KKN day 8 : Another Week

Hari ini merupakan hari pertama bagi kita untuk merasakan rasanya hari Ahad di Desa Mantren. Tentunya hal ini cukup spesial, karena hari Ahad adalah hari libur, pasti ada sesuatu yang berbeda di hari ini. Dan benar saja, hari Ahad ini langsung kita awali dengan pengajian pagi-pagi sekali yang kemudian dilanjutkan dengan makan pecel bersama. Mantap!
Selesai pengajian, kita langsung bergegas ke sebuah jalan. Jalan itu cukup kotor, banyak rumput liar tumbuh, banyak sampah berserakan. Sungguh tidak elok dipandang mata. Dan di tempat itulah, kita akan melakukan kerja bakti bersama.
Kerja bakti ini kita lakukan atas ajakan dari Bapak Widodo, kepala sekolah SMA N 1 Karas sekaligus warga Desa Mantren. Beliau memiliki hajat untuk membersihkan jalan masuk ke Desa yang terkesan sangat kotor. Dengan pembersihan ini, diharapkan Desa Mantren akan terlihat lebih asri jika dipandang dari luar.
Kami tidak sekedar melakukan kerja bakti. Karena kami memiliki program pengelolaan sampah, maka sampah-sampah yang berserakan justru menjadi semacam harta karun bagi kami. Kami pilah sampah-sampah organik seperti daun, akar, dan rumput, untuk dicacah, hingga kemudian akan dibentuk menjadi pupuk kompos. Sampah yang terkumpul lumayan juga, mencapai lebih dari sepuluh karung. Mungkin beratnya hampir seratus kilo. Mungkin lowh.
Setelah itu, saya melakukan rapat koordinasi dengan Mas Dona selaku ketua karang taruna dan ketua panitian jalan sehat. Saya sendiri bertindak sebagai wakil ketua, dan juga ada teman saya, Bekti Utaminingsih yang menjadi sekretaris. Kami rapat soal proposal dan tugas-tugas yang harus segera dilakukan. Rapat sendiri berjalan cukup garing, Saya tidak tahu mengapa bisas seperti itu. Entahlah, mungkin Cuma perasaan saya saja.
Sore harinya ada sebuah kejutan tak terduga, Dosen Pembimbing kita datang! Waduh, rasanya cukup tegang juga. Saya ragu beliau akan bangga dengan apa yang sudah kita lakukan. Toh, selama ini kita hanya makan, tidur, sedikit kerja, makan lagi, tidur lagi, begitu seterusnya. Saya yakin beliau pasti memiliki banyak kritik untuk kita.
Benar saja, baru sebentar melihat kebun pendidikan yang kita rancang, beliau sudah yakin bahwa kebun ini hanya akan bertahan selama 3-6 bulan. Beliau juga mempertanyakan konsep pemilahan sampah yang belum begitu kuat. Lalu beliau juga tidak begitu tertarik pada program roket yang kita rancang. Ahh, pokoknya banyak deh! Tapi saya yakin, ini semua dalam rangka memberikan perbaikan untuk kita, agar KKN kita semakin sempurna. Amin.

Tinggalkan komentar

Filed under Freedom to speak, pendidikan

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s