HUT TNI ke-66 Di Yogyakarta

TNI-Yogya-cov
Entah kenapa, dalam beberapa hari ini, Yogyakarta seperti kota yang sangat sibuk. Pada hari selasa, 4 oktober 2011, banya kicauan di twitter yang mengeluhkan banyaknya pesawat yang terbang rendah di Yogya. Kota Yogyakarta, yang notabene adalah kota yang tenang dan jarang dilewati pesawat tempur, apalagi dijadikan latihan perang, tentu menjadi gempar saat tiba-tiba hal itu terjadi. Bahkan, tidak hanya pesawat yang terbang rendah di daerah Yogyakarta, melainkan juga heliokpter!

Hmm, ternyata oh ternyata, saat kita mencoba mencari fakta yang terkandung di dalamnya, di Yogyakarta memang ada sebuah hajatan besar! Hajatan apakah itu? Yap, hajatan itu adalah perayaan HUT TNI yang ke 66. Wow, sudah tua juga ya Tentara kita ini?

Lalu apa yang dilakukan TNI pada ultahnya yang ke 66 itu? Jika kita tilik pada kebiasaan perayaan HUT TNI yang sudah-sudah, mungkin acara akan dihiasai dengan atraksi udara yang indah, serangkaian terjun payung yang menggambarkan kehebatan TNI, atau malah juga adu tembak-tembakkan antar Tank dan Humvee! Emm, oke, yang saya sebutkan terakhir terlalu hayal.

Akan tetapi, yang dilakukan di Yogyakarta justru tidak “semewah” itu. Vivanews dalam beritanya, bahkan memberi judul Perayaan HUT TNI Tanpa ‘Pesta-pora’ di Yogya. Di mana pada berita itu, Vivanews mengatakan bahwa HUT TNI kali ini cukup sederhana. Dan ada sebuah misi dibalik itu, yaitu TNI ingin menunjukkan dukungannya terhadap NKRI yang utuh. Sedikit menyerempet pada topik tulisan yang mengupas tentang sejarah NII, hehe.

Di perayaan itu, ada sebuah longmarch dari para punggawa TNI yang melewati jalan Solo. Asli, jalan Solo ampe bener-bener macet! Banyak juga tweeps yang berkicau soal macetnya jalan Solo daerah Babarsari. Hmm, sepertinya Yogya sudah mulai penuh!

Oke, kita kembali pada harapan TNI untuk menjaga keutuhan NKRI itu. Cukup menarik bukan? TNI adalah perangkat negara yang salah satu fungsinya adalah untuk menjaga negara dari berbagai ancaman. Baik itu ancaman luar negeri, maupun dari dalam negara sendiri. Jika perlu lebih spesifik lagi : Makar! Ya, adalah tugas TNI untuk menjaga agar negara ini tidak dikudeta oleh kepentingan-kepentingan tertentu.

Tugas itu mulia, sungguh mulia…

Sayangnya, saat kita menengok keadaan negeri ini. Tugas itu terasa hambar. Apa yang mau dilindungi TNI? RI yang bobrok dan menjadi salah satu negara terkorup? Mafia yang menghantui hampir semua lini bangsa ini? Negara yang menggencet rame-rame institusi yang berusaha menyelamatkan rakyat (baca : KPK)? Negara berutang kapita 10 juta rupiah, bahkan untuk bayi yang baru lahir???? Negara macam apa yang hendak dilindungi oleh TNI ini?

Saya percaya, dan saya juga yakin, bahwa TNI, Polisi, DPR (mungkin), Pemerintah, KPK, dan masyarakat ingin agar bangsa ini keluar dari keterpurukan (baik ekonomi, sosial, maupun mental) yang melanda negeri ini. Namun, pada kenyataannya, negara ini sudah tidak tahu, mana yang benar, dan mana yang benar-benar salah…

Dirgahayu TNI 66, dalam naungan NKRI, kita selamatkan Indonesia (selamatkan KPK juga mungkin)!!

Tinggalkan komentar

Filed under Freedom to speak, Sehari-hari

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s