakin saja, bahwa suatu saat kita akan mendapatkan gantinya. Insya Allah, itulah yang kita sebut dengan ikhlas.

Ikhlas, akan membuat kita melangkah dengan lebih mudah. Kaki teras ringan. Mata terasa segar. Dan rambut dapat menjuntai dengan lebih lembut. Ikhlas menghindarkan kita dari stress. Dan ikhlas, akan membuat kita tetap optimis menatap masa depan.

Oke, sekian tulisan absurd saya tentang ikhlas. Saya sendiri tidak memiliki teori yang kuat akan ikhlas. Yang saya tulis di sini adalah murni pemikiran sederhana saya. Dan jika ada yang salah dalam cerita mobil di atas, saya mohon maaf. Sebagai info saja, saya tidak pernah memiliki, membeli, ataupun kehilangan mobil. Jadi, semua yang saya tulis soal mobil adalah murni karangan saya. Hehe,🙂

Tinggalkan komentar

Filed under Freedom to speak

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s