Hujan, Reshuffle Menteri, dan Perubahan

Para tertindas kalut. Mereka menunduk ke bumi, melihat tanah kering mereka yang tak kunjung basah, membiarkan tanaman bergelimpangan dalam kekeringan. Para tertindas terus bertanya, “Kapankah hujan turun?”

Hari ini, akhirnya saya dapat merasakannya kembali secara langsung, hujan yang sudah lama hilang. Saya jadi ingat, dulu waktu SD, kita akan diajarkan tentang musim hujan dan musim kemarau di Indonesia. Pada pelajaran itu, kita akan diberitahu bahwa musim kemarau berlangsung dari April sampai Oktober, sedang musim hujan sebaliknya. Biasanya dalam beberapa tahun terakhir teori itu tidak berlaku lagi. Namun untuk hari ini, teori itu kembali berlaku. Pada pertengahan bulan Oktober, hujan turun. Hujan yang telah lama dinantikan oleh masyarakat Gunung Kidul yang kekeringan. Hujan yang mungkin juga ditakuti oleh para mahasiswa yang senang jalan-jalan sore di bawah cerahnya langit Yogyakarta. Hujan itu telah tiba, dan mungkin, akan segera mengambil alih kembali kekuasaan musim yang dulu sempat dilepasnya.

Bagi saya, dan mungkin juga ribuan orang lainnya, hujan yang turun ini lebih penting daripada reshuffle menteri yang kemarin diumumkan oleh sang presiden, pak Beye yang masyhur. Penggantian 12 menteri dan pengangkatan 13 wakil menteri baru memang sangat penting, namun akan menjadi tidak penting apabila nanti tidak ada kinerja real dari para menteri baru itu sendiri. Hanya berubah nama namun prokernya mengikuti menteri sebelumnya, ya sama saja.

Namun, tidak ada salahnya jika saya coba menyebutkan 15 nama yang mengisi pos baru itu. Nama-nama itu adalah : Amir Syamsudin menjadi menteri hukum dan HAM dan Denny Indrayana menjadi wakilnya. Azwar Abubakar menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Eko Prasojo menjadi wakilnya. Wardana menjadi wakil menteri luar negeri. Letnan Jenderal Marciano Norman menjabat Kepala Badan Intelejen Negara. Mahendra Siregar menjabat Wakil Menteri Keuangan. Gita Wiryawan menjadi menteri perdagangan dibantu oleh Bayu Krisnamurti. Rusman Heriawan menjabat Wakil Menteri Pertanian. Jero Wacik menjadi menteri ESDM dengan Widjajono Partowidagdo sebagai wakil menterinya. Mari Elka Pangestu menjabar menteri pariwisata dan ekonomi kreatif dan Sapta Nirwandar menjadi wakil menterinya. Dahlan Iskan menjadi menteri BUMN dibantu oleh wakil menteri Mahmudin Yasin. EE mangindaan menjabat menteri perhubungan menggantikan Freddy Numberi. Tjitjip Sharif Sutardjo menjadi menteri perikanan dan kelautan. Musliar Kasim menjabat Wakil Menteri Pendidikan Nasional Bidang Pendidikan. Wiendu Nuryanti menjabat Wakil Menteri Pendidikan Nasional Bidang Kebudayaan. Ali Ghufron Mukti menjabat Wakil Menteri Kesehatan. Nazaruddin Umar menjabat Wakil Menteri Agama. Djan Faridz menjabat Menteri Perumahan Rakyat. Baltazar Kambuaya (profesional, Rektor Universitas Cendrawasih) menjabat Menteri Lingkungan Hidup. Gusti Muhammad Hatta menjadi menteri Riset dan Teknologi. (sumber : kompas)

Namun sekali lagi saya tegaskan, bagi saya pergantian menteri itu bukanlah hal yang lebih menarik ketimbang turunnya hujan siang ini di bumi sultan. Saya jauh lebih tertarik dengan hujan, alasan saya menampilkan susuan menteri baru ini, hanya agar lebih menguatkan SEO saja. *garuk-garuk kepala*
***
Setitik air jatuh ke bumi, langit menghitam tertutup oleh buramnya awan. Para tertindas mengais harapan, mencoba mengangkat wajah ke langit mendung…

***
Saat hujan turun, kebetulan saya sedang berada di kampus biru nan hijau, UGM. Ya, kampus ini sungguh hijau, salah satu bukti kehijauannya adalah pada maraknya pembangunan gedung-gedung baru yang hampir bersamaan waktunya, seperti sedang festival pembangunan gedung baru. Selain itu, bentuk kehijauannya adalah pada pemberlakukan disinsentif (baca: HTM) bagi kendaraan bermotor yang tidak memiliki KIK (kartu ijin kendaraan). Ya, kampus ini memang sangat hijau (duit).

Saya tidak ingin membahas kehijauan kampus saya, karena itu marilah kita kembali pada hujan. Di UGM ini, saya melihat beberapa pekerja bangunan yang kehujanan. Bagi saya yang duduk manis di dalam perpustakaan sambil membersihkan ingus, tentu hal itu terlihat biasa saja. Namun saat otak saya bekerja dan mulai merangsang apa yang disebut sebagai empati. Saya merasakan kekalutan yang sangat. “Apa yang terjadi seandainya saya yang menjadi tukang bangunan itu?” Sanggupkah saya menahan rasa dingin yang menyerang? Sambil bertahan agar tidak terpeleset dari tumpukan semen dan beton bertingkat lima… Mungkinkah segelas minuman energi (baik yang joss maupun yang rasa-rasa) dapat menyelamatkan saya?

Akhirnya saya menutup mata. Takut…

Namun dibalik itu semua, tentu terbersit juga setitik syukur di dalam hati. Karena dengan ini, ketakutan akan kekeringan akan segera berakhir, semoga. Dunia akan berjalan dalam rotasi dan revolusi yang tepat, dimana musim saling berganti dan tidak saling menindas. Sehingga manusia akan berjalan dalam keseimbangan. Equilibrium.

Tak lupa, setelah ini, saya juga akan menghadapi sebuah tantangan yang menyenangkan, bahwa saya harus nglaju Solo-Yogya dalam kondisi siap menghadapi hujan. Well, cukup sulit memang, namun jika tidak begini, hidup tidak akan berwarna bukan?

Dan hujan itu datang, menerpa setiap wajah yang melihat ke langit, disertai ucapan syukur para tertindas, “akhirnya, kami menemukanmu kembali hujan…”

1 Komentar

Filed under Sehari-hari

One response to “Hujan, Reshuffle Menteri, dan Perubahan

  1. Saya takut sepeninggal Pak Dahlan Iskan PLN akan kembali memburuk.😦
    Gimana sih, SBY… reformasi masih berlangsung di PLN, kok pemimpinnya udah diganti duluan.😡
    Penyebab turunnya hormat saya ke SBY juga karena pencopotan Pak Fadel Muhammad. Mengapa ia diturunkan? Padahal Pak Fadel sudah punya program yg jelas. Beliau juga dulu waktu jadi gubernur Gorontalo sukses besar memajukan produksi jagung di sana hingga ekspor ke luar negeri. Kasihan, Pak Fadel…😐

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s