Hitam, Prasangka, dan Komunikasi

Sejarah manusia tidak pernah lepas dari yang namanya rasis. Bagaimana perlakuan sebuah bangsa terhadap bangsa lain, bagaimana sumber sebuah kebencian didasarkan pada perbedaan warna kulit, atau juga agama. Masalah seperti ini sering muncl dalam sebuah negara yang berdiri di atas kemajemukan sosial. Sebut saja Indonesia, yang memiliki banyak suku, ras, dan agama. Prancis, yang sering menjadi sasaran imigran asal timur tengah. Atau yang paling terkenal, Amerika Serikat, dengan keberagamannya.

Di Indonesia, kita sering melihat masalah rasis muncul. Apakah itu melibatkan agama seperti di Poso, melibatkan harga diri pribumi seperti di Papua. Dan masih banyak lagi masalah ras yang melibatkan warga keturunan tionghoa ataupun arab, salah satu kota yang rawan adalah : Solo.

Di Prancis pun tidak terlalu berbeda. Masalah rasis muncul dengan mengerikannya. Salah satu isu rasis terbesar adalah lewat kebijakan Preside Sarkozy yang aneh. Yaitu kebijakan untuk melarang seorang muslimah menanggalkan jilbabnya. Sebenarnya, bunyi peraturannya adalah, untuk menanggalkan simbol-simbol agama yang dipakai. Namun, jilbab secara sepihak dianggap sebagai simbol agama, padahal, jilbab adalah alat bagi seorang muslimah untuk melindungi dirinya dari pandangan lelaki yang haram menurut islam.

Di Amerika? Salah satu isu rasis yang paling sering datang adalah pada kulit putih dan kulit hitam. Perbedaan perlakuan yang luar biasa dari kulit putih sebagai pihak mayoritas dan berkuasa, dan kulit hitam yang lebih minor, sangat terasa di Amerika. Salah satu film dokumenter, How Biased Are You. Mencoba menangkap fenomena ini.

Di dalam film itu, sutradara mencoba merekam tindakan-tindakan diskriminatif kulit putih terhadap kulit hitam. Bagaimana kulit hitam secara sepihak, dianggap lebih berbahaya dibanding kulit putih. Kecurigaan terhadap kulit hitam begitu besar dan mengerikan. Salah satu contoh sempurna adalah, jika orang kulit putih hanya membutuhkan SIM untuk jaminan, maka orang kulit hitam memerlukan banyak jaminan lain agar dipercaya oleh si kulit putih. Entah mengapa, orang kulit hitam menjadi semacam setan yang berbentuk manusia di Amerika.

Tentunya, semua kecurigaan dan prasangka itu tidak hadir dengan sendirinya. Ada proses-proses yang mengawalinya. Tidak mungkin seorang anak yang belum mengetahui kerasnya dunia tiba-tiba menaruh kecurigaan yang mendalam terhadap kulit hitam, seperti tergambar dalam film. Ada proses-proses yang kemudian membentuk prasangka sosial itu menjadi semacam kebiasan yang lazim bagi masyarakat umum. Proses itu diawali dengan munculnya prasangka sosial.

Menurut Bronner Salah satu penyebab timbulnya suatu prasangka sosial adalah dikarenakan sejarah suatu bangsa. Kita semua tahu, bahwa Amerika memiliki sejarah yang unik terkait orang hitam. Mereka didatangkan sebagai budak dari Afrika, kemudian terus direndahkan di negara ini. Hingga akhirnya, mereka membentuk sebuah kekuatan yang membuat orang hitam dapat sedikit bangkit. Hip-hop, basket, lari, graffity, adalah sedikit dari budaya yang bisa ditancapkan orang hitam di Amerika. Namun, karena stereotipe yang sudah muncul di awal, maka kegiatan yang ‘gaul’ itu dianggap sebagai tanda ‘kenakalan’ oleh orang kulit putih. Karena memang, prasangka sosial memiliki relevansi dengan aspek affective yang bersifat negatif tertutama dihubungkan dengan kelompok minoritas.

Lalu apa peranan komunikasi? Tentunya, komunikasi yang paling memberikan pengaruh di sini adalah pada komunikasi massa. Karena komunikasi massa memiliki cakupan yang cukup untuk membentuk sebuah fenomena sosial, termasuk prasangka sosial. Menurut Jalaluddin Rahmat, komunikasi massa adalah jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.

Karena itulah, komunikasi memiliki banyak peranan dalam pembentukan prasangka sosial. Di mana pemberitaan media massa yang masif, sedikit banyak telah mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap suatu objek. Dalam hal ini adalah orang kulit hitam. Media telah memberikan sebuah pandangan resmi dari masyarakat, yang kemudian memunculkan framing bahwa orang kulit hitam memiliki kecenderungan untuk berbuat jahat lebih banyak dibanding orang kulit putih.

Ya, masyarakat kulit hitam akan selalu diinjak-injak oleh kulit putih, seandainya media terus dimonopoli oleh orang kulit putih. Mungkin, dan selalu mungkin, adanya Barrack Obama akan sedikit membawa perubahan.

2 Komentar

Filed under Freedom to speak

2 responses to “Hitam, Prasangka, dan Komunikasi

  1. Ck ck ck… rasisme ini… sungguh berbahaya ya…😦

  2. Ian Bood

    iya mas, berbahaya dan kadang tidak disadari, hehe,🙂

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s