KKN day 5 : Perkuat Dunia, Perkuat Akhirat

Alhamdulillah, KKN saya sudah memasuki hari kelima, dan semakin lama, semakin seru saja di sini. Kegiatan sudah semakin beragam dan mulai menuju kepada kesenangan-kesenangan yang tak terkira. Di hari kelima ini, sebuah agenda besar yang kita dapatkan di sini adalah dimulainya TPA perdana di Utara yang tentunya sudah kami tunggu-tunggu. Selain itu juga ada beberapa agenda tidak penting, tapi HARUS kita lakukan demi kelancaran KKN, yaitu mengisi LRK. Fiuh, untuk yang satu ini, bisa dibilang benar-benar membuat kami sedikit tidak ikhlas. Pusing, dan penuh dengan administrasi yang repot. Tapi memang itulah administrasi, penting tapi gag penting, gag penting tapi penting. Tapi secara keseluruhan, hari kelima kemarin adalah hari yang cukup menyenangnkan. Sip lah!
Hari kamis ini saya mulai dengan seperti biasa, sholat shubuh, hehe. Namun kali ini aktifitas pagi hari saya cukup beda, saya dan teman-teman tidak bersih-bersih ataupun olahraga, melainkan mengerjakan LRK. Hal ini dikarenakan deadline LRK yang semakin lama semakin dekat, dan hebatnya belum ada satupun dari kami yang selesai. Karena itulah, kerja sama kami dalam menulis LRK ini sangat penting.
Kealotan terjadi di mana-mana dalam proses pengisian RLK ini. Ada masalah pada pemilihan kata-katanya lah (atau kalau bahasa kerennya deiksis, ceileh!), atau pada substansinya lah, atau bahkan pada tanda bacanya. Yah, namanya juga mengerjakan secara bersama-sama, sedikit-sedikti pasti diprotes.
Kami baru bisa menyelesaikan LRK pada pukul 08.00 lebih. Padahal, seharusnya kita sarapan di pusat pada pukul 07.00! Alhasil kami telat deh. Untungnya, kormanit saya cukup memaklumi hal itu. Yah, sama-sama tahulah, susahnya ngurus birokrasi tu gimana, hehe.
Setelah sarapan, saya, Aep, Ghofur, dan Rendra langsung menuju kebun pendidikan. DI tempat itu, nantinya akan dikembangkan program dari teman saya Leli yang berasal dari Fakultas Pertanian. Secara garis besar, nantinya kebun itu akan dijadikan kebun pendidikan dengan bentuk yang indah, ada gazebo di depan, penuh dengan tanaman-tanaman yang bagus dan memberi pengetahuan kepada anak-anak desa Mantren. Pokoknya keren dah!
Sesampai di kebun pendidikan, kita langsung bergegas membuat pagar dari ampas tebu. Jadi caranya adalah dua buah kayu yang sudah dipotong kecil-kecil ditaruh dibawah. Lalu diatasnya ditaruh ampas tebu yang berupa daun ramping panjang-panjang. Ampas itu ditaruh secara merata agar semua kayu tertutupi. Setelah itu diambil dua kayu kecil yang lain. Ditimpakan di atas kumpulan tadi. Baru setelah itu, kita ikat dengan tali yang terbuat dari batang ampas itu sendiri. Hehe, saya kurang tau nama masing-masing bagiannya, pokoknya itulah.
Pada sekitar pukul 11.00, pekerjaan kita sudah purna. Pagar sudah siap pasang. Sayangnya tempatnya memang belum ada. Yah, kita memang masih bertahap dalam pembuatannya. Jadi memang belum bisa selesai dalam waktu seminggu saja, saya yakin pasti lebih.
Setelah itu kita pulang ke pondokan masing-masing, sayangnya sesampainya di sana kita malah tidur, kecuali saya sih, hehe. Kita menunggu datangnya sore, karena di sore hari nanti, kita akan mengadakan TPA perdana! Yeah!
Di TPA perdana kita ini, diluar dugaan, ada cukup banyak anak yang datang. Bahkan, yang patut disyukuri, mereka sangat antusias mengikuti pelajaran yang kita berikan. Saya benar-benar takjub. Ya Allah, ternyata masih ada potensi anak kecil yang luar biasa di sini. Dari mereka saya melihat kejujuran, kesungguhan, kepolosan untuk berbuat benar, dan yang terutama, perasaan ikhlas untuk mencari ilmu, tanpa kepentingna apapun. Benar-benar luar biasa.
TPA diawali oleh kepiawaian Aa’ Aep dalam mengolah kata-kata untuk berkenalan dengan anak-anak. Lalu kita lanjutkan dengan forum kecil untuk sama-sama mengaji. Anak-anak dibagi berdasarkan kelas bacaan mereka. Ada yang Iqro’ dan ada juga yang Al-Qur’an. Setelah itu, ada forum besar yang dipimpin oleh Ghofur. Di acara itu, Ghofur dengan baik membawakan sebuah materi yang ringan namun Insya Allah bermanfaat. Dia mengajak anak-anak bernyanyi rukun islam bersama. Keren dah!
Lalu pada malam harinya kita sambung dengan bersilahturahmi sekaligus mengikuti majelis Ta’lim di Mantren selatan. Tempatnya cukup luas dan bersih. Di awal acara, kita disambut dengan materi yang diberikan oleh Pak Nur, salah satu pimpinan Yayasan Al-Ikhlas yang ada di Desa Mantren. Beliau menerangkan tentang pentingnya mencari dunia dan akhirat secara imbang. Bukan saling bersaing , namun justru saling bersinergi antara dunia dan akhirat.
Kemudian, acara disambung oleh Ayahanda Pak Nur (saya lupa namanya, hehe). Beliau sedikit menambahkan materi yang disampaikan oleh Pak Nur itu. Bahwa benar dunia dan akhirat harus dicari secara berimbang, namun hakikatnya, sebaiknya akhirat tetap berada di tempat utama. Perumpamaannya adalah bagaikan Akhirat itu padi dan dunia itu rumput. Jika kita menanam rumput, maka hanya rumput saja yang tumbuh. Sedang jika kita menanam padi, maka tidak hanya padi saja yang tumbuh, melainkan rumput juga akan tumbuh. Sungguh super sekali penjelasan dari beliau.
Setelah ta’lim itu, saya dan teman-teman disuguhi sensasi budaya pengajian yang unik dari desa Mantren. Sebuah acara dan budaya yang sudah bertahan lebih dari 10 tahun di desa itu. Acara rutinitas yang terus menyambung ke dalam balutan tali suci, bersama memeluk cahaya. Acara itu adalah majelis ta’lim yang unik sekaligus bermanfaat. Karena setelah ta’lim, kita melakukan sholat Hajat. Sholat sunnah yang dilakukan jika kita akan melakukan sesuatu yang besar, atau kita memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu itu. Sholat itu sendiri dilakukan secara berjama’ah dua rekaat. Lalu dilanjutkan dengan sujud panjang yang didalamnya kita isi dengan do’a kita dalam bentuk bahasa apapun. Apapun yang kita mau, apapun yang kita inginkan, cukup kita katakan di sujud itu, niscaya Allah akan mendengarnya. Insya Allah, Allah akan mengabulkannya dan Kun Faa Yakun, dunia kita berjalan dalam kehendaknya.
Kemudian, seperti biasa saya menghabiskan malam ini dengan tidur nyenyak.

Tinggalkan komentar

Filed under pendidikan, Sehari-hari

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s