KKN day 4 : Time to work!

Huft, karena ada deadline LRK yang dekat, maka saya sedikit terlambat menuliskan jurnal KKN pada hari ke empat ini. Ya maklumlah, namanya juga orang ganteng (gag nyambung). Jadi, mungkin saya hanya sanggup menuliskan beberapa pengalaman kecil yang saya ingat, semoga dapat bermanfaat.
Di pagi hari, seperti biasa, saya menghabiskan pagi dengan bersih-bersih halaman rumah yang na’udzubillah kotornya. Cangkul sana-sini, arit sana-sini, sapu sana-sini, pokoknya komplit deh! Lelah dan bau keringat bercampur dengan darah yang menggenang dari tangan, hoho. Dan untuk menghilangkan semua rasa itu, saya mengambil dua jalan pintas, yaitu makan dan mandi.
Selesai makan dan mandi, saya dan teman-teman di sub unit utara langsung menuju ke SD Mantren 1 dan 2. Di sana tujuan kita adalah untuk berkoordinasi tentang program yang akan kita jalankan di SD itu. Adapun program-program yang akan kita lakukan di SD itu adalah : penyuluhan dokter kecil, penyuluhan kesehatan, pertunjukan roket, dan terakhir juga ada beberapa kegiatan yang akan kita lakukan menyambut hari anak naasional pada akhir Juli besok.
Selesai dari sana, kita langsung berjalan pulang. Eh, tak disangka, ditengah jalan kita bertemu dengan truk yang penuh dengan tebu. Dengan penuh percaya diri, Ghoffur meminta (bukan mencuri lowh, MEMINTA) beberapa batang tebu untuk kita nikmati bersama di pondokan nantinya. Alhamdulillah, bapak-bapak yang baik itu meng-iyakan permintaan Ghoffur. Bapak itu bahkan mengambilkan batang terbaik yang pantas untuk kita santap.
Sekali lagi, di tengah perjalanan pulang, kita bertemu dengan 3 orang anak kecil yang lucu-lucu. Ada dua gadis kecil yang belum sekolah, namanya Putri dan Risfa, lalu juga ada seorang lagi gadis yang mungkin bakal jadi kembang desa di Mantren ini di masa depan, namanya Damar, cantik dan manis gitu, haha! Dengan penuh rasa sok baik, kita mengajak mereka untuk ikut berpesta bersama kami di pondokan. Namanya juga anak kecil, mereka langsung mengiyakan saja. Apalagi, ada satu orang cowok ganteng di situ (tau kan siapa yang saya maksud? Ya, benar sekali, cowok itu adalah SAYA, haha!).
Kami tidak hanya sekedar berpesta di pondokan. Kita juga menyempatkan diri untuk merancang time line program yang akan kita jalankan di sana besok. Pokoknya, kita berusaha memenuhi LRK yang memang merupakan kewajiban bagi kita sebagai mahasiswa KKN.
Pada sore harinya, saya bersama Radit, Aul, dan Kak Sofiet bergegas pergi ke tempat sebuah radio yang merupakan pengembang radio di Mantren. Perjalanan kami untuk menuju tempat itu sama sekali tidak mudah. Karena diluar dugaan, jalan menuju ke rumah yang sekaligus radio itu sungguh mlencit. Perlu feel dan insting yang kuat untuk mencapai rumah itu. Kita bahkan harus melewati limbah-limbah dari pabrik Gula yang luar biasa menjijikkannya. Baunya itu lowh, benar-benar mirip kayag pakaian yang direndam air cucian selama seminggu, yakzt!
Namun, berkat kegantengan saya (tuh kan gag nyambung lagi) kita akhirnya berhasil mencapai tempat itu. Ada sebuah tower tinggi yang terpasang di rumah itu, mirip sama ‘mantan’ tower di rumah saya. Bentuknya segitiga kecil yang bertumpuk dan menjulang tinggi ke angkasa. Tingginya mungkin sekitar 6-10 meter, pokoknya saya harus menoleh ke atas untuk dapat melihat puncaknya. Di sudut lain rumah itu, kita melihat sebuah logo radio “Radio Arista” yang terpasang dengan sedikit rapuh di dinding rumah itu. Beberapa hurufnya sudah lepas, seperti radio yang tidak hidup lagi.
Kita baru saja akan memasuki rumah itu saat ada seorang anak kecil berkata pada kita, “Bentar mas, Bapak lagi mandi.” Ungkapnya. Dia terlihat masih kecil, mungkin belum masuk SD atau paling tua ya baru kelas satu lah. Dia mengenakan gaun ‘you can see’ yang berwarna pink, itu seingat saya, hehe.
Kita memutuskan untuk menunggu Pak Adi, sang pemilik radio sejenak. Sekitar sepuluh menitan kita hanya melongo sambil melihat-lihat studio rekaman dari luar. Dalam hati, saya mengatakan bahwa studio itu cukup keren untuk ukuran industri rumahan. Di dalamnya ada seperangkat komputer layar besar dengan satu mixer yang sudah cukup modern. Selain itu juga ada ada satu microphone yang layak pakai, dan beberapa alat audio lainnya. Namun, menurut saya ruangannya tidak cukup kedap suara. Karena hanya beralaskan tembok saja di pinggirnya. Seharusnya, di dinding-dinding itu dilapisi karpet kedap suara yang dapat menahan noise sehingga suara penyiar tidak terganggu. Namun jika radio itu dimasukkan dalam kategori industri rumahan, maka karya itu sudah sangat luar biasa!
Akhirnya Pak Adi keluar juga. Saya cukup shock saat pertama kali melihatnya. Ternyata dia memiliki sedikit kekurangan pada fisiknya, sehingga dia harus berjalan menggunakan tongkat. “What the hell, secara fisik, tidak mungkin orang seperti dia bisa mengadakan sebuah studio radio yang luar biasa seperti ini!” pekik saya dalam hati. Namun hati saya yang lain menimpali, “ingat pepatah lama yang terkenal di Inggris, Don’t Judge the book from the cover, yan.” Akhirnya, saya sadar, bahwa mungkin kemauan bapak Adi ini lebih kuat dibanding cacat yang menimpanya. Satu lagi motivasi untuk saya agar lebih yakin dalam mengahadapi hidup ini.
Setelah panjang lebar membahas Radio di SD, maka saya mendapatkan beberapa pengetahuan dan informasi baru mengenai kebutuhan Radio di Yayasan. Dengan pengetahuan dan informasi itu, kita berharap dapat menjalankan program radio dengan baik dan benar. Meskipun secara dana, hal itu cukup sulit, namun kami tetap yakin, bahwa kami akan mampu melakukannya.
Pada malam harinya, kami semua mahasiswa KKN PPM UGM, mengadakan rapat koordinasi dengan Bapak-bapak dari pemerintah desa. Dengan adanya rapat ini, diharapkan kegiatan yang akan kami adakan di desa ini tidak mengganggu aktifitas desa yang sudah ada, sekaligus agar program yang kita rancang dapat terlaksana dengan baik dan bermanfaat untuk rakyat Mantren. Selain itu, kita juga masih memerlukan bimbingan dan arahan dari warga desa yang sudah lebih sepuh, namanya juga masih mahasiswa, masih perlu banyak belajar lah.🙂
Akhirnya, pada malam hari pukul 23.00, saya tidur terlelap dalam dekapan mimpi indah bersama si cantik…

Tinggalkan komentar

Filed under pendidikan, Sehari-hari

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s