Solo Akan Bangkit dan Percaya

Hari itu, matahari bersinar indah, langit biru tampak luas dengan dihiasi beberapa gelintir awan yang sesekali berarak. Kota Solo, seperti biasa, hidup dengan damai di tengah carut marutnya Indonesia. Segenap warga Solo bergerak, mencoba memenuhi kebutuhan hidupnya. Yang manajer ya pergi ke kantor, yang karyawan juga pergi ke kantor, yang penjual langsung mempersiapkan lapaknya agar tidak layu dimakan rayap, sedang yang pengamen juga langsung bergegas mencari bis-bis ‘calon mangsa, yang pengusaha… tidur. Yah, kota Solo terasa indah dengan keseharian ini.
Namun, tanpa disangka-sangka, timbullah kejadian itu. Sebuah ledakan bom yang sangat tidak diduga pada hari Ahad, 25 September 2011, di sebuah Gereja yang ada di Solo. Benar-benar membuat beberapa orang shock. Namun tidak bagi warga Solo. Media berusaha mengkompor-kompori, seolah-olah Solo sedang berada dalam tekanan dan ketakutan. Orang-orang di luar Solo mengira, Solo sedang dilanda kepanikan yang mengerikan.
Namun di Solo, semua bersikap tenang.
Warga Solo sadar, bom ini bukanlah hal yang sepele. Warga Solo terhenyak. Namun, dalam hitungan detik, warga Solo sudah sadar kembali. Bangkit dan tahu apa yang harus dilakukan. Ketenangan dikembalikan di dalam diri. Kepanikan ditahan, dan segala bentuk ketakutan dienyahkan, untuk langsung bangkit, berkata kepada dunia bahwa Solo masih kuat. “Dalam bertinju, bukanlah tentang seberapa kuat kamu bisa meninju lawanmu, namun seberapa kuat kamu menahan tinju lawanmu.” Sebuah ungkapan yang saya dapatkan dari film Rocky, entah Rocky yang keberapa. Dan itulah yang terjadi pada Solo. Solo akan terus berusaha untuk bangkit dari kesialan ini. Dengan dimotori oleh sang walikota tercinta, Joko Widodo, Solo akan tetap berkarya. Festival dan acara yang sudah dijadwalkan sebelumnya pun akan diperjuangkan oleh JokoWi untuk tetap berjalan. Karenan memang seperti itulah seharusnya Solo.
Salah satu lagu yang paling sesuai dengan kondisi ini lagu dari Superman Is Dead, “Bangkit dan Percaya.” Penggalan liriknya yang cukup saya suka, ‘atas nama cinta dan harapan yang tenggelam, ku kan bangkit… dan percaya…’
Semoga Solo memang bisa bangkit, dan kami semua percaya padamu, Pak Jokowi, bahwa Solo akan tetap berjalan pada relnya selama ini, rel kemakmuran. Forza Solo! Viva Pasoepati!!

Tinggalkan komentar

Filed under Freedom to speak, Sehari-hari

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s